Tidak hanya diderita orang dewasa, penyakit bronkitis juga dapat menyerang bayi. Bronkitis pada bayi terjadi saat saluran udara bronkial yang menghubungkan tenggorokan dan paru-paru bayi dalam kondisi radang. Pada umumnya bronkitis terbagi menjadi dua jenis yakni bronkitis akut yang berkembang dengan cepat dan tidak berlangsung lama, serta bronkitis kronis yang perkembangannya terjadi lebih lambat namun dapat berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama.
Bronkitis pada bayi menyebabkan udara sulit keluar dan masuk dari paru-paru serta menyebabkan iritasi pada lapisan bronkial hingga menjadi pemicu pada produksi lendir yang berlebihan. Gejala awal penyakit bronkitis hampir sama dengan flu biasa sehingga sering disalahartikan sebagai penyakit lain.
Berikut adalah beberap ciri-ciri penyakit bronkitis pada bayi yang perlu diwaspadai :
-
Pilek
-
Hidung tersumbat
-
Batuk kering atau mengeluarkan lendir yang berwarna putih, kuning, atau kehijauan
-
Sakit tenggorokan
-
Tidak enak badan
-
Rasa nyeri atau sesak di dada
-
Rewel dan sering menangis
-
Terdengar bunyi saat bernapas atau mengi
-
Demam
-
Sesak napas
Baca Juga: Bronkitis : Pahami Jenis dan Penyebabnya
Bronkitis pada bayi juga terkadang disertai dengan infeksi telinga atau yang disebut dengan otitis media, yang dapat dirasakan mulai dari beberapa hari sampai berminggu-minggu. Biasanya gejala bronkitis pada bayi akan terjadi pada beberapa hari antara 7 sampai 14 hari, hingga dapat terjadi sampai berminggu-minggu lamanya. Meski gejala yang nampak seperti masalah kesehatan lainnya, maka si kecil perlu mendapat perhatian lebih agar ditangangi dokter sebelum menunjukkan gejala yang lebih lama dan dapat menimbulkan komplikasi penyakit lainnya.
Penyakit bronkitis yang dialami bayi pada umumnya disebabkan oleh inveksi virus, bakteri atau iritan yang memicu peradangan pada saluran bronkial. Berdasarkan jenisnya bronkitis terbagi dua dan berikut adalah penyebab bronkitis yang perlu diwaspadai pada bayi :
-
Bronkitis kronis
Bronkitis kronis disebabkan adanya akibat dari kerusakan dan iritasi berulang pada jaringan saluran pernapasan, yang diakibatkan dari paparan jangka panjang asap rokok, polusi udara, debu, dan asap lingkungan. Bronkitis kronis pada bayi juga oleh beberapa faktor seperti faktor genetik, bronkitis akut yang terus berulang, serta riwayat penyakit pernapasan yang dimiliki oleh si kecil.
-
Bronkitis akut
Bayi yang menjadi penderita bronkitis akus dapat diakibatkan karena adanya infeksi virus seperti virus influenza karena infeksi bakteri yakni mycoplasma pneumoniae, atau dapat juga disebabkan karena paparan zat yang mengiritasi paru-paru dari asap tembakau, debu, dan polusi udara. Namun bayi dengan penyakit bronkitis akut memiliki risiko yang lebih tinggi jika sering mebnghirup asap rokok dan memiliki penyakit bawaan seperti asma serta alergi.
Bahaya asap rokok pada bayi dapat meningkatkan risiko bronkitis kronis dan bronkitis akut. Untuk itu sangat penting bagi perokok aktif untuk tidak merokok jika berada di dekat bayi ataupun anak kecil. Selain hal tersebut, bahaya asap rokok juga dapat menimbulkan masalah lain seperti komplikasi pneumonia, jika tidak langsung mendapat tindakan medis. Pneumonia dapat terjadi jika infeksi telah menyebar lebih jauh ke paru-paru hingga menyebabkan kantung udara di paru-paru terisi penuh oleh cairan. Beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko agar bronkitis pada bayi tidak menjadi pneumonia adalah dengan menjauhi bayi dari bahaya asap rokok, vaksinasi flu yang mutakhir, sering cuci tangan sebelum berkegiatan dengan bayi, dan pakai masker saat berada dekat bayi dalam kondisi tak sehat.
Baca Juga: Selain Batuk, Waspadai Gejala Bronkitis Ini
Cara mengatasi bronkitis pada bayi dapat dilihat dari beberapa faktor penyebabnya, apakah karena bakteri, virus, atau iritan. Berikut adalah beberapa cara pencegahan dan mengatasi bronkitis pada bayi yang dapat dilakukan para orangtua :
-
Bronkitis karena virus
Bronkitis yang disebabkan oleh virus pada umumnya tidak memerlukan pengobatan khusus dan dapat sembuh dengan sendirinya dalam kurun waktu satu sampai dua minggu. Namun sebagai upaya mempercepat pemulihan, bayi dengan penyakit bronkitis dapat diberikan Air Susu Ibu (ASI) atau susu formula yang cukup agar dapat memiliki waktu istirahat yang panjang. Namun jika bayi mengalami gejala demam sebaiknya lakukan kunjungan ke rumah sakit agar diberikan obat demam khusus bayi.
-
Bronkitis karena bakteri
Sementara jika bayi menderita bronkitis yang diakibatkan bakteri, pada umumnya dokter akan memberikan resep obat antibiotik dan sebaiknya obat tersebut diberikan rutin kepada bagi sesuai dosis dan anjuran sehingga bayi lebih cepat sembuh. Namun pemberian resep antibiotic kepada bayi dan anak harus sangat dipertimbangkan karena dapat menimbulkan efek berbeda-beda. Bayi juga perlu diberikan anti alergi, anti peradangan, dan obat pelega saluran napas. Namun ketiga saran tersebut sebaiknya dilakukan setelah orangtua mendatangi rumah sakit untuk melakukan konsultasi kepada dokter.
-
Bronkitis karena iritan
Namun jika bayi menderita bronkitis karena faktor iritan maka bayi perlu dijauhkan dari hal-hal yang memicu terjadinya iritan. Banyak orang memberi madu karena bagus untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, namun perlu diperhatian sebaiknya madu tidak diberikan kepada bayi dibawah usia satu tahun karena dapat memunculkan risiko botulisme. Botulisme merupakan keracunan yang disebabkan oleh bakteri Clostridium botulinum, yang dapat menyerang sistem saraf bayi bahkan berisiko mengancam jiwa pada bayi.
Selain ketiga poin di atas, perubahan gaya hidup dari lingkungan tinggal bayi juga perlu diperhatian dan diubah untuk mencegah bayi terseran penyakit bronkitis. Beberapa hal yang dapat dilakukan tersebut adalah dengan tidak menyentuh bayi dalam kondisi tangan yang kotor maka pastikan selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum menyentuh bayi, tidak merokok di rumah apalagi di dekat bayi, serta menjauhkan bayi dari orang yang sedang sakit.
Penyakit bronkitis yang diderita bayi memiliki dampak jangka panjang yang berbeda tergantung dari penyebabnya. Banyak orangtua memiliki kecemasan jika bronkitis akan terus diidap bahkan jika si kecil tumbuh dewasa. Pada bronktis yang disebabkan oleh infeksi virus, pada umumnya akan terjadi self limiting yang dapat sembuh dengan sendirinya seiring waktu dan penerapan pola hidup yang sehat pada bayi. Namun jika bayi menderita bronkitis karena iritan, jika iritan dihilangkan dan ada kerusakan ringan, maka umumnya reversible atau dapat sembuh. Lain pula dengan bronkitis akibat faktor alergi maka kemungkinan penyakit akan dapat berulang jika masih ada pemicunya.
Baca Juga: Cara Aman & Mudah Atasi Bronkitis di Rumah
Lakukan langkah yang cermat dan tepat untuk mengatasi dan mengobati bronkitis pada bayi dengan pemeriksaan medis kepada dokter yang ahli. Anda juga dapat melakukan telekonsultasi melakui website atau aplikasi android farmamedisk, yang akan menghubungkan pasien dengan dokter atau penyedia jasa layanan kesehatan. Seluruh layanan kesehatan yang disediakan oleh mitra farmamedisk telah terlisensi secara medis di masing-masing bidang, sehingga si kecil akan mendapat saran atau perawatan yang sesuai dengan kondisi kesehatannya. farmamedisk dapat diakses oleh siapa dan kapan saja, karena farmamedisk; We Bring Clinic to Your Home.

