Download Farma Medis App
Home Artikel Hidup Sehat

Ketahui Vitamin Untuk Mata dan Penyakit Mata Yang Umum Terjadi

Baca informasi kesehatan dengan tampilan yang lebih nyaman, terstruktur, dan mudah dipahami. Untuk kondisi medis pribadi, tetap konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Ketahui Vitamin Untuk Mata dan Penyakit Mata Yang Umum Terjadi Hidup Sehat
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Bila keluhan berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Seperti anggota tubuh yang lain, mata sebagai indera penglihatan manusia juga membutuhkan vitamin agar selalu terjaga kesehatannya dan terlindungi dari gangguan penglihatan. Bukan hanya Vitamin A namun ternyata masih banyak vitamin lain yang dibutuhkan oleh mata kita. Apa saja jenis-jenis vitamin tersebut? Simak dan baca artikel berikut.

  1. Vitamin A 

Sudah menjadi rahasia umum jika Vitamin A sangat baik untuk menjaga kesehatan mata. Sebab vitamin ini mampu mencukupi kebutuhan nutrisi yang mampu melindungi mata dari kerusakan sel, menjada penglihatan agar tetap tajam dan menurunkan risiko datangnya berbagai penyakit mata seperti katarak ataupun degenerasi makula akibat pertambahan usia.

Berdasarkan laporan Journal of American Medical Association of Opthamaology, kita membutuhkan Vitamin A yang cukup untuk mencegah xerophthalmia yakni kekeringan pada mata yang disebabkan karena kurangnya asupan Vitamin A. 

Vitamin A juga berperan penting dalam pembentukan rhodopsin yakni sejenis protein pada mata yang membuat kita tetap bisa melihat benda dalam kondisi sedikit cahaya. 

Adapun kebutuhan Vitamin A bisa didapatkan dari berbagai sayur dan buah yang berwarna merah dan orange seperti wortel, labu, apel, pepaya, tomat dan semangka.

Baca Juga : Kedutan Mata Kiri Bawah Menurut Medis

  1. Vitamin C

Antioksidan Vitamin C dibutuhkan tubuh bukan untuk menjaga kestabilan imunitas seseorang saja namun juga turut membantu melindungi penglihatan. Para ahli di Oregon Health and Science University bahkan mengklaim bahwa Vitamin C mampu meningkatkan fungsi sel-sel pada retina mata.

Selain itu Vitamin C juga dapat melindungi mata dari kerusakan oksidatif seperti katarak kortikalis dan nuklearis. Katarak kortikalis akan berkembang dari bagian tepi lensa, sedangkan katarak nuklearis terjadi pada pusat atau bagian inti lensa mata.

Beberapa makanan yang mengandung Vitamin C untuk kesehatan mata bisa didapatkan dari jeruk, brokoli, kubis, blackberry serta anggur. 

  1. Vitamin E

Tiga sertangkai Vitamin A, Vitamin C dan Vitamin C akan bekerjasama menjaga sel dan jaringan mata agar tetap kuat dan terlindungi dari efek peradangan. Pada sebuah penelitian ditahun 2008 yang melibatkan sebanyak 35.000 orang dewasa, didapatkan hasil bahwa mereka yang memiliki tingkat Vitamin E dan lutein yang tinggi, memiliki risiko katarak lebih rendah dibanding dengan mereka yang mendapat sedikit asupan Vitamin E.

Vitamin E bisa didapatkan dari minyak nabati seperti minyak kelapa, zaitun dan margarin, sayur-sayuran yang berwarna hijau, jenis kacang-kacangan seperti kedelai dan almond, makanan laut seperti ikan salmon, udang dan kerrang, buah-buahan seperti kiwi, mangga, alpukat, jambu, dan masih banyak lagi.

  1. Lutein

Lutein yang merupakan antioksidan yang sering disebut sebagai vitamin mata ini mampu menurunkan risiko degenerasi makula sampai dengan 43 persen,jika dikonsumsi setiap hari sebanyak 6 mg. 

Lutein bisa ditemukan pada berbagai sayuran hijau, kuning telur, buah sitrus seperti jeruk, lemon dan anggur, serta sayur-sayuran yang berwarna orange.  

  1. Zeaxanthin

Seperti fungsi lutein untuk mata, Zeaxanthin jugadapat membantu melindungi jaringan mata, lensa dan makula yang membuat penglihatan menjadi tajam, menjaga sensitivitas cahaya, serta mengurangi risiko gangguan mata seperti katarak. 

Zeaxanthin terkandung dalam sayur-sayuran yang berwarna hijau seperti bayam, brokoli, kacangpolong, buncis, labu, asparagus serta selada. Selain itu Zeaxanthin juga bisa didapatkan dari lobak hijau, jagung manis, telur, jeruk, dan wortel.

Baca Juga : Bukan Mitos! Ini Arti dan Penyebab Kedutan Mata Kiri Atas

  1. Zinc

Zinc merupakan salah satu nutrisi yang sangat penting untuk membantu melawan peradangan dan kerusakan sel. Kombinasi Zinc dengan vitamin lain dalam tubuh akan membantu melindungi retina mata dan berperan menurunkan risiko degenerasi makula. Zinc juga sangat menguntungan bagi jaringan mata karena berperan penting dalam pembelahan dan pertumbuhan sel, menjaga kesehatan sirkulasi, menyeimbangkan hormone dan mencegah reaksi autoimun, serta mengendalikan inflamasi sitokin yang bisa menyerang jaringan. 

Beberapa makanan yang mengandung zinc tinggi antara lain adalah daging sapi, makanan laut seperti kerang, kepiting dan udang, kacang-kacangan, buncis, labu, wijen, aneka susu dan produknya, keju, telur, kentang dan kangkung.

  1. Asam Lemak Omega-3

Manfaat dari asam lemak omega-3 sangat luar biasa untuk kesehatan seperti menstabilkan kadar gula dara yang menurunkan respons inflamasi, membantu melawan kerusakan mata yang disebabkan oleh penyakit diabetes, serta meningkatkan sirkulasi dan membantu menghentikan sel untuk bermutasi. 

Asam lemak omega-3 bisa didapatkan dari berbagai jenis minyak sehat seperti minyak nabati, minyak argan, minyak kanola dan minyak biji rami. Asam lemak omega-3 juga terkandung pada berbagai jenis ikan seperti ikan salmon, ikan tuna, ikan sarden dan masih banyak lagi.

Rajin mengkonsumsi jenis-jenis vitamin di atas untuk kesehatan mata memang sangat penting, sebab jika tidak terpenuhi dengan baik maka bisa saja mengalami gangguan mata yang berdampak pada indera penglihatan kita. Berikut adalah beberapa penyakit mata yang banyak dialami oleh orang Indonesia :

  1. Katarak 

Perlu diketahui bersama, katarak merupakan penyakit yang menjadi penyebab kebutaan nomer satu di Indonesia. Katarak membuat lensa mata keruh sehingga mengakibatkan penglihatan menjadi kabur. Pada umumnya katarak dialami oleh mereka yang berusia diatas 60 tahun, namun ada pula kasus katarak yang terjadi pada usia yang lebih muda bahkan pada bayi yang baru lahir.

  1. Penglihatan buram

Penglihatan buram atau kelainan refraksi akan membuat yang mengalaminya kesulitan untuk melihat dengan jernih karena fokus mata tidak jatuh pada titik yang seharusnya. Seharusnya fokus cahaya atau bayangan objek yang ditangkap mata akan jatuh pada retina. Namun bagi penderita penglihatan buran, fokus cahaya tidak jatuh tepat di retina sehingga objek yang dilihat akan tampak tidak jelas. Namun kelainan refraksi bisa juga disebabkan karena berubahnya bentuk kornea atau penuaan lensa akibat usia.

Baca Juga : Manfaat dan Ragam Serba Serbi Suntik Vitamin C

  1. Glaukoma

Penyakit glaukoma terjadi karena kerusakan pada saraf optik mata sehingga yang mengalaminya akan merasakan gangguan penglihatan hingga terparahnya mengalami kebutaan. Adapun kerusakan saraf optik disebabkan meningkatnya tekanan di dalam bola mata karena terdapat timbunan cairan di dalam mata. Pengobatan yang bisa dilakukan oleh para penderita glaukoma adalah dengan rutin menggunakan obat tetes mata untuk mengurangi tekanan dalam bola mata, hingga penanganan serius seperti operasi baik laser ataupun operasi mata konvensional.

  1. Konjungtivitis

Cara mudah untuk mengetahui mata yang mengalami konjungtivitis adalah jika mata terlihat merah, berair, perih dan terasa gatal. Hal ini terjadi karena jaringan lunak di sekitar mata tengah meradang. Konjungtivitis bisa disebabkan oleh alergi, infeksi ataupun iritasi. Namun jika disebabkan oleh infeksi bakteri maka kondisi mata bisa menjadi bernanah, yang kemudian menjadi penyabab sakit mata pada anak juga orang dewasa.

Cegah dan minimalisir risiko penyakit mata dengan mengkonsumsi vitamin yang dibutuhkan oleh mata. Segera periksa mata dan konsultasikan kepada dokter jika sudah mengalami hal yang mengganggu indera penglihatan kamu. Download aplikasi Oke Klinik, agar kamu bisa melakukan konsultasi online, kapan dan dimanapun kamu berada. 

Farma AI
Farma AI
Tanya Obat 24/7
Farma AI
Farma AI 24/7
Asisten Apoteker FarmaMedis
Halo! πŸ‘‹ Saya Farma AI. Ada yang bisa saya bantu terkait informasi obat, dosis, atau keluhan kesehatan Anda?