Download Farma Medis App
Home Artikel Hidup Sehat

Ketahui Penyebab Disentri Sedari Dini

Baca informasi kesehatan dengan tampilan yang lebih nyaman, terstruktur, dan mudah dipahami. Untuk kondisi medis pribadi, tetap konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Ketahui Penyebab Disentri Sedari Dini Hidup Sehat
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Bila keluhan berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Penyakit disentri sering disalahartikan atau disamakan sebagai diare. Meski memiliki gejala yang sama namun disentri dan diare adalah dua jenis penyakit yang berbeda. Disentri adalah suatu kondisi infeksi pada usus yang menyebabkan diare yang disertai darah atau lendir pada feses. Pada umumnya disentri berlangsung selama 3 hingga 7 hari dengan gejala kram perut, mual, muntah, dan juga demam. 

Penyakit disentri bukan termasuk kedalam penyakit yang parah namun tidak boleh diabaikan begitu saja. Disentri tidak hanya menyerang orang dewasa namun juga dapat dialami oleh bayi dan anak-anak. Disentri mudah menyebar karena lingkungan yang tidak higienis sehingga mudah menular pada makanan manusia.

Berdasarkan penyebabnya disentri terbagi menjadi dua, yaitu :

  1. Disentri bakteri

Sesuai Namanya, disentri ini disebabkan oleh berbagai jenis bakteri seperti Campylobacter, E-coli tipe enterohemorrhagic (EHEC), Salmonnella, atau bakteri shigella. Empat jenis bakteri shigella yang menjadi penyebab disentri adalah shigella boydii, shigella sonnei, shigella flexneri, dan shigella dysenteriae. Shigella sonnei adalah bakteri penyebab disentri yang paling umum diderita orang, sedangkan shigella dysenteriae merupakan penyebab disentri yang paling parah.

Beberapa gejala yang dialami jika terserang disentri bakteri antara lain adalah :

  • Muntah-muntah

  • Mengalami demam tinggi antara 39-40 derajat celcius

  • Sakit kram pada bagian perut

  • Merasa sakit saat BAB

  • Berat badan turun drastis

  • Diare mendadak yang disertai darah dan lender

Ada pula gejala lain yang menyerupai ensefalitis dan sepsis seperti kejang, sakit kepala, kaku kuduk, letargi, hingga halusinasi. 

  1. Disentri amuba

Jenis disentri amuba disebabkan oleh ameba atau parasit bersel satu yang bernama entamoeba histolytica. Disentri amuba biasanya lebih sering dialami oleh anak yang berusia kurang dari lima tahun. Disentri amuba dapat menyebabkan penyakit lainnya seperti terjadinya komplikasi pada organ hati berupa abses hati.

Gejala yang dialami jika terserang disentri amuda seperti :

  • Feses yang berlendir dan berdarah

  • Frekuensi BAB kurang dari hingga 10 kali dalam sehari

  • Sakit hingga kram perut yang hebat

Baca Juga: Gejala Disentri Hingga Bahaya Dehidrasi Bagi Tubuh

Kedua jenis disentri yang disebabkan oleh bakteri dan amuba di atas, hidup di feses penderita dan dapat menyebar jika penderita tidak menjaga kebersihan diri dengan baik. penyebaran disentri dapat terjadi jika tidak membersihkan atau mencuci tangan sampai benar-benar bersih. Sebagai contoh jika tangan tidak dicuci dengan bersih setelah dari toilet maka bakteri akan menempel pada permukaan benda yang tersentuh setelah dari toilet. Hal ini akan berkaitan pada orang lain, jika orang lain menyentuh permukaan benda tersebut, dan secara tidak sengaja bakteri akan masuk ke mulut tersebut jika orang itu tidak mencuci tangah sebelum menyentuh mulutnya. Bakteri kemudian akan menggandakan diri dan menyerang sel di usus besar, hingga menimbulkan gejala disentri. 

Berdasarkan data World Health Organization (WHO), kebanyakan kasus penyakit disentri disebabkan oleh bakteri shigella. Hampir 1,1 juta kematian penduduk dunia setiap tahunnya diakibatkan oleh disentri. Ironinya 60 persen dari jumlah tersebut, korbannya adalah balita dan anak-anak. Bakteri dan ameba penyebab disentri juga dapat menyebar melalui makanan dan air yang terkontaminasi oleh kotoran manusia. Namun hal ini hanya akan terjadi jika area kebersihannya benar-benar buruk. Penyebaran juga rentan terjadi di daerah dengan keterbatasan air bersih yang tempat pembuangan limbahnya tidak memadai. 

Penyakit disentri dalam didiagnosa dari beberapa cara seperti konsultasi medis, pemeriksaan fisik, hingga dilakukannya pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan sampel feses untuk menyetahui penyebab disentri, pemeriksaan sampel darah dan USG perut jika didapati hasil komplikasi disentri amuba berupa abses hati, serta pemeriksaan kolonoskopi yang dilakukan untuk mengetahui kondisi usus besar. 

Baca Juga: Cara-cara Mencegah Disentri Secara Alami

Meski bukan tergolong penyakit parah namun disentri dapat menimbulkan komplikasi pada penderita yang terlambat memperoleh penanganan intensif. Hal ini dikarenakan diare belum sembuh total sehingga dapat memicu dehidrasi yang berujung pada kematian. Beberapa komplikasi yang disebabkan oleh disenteri adalah sindrom hemolitik uremik yang disebabkan karena bakteri shigella dysenteriae menghasilkan toxin yang merusak sel darah merah, infeksi darah yang dapat dialami penderita dengan imun tubuh rendah seperti penyakit kanker atau HIV/AIDS, mengalami kejang-kejang, post infectious arthritis yang diakibatkan infeksi bakteri shigella flexneri hingga gejalanya masih terasa sampai beberapa bulan bahkan bertahun-tahun setelah mengalami disentri yang meliputi iritasi mata, nyeri sendi, dan rasa nyeri saat buang air kecil, hingga komplikasi abses hati yang disebabkan oleh disentri amuba dan dapat menyebar parah hingga ke otak dan paru-paru. Disentri dalam jangka panjang yang tidak ditangani, bahkan dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lebih menghawatirkan. 

Banyak orang mengabaikan untuk memeriksakan diri ke dokter karena penyakit disentri, namun seseorang perlu menghubungi dokter jika sudah mengalami gejala-gejala yang parah seperti diare parah hingga disertai darah pada feses, merasakan sakit saat buang air besar, muntah yang terjadi terus menerus, demam tinggi, penurunan berat badan secara drastic, serta merasakan gejala dehidrsi seperti sangat kehausan, pusing, dan jantung berdebar.

Penyakit disentri dapat diatasi dengan beberapa cara agar tidak berlanjut menghasilkan masalah kesehatan yang lebih serius. Cara-cara yang dapat dilakukan sebagai penanganan disentri adalah dengan mengonsumsi oralit yang berfungsi meminimalkan risiko dehidrasi, terutama jika penderita disentri sudah mengalami gejala muntah dan buang air besar berkali-kali. Cara berikutnya adalah dengan mengonsumsi obat antibiotik yang bertujuan untuk membasmi bakteri penyebab disentri, serta menambah asupan makanan yang bergizi bagi tubuh untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan mempercepat proses sembuh. 

Baca Juga: Inilah Ciri-Ciri Disentri Mulai Sembuh

Meski ada beberapa cara untuk mengatasi disentri, namun istilah mencegah lebih baik daripada mengobati sangat pantas diterapkan untuk penyakit disentri ini. Maka lakukan hal-hal yang dapat mencegah penyakit disendiri, seperti selalu menjaga kebersihan lingkungan rumah, selalu membersihkan peralatan makan terutama yang digunakan setiap hati, mengonsumsi makanan dan minuman yang higienis, mengurangi kebiasaan jajan makanan yang tidak terjamin kebersihan dan kesehatanya, memulai untuk membuat camilan sendiri yang sehat dan higienis, membersihkan kamar mandi secara teratur untuk menghindari perkembangbiakan bakteri, membatasi kontak fisik dengan orang yang sedang mengalami disentri, serta menjaga kebersihan diri dengan membiasakan selalu mencuci tangan sebelum dan setelah beraktivitas hingga tidak ada bakteri yang menempel pada tangan.

Jangan ragu untuk melakukan konsultasi pada dokter yang terlisensi di bidangnya masing-masing, seperti telekonsultasi melalui Oke Klinik yang dapat diakses dari aplikasi atau mengunjungi website www.farmamedisk.com. Oke Klinik tidak menyediakan layanan jasa kesehatan, namun berupa aplikasi yang dapat menghubungkan pasien dengan mitra atau rekanan penyedia jasa kesehatan. 

Saat ini Oke Klinik menyediakan fasilitas berupa telekonsultasi, paket corona care, dan layanan Test Covid Homecare ataupun PCR. Sementara beberapa fasiltas lain yang akan segera hadir adalah reservasi klinik atau rumah sakit, reservasi tes laboraturium, reservasi layanan homecare, dan e-nursing

Farma AI
Farma AI
Tanya Obat 24/7
Farma AI
Farma AI 24/7
Asisten Apoteker FarmaMedis
Halo! πŸ‘‹ Saya Farma AI. Ada yang bisa saya bantu terkait informasi obat, dosis, atau keluhan kesehatan Anda?