Download Farma Medis App
Home Artikel Hidup Sehat

Manfaat Teh Oolong dan Efek Sampingnya

Baca informasi kesehatan dengan tampilan yang lebih nyaman, terstruktur, dan mudah dipahami. Untuk kondisi medis pribadi, tetap konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Manfaat Teh Oolong dan Efek Sampingnya Hidup Sehat
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Bila keluhan berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

 

Dari beragam jenis teh yang ada di dunia, salah satu yang memberikan manfaat besar untuk kesehatan adalah teh oolong. Manfaatnya telah dirasakan sejak ratusan tahun silam. Namun di samping memiliki manfaat,  teh oolong  juga mempunyai efek samping. 

Sejarah teh oolong berasal dari Cina, sekitar 400 tahun silam. Pada zaman Dinasti Ming, seorang petani bernama  Wu Liang secara tidak sengaja menemukan teh ini. Awalnya. selama berhari-hari ia menjemur tehnya. Ia takjub melihat teh yang dijemurnya ini telah teroksidasi oleh matahari dan menghasilkan aroma dan cita rasa teh  yang nikmat setelah diseduh. Sejak itu lah teh ini dinamakan teh Wu Liang atau teh Oolong. 

Segudang manfaat ditemukan dalam teh oolong. Sebagaimana teh pada umumnya, di dalam teh oolong terdapat kandungan kafein yang cukup tinggi, serta fluoride, mangan, kalium, natrium, magnesium, dan niacin. Teh oolong juga mengandung asam amino theanine dan antioksidan yang cukup tinggi.

Manfaat teh oolong 

Teh oolong dihasilkan dari proses fermentasi sehingga memiliki warna yang gelap, terasa agak pahit. Manfaat teh oolong adalah sebagai berikut. 

  1. Menurunkan kolesterol dalam darah

Manfaat teh oolong yang paling penting ini diperoleh dari sifat antioksidannya. Studi menemukan bahwa kandungan antioksidan di dalam teh oolong bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Sehingga dengan mengonsumsinya secara teratur maka dapat mencegah penyakit jantung koroner dan serangan stroke akibat penyempitan pembuluh darah, karena penumpukan kolesterol jahat di dalam darah.

  1. Mencegah hipertensi

Teh oolong juga bermanfaat bagi penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi. Dalam  2–3 cangkir teh oolong yang diminum setiap hari diyakini dapat mengurangi risiko tekanan darah tinggi hingga sekitar 46%. 

Meski demikian perlu diteliti lebih lanjut mengenai jumlah porsi konsumsi harian tersebut, mengingat kandungan kafein di dalam teh oolong juga terbilang cukup tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan, dikhawatirkan teh oolong justru dapat meningkatkan tekanan darah.

  1. Meningkatkan kinerja insulin 

Bagi penderita diabetes, masalah kinerja insulin ini merupakan masalah yang menimbulkan kadar gula darah tidak terkendali. Nah, teh oolong mengandung antioksidan polifenol yang bermanfaat untuk membantu menjaga kadar gula darah dan meningkatkan kinerja insulin. Meksi dipercaya dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2, namun perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai manfaat teh oolong terhadap penderita diabetes. 

  1. Bermanfaat untuk kesehatan tulang dan gigi

Manfaat teh oolong yang berikutnya adalah pada kesehatan tulang dan gigi. Dalam sebuah studi yang pernah dilakukan ditemukan bahwa rutin mengonsumsi teh oolong membuat kepadatan tulang menjadi lebih baik dibandingkan dengan orang yang tidak pernah mengonsumsinya. Selain itu, teh oolong juga bermanfaat pada kesehatan gigi. Yakni untuk membantu memperkuat enamel gigi dan mengurangi pembentukan plak.

  1. Meningkatkan daya konsentrasi 

Kandungan kafein yang terdapat di dalam teh oolong dapat membantu dalam meningkatkan daya konsentrasi saat melakukan aktivitas. Hal ini mirip seperti halnya jenis teh atau kopi yang dikonsumsi di pagi hari. Namun, teh oolong memiliki kadar kafein yang paling tinggi dibandingkan dengan teh hijau atau teh hitam. Jadi, teh oolong bisa dijadikan pilihan tepat sebagai minuman untuk membangkitkan energy sepanjang hari. 

  1. Mencegah kepikunan 

Pikun merupakan penyakit alami  yang terjadi pada  masa tua. Namun pikun atau Alzheimer perlu dicegah agar tidak terjadi pada usia yang relatif belum terlampau tua. Salah satunya adalah dengan rajin mengonsumsi teh oolong setiap pagi hari. Dari beberapa penelitian yang ada ditemukan bahwa minum teh oolong secara rutin dapat memelihara dan mempertahankan fungsi otak, serta membantu mencegah pikun dan penyakit Alzheimer. Sebab, di dalam teh oolong terdapat kandungan theanine dan antioksidan.

  1. Menurunkan berat badan

Teh oolong memiliki kandungan kafein dan polifenol yang berkhasiat juga untuk meningkatkan  metabolisme tubuh. Hal ini dapat bermanfaat bagi orang yang sedang bermasalah dengan berat badannya, yakni agar dapat menurunkan berat badan. 

Teh oolong juga memiliki efek antiseptik dan antibakteri untuk membantu tubuh melawan bakteri.  Selain itu juga terdapat efek protektif terhadap infeksi Salmonella, E. coli, Pseudomonas, dan lainnya. 

  1. Mencegah kanker

Senyawa antioksidan yang cukup tinggi yang terdapat pada teh oolong berkhasiat untuk mencegah pertumbuhan sel-sel kanker. Dalam berbagai  penelitian di laboratorium ditemukan bahwa senyawa antioksidan berkaitan dengan pencegahan pertumbuhan sel kanker yang berpotensi menyebabkan penyakit kanker. 

  1. Menjaga kesehatan kulit

Rajin minum teh ini dapat meringankan gejala dermatitis, seperti yang dilaporkan oleh penelitian milik Uehara tahun 2001. Studi ini menemukan bahwa teh oolong dan juga teh hijau dapat meringankan reaksi dermatitis alergi sesudah mengonsumsinya selama seminggu, satu gelas sehari. Tak hanya itu, teh oolong juga bisa menurunkan risiko kanker kulit.

Manfaat teh oolong vs teh hijau

Perbedaan kedua teh ini terletak pada berapa lama pemrosesannya. Waktu untuk memproses teh hijau lebih singkat dibandingkan teh oolong yang jauh lebih lama dan menghasilkan warna yang lebih gelap atau kemerahan. Sedangkan keduanya berasal dari jenis daun teh yang sama,  yakni camellia sinensis.  

Jika ditinjau dari segi manfaatnya, kedua teh tersebut sama-sama mengandung antioksidan dan polifenol yang  baik untuk melindungi kesehatan tubuh dari resiko berbagai penyakit. 

Teh hijau juga dapat memberikan manfaat bagi kesehatan, seperti dalam hal menjaga kekuatan dan kesehatan tulang, memperlambat kerusakan tulang, melindungi kesehatan otak serta mengurangi risiko penyakit Alzheimer dan Parkinson, mengurangi risiko penyakit kanker, seperti kanker payudara dan kanker prostat, mempertahankan daya ingat dan konsentrasi.

Di samping itu, teh hijau juga dapat memperkuat daya tahan tubuh, mengurangi peradangan pada penyakit autoimun, seperti rheumatoid arthritis, menurunkan kadar gula darah dalam darah, memperbaiki kinerja insulin, dan mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2, menurunkan kadar kolesterol jahat atau LDL, mengurangi risiko terkena penyakit kardiovaskular (stroke, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung).

Efek samping teh oolong

Teh oolong memiliki kandungan kafein yang cukup tinggi, sehingga dapat menimbulkan efek samping berupa susah tidur bila dikonsumsi pada malam hari. Jadi sebaiknya batasi minum teh oolong, jangan lebih dari lima cangkir sehari. 

Sebab selain menyebabkan susah tidur, jika diminum berlebihan teh ini dapat menimbulkan efek samping berupa sakit kepala, pusing, denyut jantung menjadi lebih cepat, gugup, hingga gangguan pencernaan, seperti diare, muntah, dan perut kembung.

Ibu hamil 

Jika sedang hamil jangan  minum teh oolong lebih dari dua cangkir sehari atau sekitar 200 miligram. Sebab terlalu banyak kafein di dalamnya, tidak baik bagi kesehatan bayi.  Kafein  dapat menyebabkan bayi lahir prematur dan membahayakan kesehatan janin. Konsumsi kafein berlebih pada masa menyusui juga dapat menyebabkan iritasi usus pada bayi.

 

Farma AI
Farma AI
Tanya Obat 24/7
Farma AI
Farma AI 24/7
Asisten Apoteker FarmaMedis
Halo! πŸ‘‹ Saya Farma AI. Ada yang bisa saya bantu terkait informasi obat, dosis, atau keluhan kesehatan Anda?