Daya tahan tubuh memiliki peranan yang besar untuk melindungi tubuh dari bakteri, virus, parasite, atau jamur penyebab penyakit. Jika imunitas tubuh lemah maka tubuh tidak akan mampu melawan berbagai mikroogranisme penyebab penyakit, sehingga tubuh akan lebih rentan terserang berbagai penyakit. Untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak rentan terhadap serangan penyakit, dapat dilakukan dengan cara mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin dan mineral. Berikut adalah beberapa jenis vitamin dan mineral yang mampu membantu menjaga dan mempertahankan daya tahan tubuh agar tidak lemah :
-
Vitamin C
Vitamin C yang memiliki nama lain asam askorbat berperan penting bagi kesehatan tubuh. Asam askorbat merupakan antioksidan terbaik yang mampu melawan efek radikal bebas sehingga dapat membantu menurunkan risiko berbagai penyakit kronis tertentu seperti diabetes, obesitas, hingga penyakit kanker. Vitamin C juga sebagai pemelihara daya tahan tubuh juga dapat mempercepat proses pemulihan masa sakit. Setiap tubuh membutuhkan Vitamin C agar dapat menjalani berbagai fungsi yang baik untuk kesehatan, namun disayangkan Vitamin C tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh melainkan harus dipenuhi kebutuhannya dari asupan makanan.
Kebutuhan harian Vitamin C tiap orang akan berbeda-beda tergantung usia, jenis kelamin, dan aktivitas yang dilakukannya. Namun bagi perempuan dewasa disarankan untuk mencukupi vitamin C sebanyak 75 mg setiap hari dan 90 mg vitamin C setiap hari bagi pria dewasa yang berusia diatas 19 tahun. Sumber vitamin C dapat ditemukan dari berbagai jenis buah dan sayuran, seperti buah-buahan yang kaya asam askorbat antara lain adalah jambu biji, pepaya, kiwi, jeruk, stroberi, nanas, mangga, blackcurrant, dan lemon. Sementara sayuran yang kaya akan vitamin C bisa didapati dari brokoli, kale, cabai, paprika kuning, peterseli, bayam jepang, kubis brussel, timi, seledri, dan kembang kol.
Baca Juga : Kebutuhan Dosis dan Hasil Suntik Vitamin C
-
Vitamin E
Pada berbagai penelitian yang sudah dilakukan, Vitamin E mampu meningkatkan produksi antibodi untuk melawan beberapa penyakit, memiliki efek anti-inflamasi, serta sebagai antioksidan untuk menangkal radikal bebas yang bisa melemahkan sistem imunitas tubuh. berdasarakan Medical Nesw today, vitamin E sebagai antioksidan bahkan dapat membantu tubuh melawan radikal bebas penyebab penyakit kanker. Vitamin E juga mampu membantu menetralkan radikal bebas dan efeknya dengan memberi electron dan menjadikannya tidak terlalu reaktif lagi. Vitamin E merupakan bagian dari hampir 200 reaksi biokimia dalam tubuh yang sangat penting dalam cara kerja sistem kekebalan tubuh.
Setiap orang memiliki kebutuhan vitamin E yang berbeda-beda setiap harinya berdasarkan usia, jenis kelamin, dan aktivitas fisik yang dilakukannya. Namun pada umumnya anak-anak usia 4 sampai 8 tahun membutuhkan 7 mg vitamin E, remaja berusia 9 sampai 13 tahun membutuhkan 11 mg, dan orang dewasa berusia 19 tahun ketas membutuhkan vitamin E sebanyak 15 mg setiap harinya. Kandungan vitamin E banyak terdapat pada biji-bijian. Adapun jenis asupan yang kaya akan vitamin E antara lain adalah mintak biji gandum, biji bunga matahari, kacang almond, minyak hazelnut, minyak sawo besar, minyak biji bunga matahari, minyak almond, kacang pinus dan kacang tanah, buah alpukat, mangga, kiri, serta makanan laut seperti kerang dan ikan salmon.
-
Vitamin A
Vitamin A berfungsi dalam menjaga sistem daya tahan tubuh. Hal ini dikarenakan vitamin A memiliki peranan penting dalam membantu produksi sel darah putih atau leukosit. Sel darah putih itu sendiri diproduksi oleh sumsum tulang dan diedarkan ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Leukosit adalah bagian penting dari imunitas tubuh yang berfungsi untuk menghasilkan antibodi yang mampu melawan virus, jamur, bakteri, serta parasite yang menyebabkan penyakit masuk ke dalam tubuh.
Kebutuhan harian vitamin A berdasarkan usia terbagi menjadi :
Baca Juga : Gejala dan Akibat Kekurangan Vitamin D
-
Balita sebanyak 400 IU
-
Anak usia 4-9 tahun sebanyak 450-500 IU
-
Remaja dan orang dewasa sebanyak 600-650 IU
-
Ibu hamil dan menyusui sebanyak 900-950 IU
Selain wortel, beberapa makanan yang dapat dijadikan sumber vitamin A dan memiliki kandungan yang cukup tinggi antara lain adalah hati sapi, minyak hati ikan kod, ubi jalar, kacang polong, bayam, brokoli, paprika merah, mangga, melon, dan tomat.
-
Vitamin D
Selain diketahui memiliki manfaat untuk membantu pertumbuhan tulang dan gigi, vitamin D juga berfungsi menjaga dan meningkatkan sistem imun tubuh. Vitamin D sering dikombinasikan bersamaan dengan vitamin dan mineral lainnya untuk memaksimalkan fungsi meningkatkan imunitas tubuh. Berbeda dari jenis vitamin lainnya, vitamin D dapat diproduksi oleh tubuh seperti dari paparan sinar matahari langsung. Namun kecupkan vitamin D juga dapat diperoleh dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan kandungan vitamin ini dari ikan-ikanan seperti ikan salmon, ikan haring dan sarden, minyak hati ikan kod, ikan tuna. Selain dari beberapa jenis ikan tersebt vitamin D juga dapat diperoleh dari kuning telur, jamur, susu sapi, susu kedelai, jus jeruk, serta sereal dan oatmeal.
-
Asam Folat
Peranan asam folat dalam menjaga daya tahan tubuh adalah dalam proses pembentukan sel darah merah dan sel darah putih, yang menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh hingga akhirnya mampu menahan virus penyerang tubuh. asam folat sebagai stimulant pada tubuh untuk pembentukan imunitas ini dapat diperoleh dengan cara mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan asam folat. Adapun beberapa jenis makanan yang kaya akan asam folat antara lain adalah asparagus, telur, sayur-sayuran berwarna hijau, kubis, buah bit, sitrus, alpukat, pisang, salmon, kepiting, serta sereal dan oatmeal.
Baca Juga : Manfaat dan Ragam Serba Serbi Suntik Vitamin C
-
Zat Besi
Zat besi memiliki pernan penting bagi tubuh untuk pembentukan hemoglobin yang merupakan protein khusus pada sel darah darah merah untuk mengikat oksigen. Jika jumlah hemoglobin rendah, maka sel darah merah tidak dapat membawa cukup oksigen ke seluruh tubuh. selain mencegah berbagai penyakit akibat kekurangan zat besi seperi anemia, zat besi juga bermanfaat meningkatkan sistem imunitas tubuh. rekomendasi kebutuhan zat besi harian pria dewasa adalah 24 mg dan wanita dewasa sebanyak 25 mg. Beberapa asupan yang dapat dijadikan sumber zat besi untuk tubuh antara lain adalah daging merah, jeroan, aneka sayuran hijau, makanan laut, tahu, biji buah labu, dan aneka kacang-kacangan.
-
Selenium
Selenium bermanfaat untuk meningkatkan imunitas tubuh karena memiliki sifat antioksidan yang kuat, sehingga mampu mengurangi peradangan dan melindungi sel-sel imun dari kerusakan. Selain itu selenium juga mampu meningkatkan respons imun dalam melawan infeksi. Selenium dapat ditemukan pada banyak jenis makanan seperti tuna, udang, salmon, sarden, makarel, sotong, kacang brazil, daging babi, daging sapi, daging ayam, tahu, jamur, pasta gandum utuh, telur, biji bunga matahari, daging kelapa, biji wijen, serta bayam.

