Mencegah penyakit anemia adalah hal yang penting untuk diketahui demi menjaga kesehatan tubuh. Anemia adalah penyakit kurangnya kadar hemoglobin atau sel darah merah sehat pada tubuh. Padahal sel darah merah memiliki peranan penting sebagai pembawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Jika hemoglobin berada dalam kadar yang rendah maka akan berdampak pada oksigen dalam darah yang juga menjadi rendah.
Saat ini sudah terdapat beberapa cara yang dapat mengobati anemia. Namun bagi kamu yang bukan penderita anemia, ada baiknya mengetahui cara mencegah diri dari kekurangan sel darah merah. Berikut ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mencegah diri agar tidak mengalami kekurangan sel darah merah :
-
Asupan yang kaya zat besi
Mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi dapat menurunkan risiko terkena anemia defisiensi besi, sehingga sel darah merah sehat tetap dalam kadar yang normal dan mampu menjalankan fungsinya dengan baik. Zat besi sangat diperlukan tubuh sebagai penghasil hemoglobin, yang merupakan pemberi warna merah pada sel darah merah dan bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh.
Memakan asupan yang kaya akan zat besi dapat menjadi salah satu cara untuk mencegah penyakit anemia. Adapun sumber zat besi tinggi dapat diperoleh dari beberapa jenis makanan berikut yang jika masing-masing memiliki berat 100 gram:
-
Hati atau jeroan sapi
Jeroan sapi seperti hati, ginjal, otak, dan jantung memiliki kandungan zat besi yang cukup tinggi. Pada hati sapi berukuran 100 gram setidaknya mengandung 6,5 mg zat besi yang dapat mencukupi kebutuhan harian zat besi hingga 36 persen.
-
Kerang
Pada takaran kerang sebanyak 100 gram, mengandung 3 mg zat besi yang mampu melengkapi kebutuhan zat besi harian sebesar 17 persen. Tak hanya itu pada kerang berukuran 100 gram juga terdapat 26 gram protein, 24 persen kebutuhan vitamin C harian, dan 4,125 persen kebutuhan harian vitamin B12.
-
Bayam
Sayuran hijau yang satu ini mampu mencukupi kebutuhan zat besi harian hingga 15 persen karena mengandung 2,7 mg zat besi pada bayam mentah yang berukuran 100 gram. Bayam juga kaya akan vitamin C yang secara signifikan mampu meningkatkan penyerapan zat besi itu sendiri.
-
Daging merah
Daging sapi giling seberat 100 gram atau 3,5 ons memiliki kandungan 2,7 mg zat besi yang dapat mencukupi kebutuhan harian sebanyak 15 persen. Selain itu daging merah juga kaya akan protein hewani, seng, selenium dan beberapa vitamin B.
Selain sumber di atas, zat besi juga dapat diperoleh dari jenis kacang-kacangan, brokoli, daging kalkun, dark chocolate, dan tahu
Baca Juga: Kenali Gejala Anemia Sedari Dini
-
Asupan mengandung vitamin B12
Vitamin B12 merupakan nutrisi penting untuk membantu menjaga kesehatan saraf, membuat DNA, dan berperan penting dalam pembentukan sel darah merah sehat. Berdasarkan Angka Kebutuhan Gizi dari Kemenkes, orang dewasa membutuhkan vitamin B12 sebanyak 2,6 mcg setiap hari untuk kesehatan tubuh yang dapat dijadikan langkah sebagai pencegah anemia.
Beberapa sumber vitamin B12 yang dapat dikonsumsi sehari-hari antara lain adalah hati hewan baik ayam ataupun sapi, beberapa hewan laut seperti kerang dan ikan, daging dan ungags, telur, serta susu dan produk susu lainnya yang mengandung vitamin B12.
-
Asupan mengandung vitamin B9
Vitamin B9 atau asam folat berperan dalam tubuh membuat sel-sel baru, termasuk sel darah merah baru untuk menggantikan sel darah merah yang mati. Hal inilah yang menjadikan asam folat turut memegang peranan sebagai pencegah anemia. Kebutuhan asam folat bagi orang dewasa adalah sebanyak 400 mcg setiap hari untuk mencegah defisiensi nutrisi dan menurunkan risiko anemia.
Asam folat bisa didapatkan dalam bentuk suplemen atau obat, namun banyak pula makanan yang dapat dikonsumsi karena mengandung vitamin B9 yang tinggi sepeti polong-polongan, asparagus, telur, sauran hijau seperti bayam, kale, dan brokoli, buah bit, jeruk, serta kacang-kacangan dan biji-bijian.
-
Konsumsi makanan mengandung vitamin C
Kecukupan tubuh akan vitamin C memang diperlukan karena vitamin ini mampun menjadi pencegahan anemia secara alami. Pada orang dewasa dibutuhkan setidaknya 75 mg vitamin C setiap hari untuk menjaga kesehatan sel darah dan fungsi tubuh lainnya agar tetap sehat. Selain itu vitamin ini juga berperan penting dalam penyerapan zat besi di dalam usus halus.
Beberapa sumber vitamin C yang bisa melengkapi kebutuhan harianmu antara lain adalah buah-buahan seperti jambu biji, pepaya, jeruk, kiwi, stroberi, nanas, mangga, lemon, dan blackcurrant. Vitamin C juga bisa didapatkan dari berbagai sayuran yang kaya akan vitamin C seperti brokoli, kale, paprika kuning, cabai, bayam, peterseli, kubis, seledri, dan kembang kol.
Baca Juga: Waspadai Anemia Pada Kehamilan
-
Berhenti minum alkohol
Alkohol memberi dampak yang tidak baik pada tubuh karena menyebabkan nutrisi dari makanan lain tidak dapat terserah dengan baik oleh tubuh. Selain itu minuman beralkohol juga dapat menurunkan produksi sel darah merah di sumsum tulang. Nutrisi yang banyak berkurang karena minum alkohol adalah vitamin B12 dan asam folat yang memegang pernan penting untuk sel darah merah.
-
Memakai KB hormon
Hormon yang tidak seimbang dapat menyebabkan penebalan rahim secara berlebihan hingga dapat mengakibatkan perdarahan menstruasi yang lebih parah. Kehilangan darah dalam volume banyak inilah yang kemudian menjadikan perempuan lebih rentan mengalami anemia.
Beberapa cara di atas adalah hal yang dapat dilakukan sebagai langkah pencegah anemia. Perlu diketahui pula, anemia terbagi ke dalam beberapa jenis yaitu anemia defisiensi zat besi yang disebabkan kurangnya asupan zat besi pada tubuh, anemia defisiensi asam folat karena kekurangan asam folat, anemia aplastik dikarenakan rusaknya sel-sel induk yang berada di sumsum tulang, anemia fanconi dari faktor genetik yang mencegah sumsum tulang menghasilkan sel darah putih, sel darah merah, dan keping darah, anemia hemolitik yang terjadi pada kondisi sumsum tulang tidak dapat membuat sel darah merah yang baru, anemia pernisiosa yang disebabkan kurangnya asupan vitamin B12, dan anemia sel sabit yang diakibatkan karena kelainan genetik hingga menyebabkan bentuk sel darah merah yang seharusnya bundar lentur menjadi bentuk sabit yang kaku dan mudah menempel pada pembuluh darah kecil.
Baca Juga: Penyebab Anemia Yang Umum Terjadi
Gejala anemia dapat dirasakan berbeda-beda oleh penderitanya, sesuai dengan jenis anemia yang dialami dan kondisi kesehatan. Namun gejala anemia yang paling umum dirasakan banyak orang adalah sering merasa lelah, sakit kepala dan sakit dada, kulit yang menjadi pucat, kuku yang mudah patah, serta rambut yang gampang rontok.
Gunakan Oke Klinik melalui aplikasi atau website, untuk memudahkan kamu melalukan tele konsultasi dengan dokter atau penyedia jasa kesehatan, karena seluruh layanan kesehatan mitra Oke Klinik sudah terlisensi resmi menurut bidangnya masing-masing. Oke Klinik bukan penyedia layanan jasa kesehatan namun akan menghadirkan fasilitas reservasi klinik atau rumah sakit, reservasi tes laboraturium, reservasi layanan home care, dan e-nursing

