Download Farma Medis App
Home Artikel Hidup Sehat

Mengatasi Anyang-Anyangan Secara Alami dan Medis

Baca informasi kesehatan dengan tampilan yang lebih nyaman, terstruktur, dan mudah dipahami. Untuk kondisi medis pribadi, tetap konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Mengatasi Anyang-Anyangan Secara Alami dan Medis Hidup Sehat
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Bila keluhan berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Anyang-anyangan yang dalam istilah medis dikenal sebagai dysuria merupakan kondisi adanya gangguan berupa kemunculan rasa nyeri atau perih saat Buang Air Kecil (BAK) atau setelah BAK. Kondisi ini pada umumnya dirasakan oleh orang yang memiliki masalah pada saluran kemih. Anyang-anyangan dapat diakibatkan dari efek beberapa penyakit seperti Infeksi Saluran Kemih (ISK), infeksi kandung kemih, masalah batu ginjal, radang prostat, kram otot kantung kemih, atau penyakit menular seksual seperti gonore dan klamidia. Namun anyang-anyangan juga dapat disebabkan oleh diabetes, khususnya pada wanita.

Meski anyang-anyangan menimbulkan nyeri atau perih pada penderitanya, namun kondisi ini dapat sembuh dengan sendirinya. Pada kasus yang ringan, kondisi ini dapat sembuh dalam waktu antara 1 sampai 3 hari. Namun gejala yang terasa panas dan nyeri dapat dirasakan lebih dari itu dan menjadi petunjuk bahwa adanya masalah pada sistem perkemihan. Anyang-anyangan yang disebabkan oleh jenis penyakit perlu ditangangi dengan obat-obatan tertentu untuk menghilangkan penyebab anyang-anyangan dan mencegah gejala muncul kembali. 

Cara mengatasi anyang-anyangan akan berbeda-beda tergantung penyebabnya. Berikut adalah cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi anyang-anyangan yang disebabkan oleh gaya hidup :

Baca Juga : 10 Penyebab Sakit Pinggang Belakang, Tak Bisa Disepelekan

  1. Hidrasi tubuh tercukupi

Tubuh yang kekurangan cairan akan mengalami dehidrasi, yang menyebabkan kadar air dalam urin berkurang sehingga urin menjadi terkonsentrasi. Sementara itu urin yang terkonsentrasi dapat mengiritasi kandug kemih sehingga menimbulkan nyeri saat buang air kecil. Selain itu urin yang terkonsentrasi juga meningkatkan risiko infeksi saluran kemih, karena bakteri dalam urin tidak terbilas dengan bersih oleh air yang dibutuhkan. 

Banyak minum air putih adalah cara terbaik agar tubuh dapat membilas bakteri dalam urin sehingga tubuh mampu menncegah terjadinya infeksi. Pastikan tubuh cukup terhidrasi dengan minum minimal air putih sebanyak 8 gelas setiap hari. Namun kebutuhan ini akan berbeda pasa setiap orang, tergantung aktivitas dan rutinitas fisik yang dilakukannya.

  1. Membatasi makanan tertentu

Jenis makanan tertentu juga menjadi penyebab anyang-anyangan. Meski tidak secara langsung namun beberapa jenis makanan dapat menjadi penyebab iritasi dinding kandung kemih. Beberapa jenis makanan tersebut yang perlu dibatasi untuk dikonsumsi antara lain adalah buah-buahan seperti jeruk, lemon, dan limau, aneka makanan bercita rasa peda, produk-produk yang menggunakan bahan tomat, serta cokelat. Lakukan pembatasan mengonsumsi jenis makanan tersebut selama satu minggu pertama. Jika gejala yang dirasakan sudah cukup membaik maka Anda bisa mengonsumsi lagi secara bertahap sedikit demi sedikit dan tidak berlebihan. 

  1. Membatasi minuman beralkohol dan berkafein

Minuman yang mengandung alkohol dan kafein memiliki sifat diuretic. Kedua jenis minuman ini akan menambah volume urin normal yang dihasilkan oleh ginjal. Seharusnya minuman diuretic dapat membantu mengeluarkan bakteri dari saluran kemih karena menjadikan orang lebih sering buang air kecil. Namun diuretic dengan tidak langsung memaksa tubuh mengeluarkan cairan lebih banyak sehingga menaikkan risiko dehidrasi. Selain itu, minuman beralkohol dan berkafein juga akan memperparah kondisi orang yang tidak dapat menahan buang air kecil seperti penderita kandung kemih overaktif atau inkontinensia urin. 

Baca Juga : Sebelum Sakit, Ikuti 5 Tips Cara Mencegah Usus Buntu Ini !

  1. Tidak menggunakan produk penyebab iritas saluran kemih

Gejala anyang-anyangan seperti rasa panas dan perih dapat disebabkan oleh penggunaan produk pembersih organ intim. Bahan kimia yang terkandung dalam produk tersebut bisa menyebabkan iritasi saluran kemih, terutama bagi orang-orang dengan kulit sensitif. Beberapa produk yag sebaiknya dihindari untuk mencegah dan mengatasi anyang-anyangan antara lain adalah semprotan vagina, sabun kewanitaan, pelumas vagina, tisu toilet yang mengandung pewangi, serta alat KB yang memiliki kandungan spremisida atau pembunuh sperma.

  1. Tidak menahan BAK

Kebiasan menahan atau tidak menuntaskan buang air kecil dapat meningkatkan risiko terkena infeksi saluran kemih, karena membuat bakteri terjebak dan berkembang biak di dalam kandung kemih. Saat jumlah bakteri semakin banyak dan di luar kendali tubuh, maka hal ini akan menyebabkan infeksi kandung kemih. Bahayanya lagi infeksi ini dapat menyebar ke saluran uretra, ureter, atau ginjal.

  1. Membersihkan organ intin dengan benar

Cara lain mengatasi anyang-anyangan adalah membersihkan organ intim dengan benar. Pastikan selalu membersihkan alat kelamin dari arah depan ke belakang, bukan sebaliknya, usai melakukan buang air kecil. Hal ini bertujuan untuk mencegah perpindahan bakteri dari anus ke saluran kencing. Terlebih lagi bagi wanita yang memiliki saluran kencing lebih pendek dibanding laki-laki sehingga memiliki risiko lebih tinggi mengalami infeksi saluran kemih.

Selain melakukan cara-cara di atas yang dapat dilakukan sendiri di rumah, anyang-anyanan juga bisa diatasi dengan obat-obatan tertentu. Saat memeriksaan diri ke dokter, biasanya dokter akan memberikan beberapa pengobatan medis seperti berikut ini :

  1. Antibiotik 

Untuk kondisi anyang-anyangan yang disebabkan infeksi saluran kemih, urethritis, atau vaginitis, maka biasanya dokter akan memberikan resep untuk mengonsumsi antibiotic. Antibiotic harus dikonsumsi sesuai dosis untuk menghindari bakteri kebal, sehingga menjadikan pasien harus mengulang pengobatan dengan antibiotic yang lebih kuat. Jenis antibiotic yang diberikan pun akan berbeda-beda tergantung dari tipe bakteri yang ditemukan dalam urin. Namun pada kondisi anyang-anyangan akibat infeksi sederhana biasanya dapat diatasi dengan obat antibiotic seperti trimethoprim atau sulfamethoxazole, nitrofurantoin, Fosfomycin, cephalexin, dan ceftriaxone. 

Namun untuk kondisi anyang-anyangan yang parah, dokter bisa saja memberikan resep antibiotic dari golongan fluoroguinolone seperti ciprofloxacin atau levofloxacin. Namun kedua jenis obat ini jarang diresepkan karena memiliki efek samping yang cukup besar. 

  1. Terapi estrogen

Menopause pada wanita akibat penurunkan hormone estrogen menyebabkan dinding kandung kemih menipis dan vagina yang mengering. Kondisi ini kemudian menjadikan wanita lebih rentang mengalami infeksi saluran kemih dan anyang-anyangan. Salah satu cara yang bisa dilakukan adakan dengan terapi estrogen. Metode ini dilakukan dengan cara memberikan hormone estrogen melalui cincin vagina, tablet yang dimasukkan ke dalam vagina, atau krim pengoles dinding vagina. 

Baca Juga : Ketahui 11 Cara Menghilangkan Sakit Kepala Tanpa Obat

  1. Obat antijamur

Pertumbuhan jamur yang semakin banyak dan tak terkendali pada vagina atau saluran kencing dapat diatasi dengan obat antijamur yang pastinya dapat digunakan harus dengan resep dokter. Biasanya dokter akan memberi resep dalam bentuk oral, supositoria, ataupun krim untuk dioleskan pada vagina. Jenis obat jamur yang paling umum digunakan adalah fluconazole. Namun jika obat ini tidak efektif maka akan dinaikkan ke jenis obat yang lebih kuat seperti amphotericin B atau flucytosine.

  1. Obat pembesaran prostat

Pembengkakan prostat pada pria dapat menjadi awal penyebab anyang-anyangan. Oleh karena itu biasanya dokter akan memberi resep jenis obat-obatan yaitu alpha blocker seperti tamsulosin dan alfuzosin, antikolinergik, finasteride dan dutasteride, serta desmopressin.

Segera lakukan pemeriksaan medis jika anyang-anyangan semakin parah bahkan sampai mengganggu aktivitas Anda. Lakukan telekonsultasi melalui website atau aplikasi farmamedisk, yang akan menghubungkan Anda dengan mitra atau rekanan penyedia jasa layanan kesehatan

Farma AI
Farma AI
Tanya Obat 24/7
Farma AI
Farma AI 24/7
Asisten Apoteker FarmaMedis
Halo! πŸ‘‹ Saya Farma AI. Ada yang bisa saya bantu terkait informasi obat, dosis, atau keluhan kesehatan Anda?