Tulang merupakan bagian dari sistem gerak atau musculoskeletal yang bekerja sama dengan otot, tendon, ligament, serta jaringan lunak untuk menopang berat badan dan membantu pergerakan tubuh. Dalam anatomi tubuh manusia, tulang menyumbang sekitar 20 persen dari berat badan yang terdiri dari 206 susunan tulang. Namun jumlah tulang pada usia anak-anak lebih banyak, tapi akan menyatu seiring masa pertumbuhannya.
Berdasarkan bentuknya tulang manusia terbagi menjadi lima bentuk, yaitu:
-
Tulang panjang
Tulang panjang memiliki rongga dan berfungsi untuk menopang kerangka tubuh. Beberapa contoh tulang panjang adalah tulang paha atau femur, tulang betis atau fibula, tulang kering atau tibia, tulang telapak kaki atau metatarsal, tulang telapak tangan atau metacarpal, tulang jari-jari atau phalang, dan tulang yang membentuk lengan yakni humerus, ulna, dan radius.
-
Tulang pendek
Tulang pendek memiliki ukuran yang lebar dan berbentuk seperti dadu atau bundar, yang memungkinkan seseorang untuk bergerak. Contoh tulang pendek adalah tulang yang membentuk pergelangan kaki atau tarsal dan tulang yang membentuk pergelangan tangan atau carpal.
Baca Juga: 7 Manfaat Olahraga Skipping dan Cara Melakukannya dengan Benar
-
Tulang pipih
Tulang pipih memiliki ukuran yang sangat tipis dengan bentuk yang sangat bervariasi. Jenis tulang ini memiliki area permukaan untuk melindungi otot yang terdapat pada tulang pipih itu sendiri. Contoh tulang pipih adalah tulang rusuk atau rib, tulang tengkorak atau cranial, tulang dada atau sternum, dan tulang belikat atau scapula.
-
Tulang tidak teratur
Sesuai dengan namanya, tulang ini memiliki bentuk yang tidak teratur seperti misalnya tulang belakang atau vertebrae, tulang sacrum, tulang ekor atau coccygeal, sebagia tulang pembentuk wajah seperti tulang baji atau sphenoid, tulang pipi atau zygomatic, dan tulang ethmoid.
-
Tulang sesamoid
Tulang sesamoid merupakan tulang yang tertanam di tendon, yakni jaringan ikat yang menghubungkan jaringan otot dengan tulang. Tulang sesamoid berbentuk bulat dan dapat ditemukan di tendon tangan, lutut, dan kaki. Jenis tulang ini memiliki fungsi sebagai pelindung tendon dari tekanan pada sendi dan meningkatkan efisiensi sendi. Contoh tulang sesamoid dalam tubuh adalah tulang tempurung lutut atau patella.
Pada dasarnya semua jenis tulang memiliki fungsi dan peranan masing-masing yang penting untuk tubuh dan kesehatan. Salah satu jenis tulang yang penting adalah tulang kering yang termasuk kedalam jenis tulang panjang.
Berikut adalah fungsi tulang kering pada tubuh:
-
Penyambung lutut dan pergelangan kaki
Merupakan fungsi utama dari tulang kering, yang dapat membantu pergerakan pada pergelangan kaki menjadi lebih baik dan optimal.
-
Penyangga otot tungkai kaki
Fungsi tulang kering berikutnya adalah sebagai penyangga otot yang berada pada area tungkai kaki. Otot yang tertopang dengan baik akan membuat pergerakan area kaki menjadi lebih optimal.
-
Penyangga berat badan
Kondisi tulang kering yang sehat mampu membuat kaki menjadi lebih kuat. Dengan demikian kaki akan lebih kokoh untuk menopang berat badan seseorang.
-
Menjaga keseimbangan tubuh
Tulang kering memengaruhi berbagai aktivitas yang dijalani seseorang. Kondisi tulang kering yang sehat dan optimal dapat membuat keseimbangan tubuh terjaga saat melakukan berbagai aktivitas seperti berjalan, berlari, hingga melompat sehingga tidak mudah terjatuh.
-
Penggerak pergelangan kaki
Tulang kering yang sehat juga berperan penting pada pergelangan kaki untuk dapat bergerak bebas.
Baca Juga: Gejala dan Akibat Kekurangan Vitamin D
Mengingat tulang kering memiliki fungsi yang sangat penting bagi tubuh, kesehatan tulang kering perlu dijaga seperti menjaga kesehatan tulang lainnya. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan tulang, antara lain adalah:
-
Mencukupi kebutuhan nutrisi
Beberapa jenis nutrisi yang dapat memperkuat tulang adalah:
-
Protein
Perlu diketahui bahwa 50 persen tulang terbentuk dari protein. Untuk itu memenuhi kebutuhan protein tubuh penting untuk menjaga kesehatan tulang dan pembentukan otot dengan baik. Berdasarkan sebuah studi yang dilakukan selama enam tahun dan melibatkan 144 ribu wanita pascamenopause, didapatkan hasil bahwa dengan mengonsumsi makanan tinggi protein membuat peserta memiliki kepadatan tulang yang baik di area pinggul, tulang belakang, dan tulang tubuh secara keseluruhan.
Yang perlu diperhatikan adalah bahwa kebutuhan protein setiap orang berbeda-beda tergantung jenis kelamin dan usia, serta penting untuk mengetahui agar tidak mengonsumsi protein secara berlebihan.
-
Kalsium
Kalsium memiliki peranan untuk menjaga kesehatan tulang dan sangat efektif untuk pertumbuhan tulang. Kebutuhan kalsium tiap orang akan berbeda-beda, namun rata-rata kebutuhan kalsium yang diperlukan tubuh adalah sebanyak 1.000 mg setiap hari. Namun untuk anak-anak dan remaja membutuhkan 1.300 mg, dan wanita dewasa sebanyak 1.200 mg protein setiap hari. Beberapa jenis makanan yang kaya akan kalsium antara lain adalah kale, sawi hijau, bok choy, okra, salmin, sarden, tongkol, dan kacang-kacangan.
-
Vitamin D dan vitamin K
Vitamin D berperan membantu penyerapan kalsium di dalam tubuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dan remaja yang kekurangan vitamin D pada masa pertumbuhan cenderung memiliki kepadatan tulang yang rendah. Sedangkan vitamin K berfungsi mendukung kesehatan tulang dengan cara memodifikasi osteocalcin, yakni protein yang terlibat dalam pembentukan tulang.
-
Magnesium dan Zinc
Magnesium dapat mengubah vitamin D menjadi lebih aktif sehingga mampu meningkatkan penyerapan kalsium. Sementara Zinc dapat membantu pembentukan sel pembangun tulang dan mencegah kerusakan tulang seiring bertambahnya usia.
-
Banyak mengonsumsi sayuran
Sayuran memiliki kandungan vitamin C yang bertindak sebagai molekul antioksidan sekaligus merangsang sel pembentuk tulang. Hal inilah yang menjadikan sayuran baik dikonsumsi untuk menjaga kepadatan tulang, karena kepadatan tulang yang rendah menjadi ciri umum dari masalah kesehatan tulang seperti osteopenia atau massa tulang rendah dan osteoporosis atau pengeroposan tulang.
-
Olahraga angkat beban
Menjaga kesehatan tulang juga dapat dilakukan dengan rutin melakukan olahraga angkat beban, karena kegiatan ini dapat mendorong pembentukan tulang baru dan mencegah pengeroposan tulang. Terlebih lagi olahraga angkat beban mampu mengurangi risiko peradangan tulang dan meningkatkan kepadatan mineral.
Untuk merasakan manfaat dari olahraga angkat beban, sebaiknya kegiatan ini dilakukan rutin 2 sampai 3 kali dalam seminggu. Selain itu ada alternatif lain yakni jalan santai, jogging, dan naik turun tangga.
-
Tidak merokok dan mengonsumsi alkohol
Kebiasaan buruk merokok dan mengonsumsi alkohol harus ditinggalkan karena dapat memberi pengaruh buruk pada tulang. Bahkan berdasarkan hasil sebuah penelitian, pecandu alkohol memiliki risiko osteoporosis yang lebih tinggi dan kebiasaan merokok dapat mengganggu penyerapan kalsium sehingga berdampak pada kesehatan tulang.
Zat nikotin yang terdapat pada rokok berpotensi mempercepat pengeroposan tulang sebanyak 2 persen setiap tahunnya. Hal ini akan semakin parah pada seorang perokok yang juga gemar mengonsumsi alkohol, maka pengeroposan tulang akan meningkat menjadi 8 persen setiap tahunnya.
Baca Juga: Aneka Rupa Makanan Sumber Vitamin D
Jangan lupa lakukan telekonsultasi melalui website atau aplikasi farmamedisk untuk pemeriksaan kesehatan tulang.

