Download Farma Medis App
Home Artikel Hidup Sehat

Mengapa Asma Menjadi Lebih Buruk Saat Cuaca Badai?

Baca informasi kesehatan dengan tampilan yang lebih nyaman, terstruktur, dan mudah dipahami. Untuk kondisi medis pribadi, tetap konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Mengapa Asma Menjadi Lebih Buruk Saat Cuaca Badai? Hidup Sehat
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Bila keluhan berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Asma  merupakan suatu kondisi kelainan paru-paru berkelanjutan yang belum ada obatnya. Meskipun demikian,  penyakit ini dapat dikendalikan. Pada umumnya, pemicu asma adalah alergi terhadap serbuk sari, tungau debu, jamur, asap, polusi udara luar ruangan, wewangian dan infeksi seperti penyakit pilek atau flu.

Penelitian menunjukkan bahwa cuaca juga dapat menjadi pemicu bagi sebagian penderita asma. Pada saat musim dingin, udara dingin dan kering juga dapat menyebabkan gejala asma. Maka dari itu, bagi Anda yang menderita penyakit asma disarankan untuk menggunakan sel di sekitar hidung dan mulut untuk membantu menghangatkan udara saat memasuki paru-paru.

Cuaca badai merupakan pemicu utama serangan asma yang mengejutkan. Badai yang terjadi di musim panas menjadi pemicu meningkatnya gejala asma. Pada penderita asma, saluran asma akan menyempit atau tersumbat pada waktu serangan sehingga seringkali sulit bernapas. Hal itu dikarenakan pembengkakan dan peningkatan lendir.

Cara alami meringankan gejala asma

Penderita asma harus mengetahui bahwa betapa pentingnya meminum obat sesuai resep dokter. Obat tersebut berfungsi untuk dapat mengontrol gejala jangka pendek setiap hari dan dibantu dengan  inhaler untuk meredakan gejala sementara.

Tetapi mengontrol penyakit asma bukan hanya dengan menggunakan pengobatan medis. Anda juga dapat melakukan beberapa hal berikut ini di rumah untuk membantu anda meringankan gejala asma.

  • Meminum sedikit kopi

Mungkin pada saat asma, Anda lebih membutuhkan inhaler sebagai penyelamat, tetapi anda juga harus mempertimbangkan untuk minuman berkafein apabila gejala Anda ringan. Kafein merupakan zat bronkodilator lemah yang akan membuka sedikit saluran pernapasan Anda. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa sedikit kafein dapat membantu paru-paru Anda bekerja lebih baik hingga 4 jam.

  • Sauna

Sebagian besar penderita asma merasa lebih baik dan lebih tenang dalam udara hangat. Dengan melakukan sauna, mandi uap, atau mandi air hangat di rumah dapat membantu membersihkan lendir yang membuat Anda sulit bernapas.

Namun, ada juga peringatan dari beberapa pengalaman penderita asma yang merasa gejalanya semakin parah saat panas, maka dari itu penting untuk mengetahui pemicu pribadi gejala Anda.

  • Tambahkan banyak rempah di dalam masakan

 

Senyawa anti inflamasi yang dapat meringankan gejala asma banyak terkandung di dalam bawang putih dan jahe. Oleh karena itu, mulailah dengan menambahkan bawang putih segar dan jahe ke dalam masakan. Selain itu, Anda juga bisa merendam salah satunya dalam air mendidih dan meminumnya seperti teh setelah airnya dingin atau lebih sering menggunakan rempah-rempah alami dalam masakan anda akan lebih baik.

  • Melakukan dekompresi

Ketika mengalami stres, seluruh otak di dalam tubuh akan menjadi tegang, termasuk otot di dada. Apabila Anda dapat mengelola ketegangan tersebut maka itu berarti gejala asma mungkin akan berkurang. Melakukan meditasi dan yoga juga mungkin merupakan pilihan yang bagus begitu juga taichi, seni bela diri Tiongkok kuno yang lembut. Berdasarkan penelitian hal tersebut dapat mengontrol gejala asma pada sebagian orang.

  • Olahraga ringan

Pada penderita asma, olahraga dapat menjadi pemicu kambuhnya asma terutama jika anda berada di luar saat cuaca dingin. Maka dari itu, Anda harus berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan rutinitas baru,  dan tanyakan apakah Anda harus minum obat sebelum atau sesudah aktivitas fisik.

Anda juga harus memastikan untuk meningkatkannya secara perlahan, contohnya bisa dimulai dari berjalan,  jogging, setelah itu berlari. Selain itu Anda juga harus memperhatikan cuaca. Apabila cuaca dingin, tutupi mulut dan hidung Anda atau lakukan olahraga di dalam ruangan saja.

  • Makan makanan alami yang berwarna-warni

Makanan alami yang memiliki banyak warna kaya akan antioksidan Contohnya seperti beta karoten, vitamin C dan E yang dapat membantu melawan peradangan di tubuh Anda. Pada saat Anda makan, Perhatikan dengan zat sulfat yaitu sejenis senyawa yang memicu gejala.  asma pada beberapa orang. Zat tersebut akan sering ditemukan di dalam anggur buah kering acar dan udang.

  • Berjemur di bawah matahari

Banyak penderita asma yang mengalami masalah kekurangan vitamin D. Apabila level vitamin Anda tidak mencukupi, mungkin Anda kekurangan konsumsi susu, telur dan ikan ( salmon dan sarden).

Selain itu, tubuh Anda juga dapat membuat vitamin D saat anda berada di bawah sinar matahari. Namun, anda harus selalu ingat untuk menggunakan tabir surya dan jangan beranda di luar terlalu lama karena dapat meningkatkan peluang terkena kanker kulit.

  • Latihan pernapasan

Latihan pernapasan dapat membantu paru-paru anda  dengan lebih baik. Pernapasan melalui bibir yang mengerucut adalah salah satu pilihan. Caranya, dengan tarik nafas melalui hidung dan buang napas setidaknya dua kali lebih lambat melalui bibir yang mengerucut.

Pernapasan diafragma atau nafas dari perut juga merupakan teknik lain yang dapat berguna untuk meringankan gejala asma. Apabila Anda memerlukan bantuan, berkonsultasilah dengan dokter.

  • Perhatikan cuaca

Udara dingin ataupun kering sama-sama memiliki potensi yang dapat memperburuk gejala asma Anda. Pada saat keluar ruangan, Anda dapat menggunakan syal di sekitar mulut dan hidung agar lebih mudah bernapas.

Anda juga harus memperhatikan udara di dalam ruangan. Humidifier atau pelembab udara juga bagus digunakan. Tetapi jangan lupa untuk selalu menyalakan AC selama musim alergi, untuk mencegah masuknya serbuk sari dari bunga.

Cara meringankan gejala asma dengan menggunakan alat dan perlengkapan

Tidak jarang apabila anda sudah melakukan semua hal yang dapat dilakukan untuk mencegah kembalinya gejala asma tetapi  Anda masih saja terkena serangan asma. Sebagian orang merasa terbantu dengan menggunakan alat-alat berikut ini.

  • Nebulizer dan inhaler penyelamat

Nebulizer dapat dimasukkan obat yang berbentuk cair, sehingga jika terjadi gejala maka penderita asma dapat menggunakannya sesuai kebutuhan sepanjang hari.

Ada berbagai macam ukuran, yaitu ada yang besar yang dicolokkan ke dinding dan ada juga yang berukuran kecil, nirkabel yang muat mobilitas tinggi yang bisa dibawa kemana-mana.

  • Pemantau kualitas udara

Sebagian penderita asma memiliki monitor kualitas udara kecil yang diletakkan di kamar. Alat ini menggunakan akses bluetooth untuk dapat terhubung ke telepon penderita. Hal tersebut berfungsi agar dapat menggambarkan kualitas udara suhu dan kelembaban. Ada juga aplikasi yang dapat melacak kualitas udara di kota Anda atau tujuan manapun yang akan Anda kunjungi.

  • Masker wajah dan tisu antibakteri

Masker wajah dan susu anti bakteri merupakan perlengkapan yang umum dan mudah ditemukan. Untuk para penderita, peralatan ini sangat penting karena penderita asma harus selalu membawa masker dan tisu anti bakteri kemanapun mereka pergi karena hal itu sangatlah penting untuk menghindari musim pilek dan flu.

_______________________________

Referensi :

Asthma action plan. (2015).

Asthma attacks. (2016).

Mayo Clinic Staff. (2016). Asthma attack.

Measuring your peak flow rate. (2018).

National Center for Environmental Health. Tools for asthma control. (2018).

Protect yourself during asthma peak week: Tips to help you avoid asthma episodes. (2019).

Farma AI
Farma AI
Tanya Obat 24/7
Farma AI
Farma AI 24/7
Asisten Apoteker FarmaMedis
Halo! πŸ‘‹ Saya Farma AI. Ada yang bisa saya bantu terkait informasi obat, dosis, atau keluhan kesehatan Anda?