Download Farma Medis App
Home Artikel Hidup Sehat

Lebaran Banyak Snack, Tapi Ingat…Tetap Jaga Kesehatan !

Baca informasi kesehatan dengan tampilan yang lebih nyaman, terstruktur, dan mudah dipahami. Untuk kondisi medis pribadi, tetap konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Lebaran Banyak Snack, Tapi Ingat…Tetap Jaga Kesehatan ! Hidup Sehat
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Bila keluhan berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

 

Berbagai snack kering maupun basah yang disuguhkan selama perayaan  Hari Lebaran, bila dikonsumsi secara berlebihan,  dapat meningkatkan kadar gula darah, kolesterol, asam urat dan lain-lain. Jadi, meski Lebaran banyak snack, tetap jagalah kesehatan.  

Perayaan Hari Lebaran ditandai dengan banyak snack yang tersaji di atas meja. Dari jenis kue kering, sebutlah misalnya nastar, putri salju,  kaastengels, kue kacang, kue coklat, kue mentega, vanilla dates cookies, biji ketapang, choco chips, kue sagu, kembang goyang. 

Sedangkan dari jenis kue basah yang selalu disajikan dalam perayaan Lebaran adalah, diantaranya, kue lapis legit, brownies, tart, chiffon cake, bolu karamel, prol tape, tiramisu, bolu gulung, spikoe, dan bolu marmer.   

Hari-hari selama masa liburan Lebaran yang dipenuhi dengan banyak snack kering maupun basah tetap harus bisa dikendalikan, supaya kamu tetap menjaga kesehatan. 

Baca Juga: Inilah Pantangan Makanan dan Minuman Untuk Diabetes

Dampak mengonsumsi snack manis berlebihan

Keinginan untuk makan makanan yang manis selama Lebaran biasanya dipicu karena banyak  snack manis yang berjejer di atas meja. Selain itu, saat tubuh sedang kelelahan atau kekurangan energi, otak akan merangsang munculnya rasa lapar dan dorongan untuk mengonsumsi makanan atau minuman yang manis-manis. Hal itu, menurut penelitian, adalah respons alami tubuh untuk mencukupi kebutuhan energi.

Namun, merayakan Lebaran dengan terlampau banyak snack manis dengan kandungan gula tinggi, yang dikonsumsi secara berlebihan,  dapat meningkatkan risiko terjadinya diabetes tipe 2, obesitas, jantung, kerusakan gigi, jerawat, dan penyakit gusi.

Selain itu, makan gula dalam jumlah berlebihan juga dapat meningkatkan penyakit kanker. Dilansir Kompas, sebuah studi di lebih dari 430.000 orang menemukan bahwa konsumsi gula tambahan secara positif terkait dengan peningkatan risiko kanker kerongkongan, kanker pleura, dan kanker usus kecil. 

Studi lain menunjukkan bahwa wanita yang mengonsumsi roti manis dan kue kering lebih dari tiga kali per minggu 1,42 kali lebih mungkin terkena kanker endometrium dibandingkan wanita yang mengonsumsi makanan ini kurang dari 0,5 kali per minggu. Penelitian tentang hubungan antara asupan gula tambahan dan kanker sedang berlangsung, dan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami sepenuhnya hubungan kompleks ini.
Batas wajar konsumsi gula per hari 

Pada setiap kunjungan silaturahmi dan halal bihalal selama Lebaran,  biasanya banyak snack manis tersedia. Untuk tetap menjaga kesehatan, cobalah batasi gula yang kamu konsumsi selama masa libur Lebaran.   

Batas konsumsi gula dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia per orang dalam sehari yaitu 50 gram gula. Atau setara dengan 5 – 9 sendok teh. Jumlah tersebut adalah 10% dari total kebutuhan kalori per hari (200 kkal). 

Sementara menurut American Heart Association (AHA), batas konsumsi gula per hari untuk pria dan wanita berbeda. Untuk pria adalah  37,5 gram atau 9 sendok teh atau 150 kalori per hari. Sedangkan untuk wanita, adalah  25 gram atau 6 sendok teh, atau 100 kalori per hari. Sementara untuk anak-anak usia 2 hingga 18 tahun adalah sebanyak 24 gram atau 6 sendok teh.

Baca Juga: Cara Hitung Kalori Makanan Untuk Diet

Lebaran dengan memperbanyak snack sehat

Agar tetap menjaga kesehatan selama Lebaran, beberapa tips berikut bisa dicoba. Baik itu untuk Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, maupun perayaan hari-hari  besar keagamaan lainnya.

  1. Kue kering rendah lemak  

Bahan baku untuk membuat kue kering rendah lemak dapat diperoleh di pasaran saat ini. Misalnya adalah mentega atau margarin yang rendah lemak. Meski Lebaran banyak snack, namun kamu tetap bisa jaga kesehatan dengan memilih mentega rendah lemak untuk kue-kue kering. Selain itu juga bisa ditambahkan dengan kacang-kacangan. 

  1. Kacang-Kacangan

Kacang-kacangan bisa menjadi snack sehat Lebaran karena memiliki kandungan serat, protein nabati dan fitonutrien yang tinggi. Selama Lebaran, banyak snack dari kacang-kacangan yang bisa dimakan untuk tetap menjaga kesehatan.  Pilihannya adalah  kacang tanah, kacang mede, kacang pistachio, kacang almond. Namun tetap jangan berlebihan saat makan kacang. 

  1. Salad buah

Salad buah dapat dijadikan sebagai snack juga selama Lebaran. Buah-buahan merupakan sumber gula yang alami. Selain itu juga mengandung vitamin, mineral, dan serat yang dibutuhkan tubuh. Selama Lebaran, banyak snack dan makanan tinggi lemak yang dimakan. Agar tetap menjaga kesehatan, salad buah dapat menjadi makanan yang menetralisirnya.  

  1. Buah kering

Buah-buahan yang dikeringkan seperti kismis, kurma, prune, dapat menjadi snack sehat untuk merayakan Lebaran.  Kandungan gula alami yang ada pada buah akan memberikan rasa manis yang lebih sehat. Buah mengandung serat  tinggi untuk mengurangi kadar lemak dalam tubuh. Buah kering alami tanpa tambahan gula lebih dianjurkan. 

  1. Biskuit gandum

Biskuit gandum utuh juga bisa menjadi snack sehat selama Lebaran. Kandungan serat yang ada pada biskuit gandum membantu dalam meningkatkan penyerapan kolesterol dalam tubuh sehingga kadar lemak dalam tubuh bisa berkurang. 

Baca Juga: Tips Diet Selama Libur Lebaran Untuk Turunkan Berat Badan

Perbanyak minum air putih selama Lebaran 

Pada hari Lebaran, selain banyak snack manis tinggi gula yang dihidangkan di meja juga banyak minuman soda. Namun agar tetap menjaga kesehatan selama Lebaran sebaiknya perbanyak  minum air putih saja. Minuman manis atau minuman soda mengandung kadar gula cukup tinggi yang dapat membebani kerja organ dalam tubuh. 

Membakar kalori harian 

Merayakan hari-hari Lebaran dengan banyak makan snack manis, maka agar kesehatan tetap terjaga, perlu diimbangi dengan melakukan aktivitas yang membakar kalori. Hal ini bisa dilakukan dengan olahraga ringan, melakukan pekerjaan rumah, berjalan kaki saat ke masjid, silaturahim, dan lain-lain. 

Lakukan puasa tambahan atau puasa sunnah setelah Lebaran 

Sebagian umat muslim melakukan puasa sunnah setelah hari kedua dari perayaan Hari Raya Idul Fitri. Atau hari ketiga pada bulan Syawal, bulan setelah Ramadhan. Puasa sunnah (tidak wajib) di bulan Syawal yang berlangsung selama enam hari itu bermanfaat untuk mengurangi banyaknya makan snack atau makanan lainnya pada masa libur Lebaran.    

Perbanyak makan buah yang banyak kandungan air

Apel merupakan salah satu buah yang memiliki kandungan air yang banyak. Itu sebabnya makan sebuah apel dapat membuat tubuh merasa kenyang lebih lama dan tidak ingin makan lebih banyak. 

Selain apel, buah-buahan yang juga kaya air adalah semangka, melon, dan pepaya.

Agar tidak tergoda untuk mencicipi hidangan Lebaran, makan banyak snack yang manis-manis, maka perbanyak atau makan lebih dulu buah-buahan sebelum pergi mengunjungi sanak famili.   

Selain itu, jadwal makan yang teratur setiap hari juga dapat mengurangi keinginan pada libur Lebaran untuk mengonsumsi banyak snack manis. Kebiasaan makan di luar jam makan justru membuat kamu akan cepat merasa lapar. Bahkan, bisa mendorong untuk makan dalam porsi besar. 

 

Farma AI
Farma AI
Tanya Obat 24/7
Farma AI
Farma AI 24/7
Asisten Apoteker FarmaMedis
Halo! 👋 Saya Farma AI. Ada yang bisa saya bantu terkait informasi obat, dosis, atau keluhan kesehatan Anda?