Foto : Freepik
Suara berdenging di telinga yang dialami oleh sebagian orang dapat mendorong mereka untuk sering tidur menggunakan earphone. Tapi, apakah itu aman? Bagaimana cara menurunkan resiko kerusakan telinga akibat keseringan menggunakan earphone?
Penulis : Sholahudin Achmad
Dengkuran pasangan di malam hari, suara kendaraan yang lalu lalang di jalan, dan berbagai suara yang tidak kita ingin dengar menjelang tidur di malam hari membuat kita jadi sering tidur menggunakan earphone. Tinggal di lingkungan kota yang padat penduduk, dimana suara berisik klakson, sirene, knalpot kendaraan, suara-suara berisik berlangsung hingga larut malam juga seringkali membuat orang berpikir untuk menutup telinga mereka dengan earphone atau headphone sembari mendengarkan musik.
Sementara itu, memang, kualitas suara yang dihasilkan dari headphone dan earphone saat ini semakin menggoda kita untuk lebih sering menggunakannya. Bahkan seringkali kita sampai tertidur saking asyiknya menikmati musik, podcast, film, konten vlog menggunakan earphone di telinga.
Earphone atau headphone adalah alat canggih untuk memblokir kebisingan yang ada di sekitar Anda. Selain itu, alat ini juga bisa digunakan untuk relaksasi dan menghilangkan stres.
Tapi, apakah kebiasaan sering tidur menggunakan earphone ini aman?
Penderita Tinnitus dan penggunaan earphone
Menurut seorang ahli audiologi yang dikutip Cleveland Clinic, Dr. Pavlovich Ruff, orang yang paling suka untuk tidur dengan headphone adalah para penderita tinnitus atau telinga berdenging. Hal ini dikarenakan mereka ingin denging suara tersebut berhenti agar mereka bisa mendapatkan istirahat malam yang nyenyak tanpa gangguan.
Tinnitus adalah sensasi telinga berdenging, yang bisa berlangsung sesaat atau dalam waktu yang lama. Kondisi ini dapat terjadi hanya di telinga kiri, telinga kanan, atau pada kedua telinga.
Beberapa hal yang dapat menyebabkan dering ini, antara lain, adalah efek samping obat, konsumsi kafein berlebihan, minum aspirin dalam dosis besar, kehilangan pendengaran, trauma telinga akibat suara keras seperti petasan atau cedera fisik, paparan kebisingan yang berlebihan melalui pekerjaan atau kegiatan rekreasi tanpa pelindung pendengaran, dan stres fisik.
“Inilah sebabnya mengapa banyak orang mungkin ingin tertidur mendengarkan sesuatu yang menenangkan atau santai hanya untuk menghilangkan stress,” kata Dr. Pavlovich Ruff.
Menurunkan resiko gangguan pendengaran akibat tidur menggunakan earphone
Volume earphone yang tinggi dapat menyebabkan rusak kesehatan telinga. Oleh karenanya, jika Anda sering tidur menggunakan earphone maka atur volume earphone.
Cara praktis untuk mengatur volume earphone atau headphone adalah sebagai berikut:
-
Jika seseorang berdiri dalam jangkauan lengan Anda, mereka seharusnya tidak dapat mendengar apa yang Anda dengarkan
-
Anda harus dapat mendengar orang di dekat Anda berbicara kepada Anda tanpa melepas headphone Anda.
Rata-rata, kebanyakan orang dapat mendengarkan suara pada 85 desibel hingga delapan jam tanpa dampak negatif. Tetapi jika Anda mendengarkan apa pun di atas 85 desibel, Anda harus memotong waktu mendengarkan Anda menjadi dua untuk setiap 3 desibel yang Anda tambahkan.
Jadi, misalnya, jika Anda mendengarkan sesuatu pada 88 desibel, itu hanya aman untuk dilakukan selama empat jam.
Dr. Pavlovich Ruff menyarankan untuk mengubah volume headphone Anda menjadi lebih dari setengah atau lebih rendah dan tidak memakainya terlalu lama.
“Kuncinya di sini adalah volume dan lamanya waktu Anda mendengarkan,” kata Dr. Pavlovich Ruff.
Anda dapat mendengarkan musik sepanjang hari jika pada tingkat volume yang aman. Tetapi jika Anda mendengarkan pada tingkat yang sangat keras, Anda dapat menyebabkan kerusakan pada pendengaran Anda hanya dalam waktu 15 menit saja!
Dalam satu penelitian yang melibatkan pendengaran dan kebiasaan mendengarkan yang dilaporkan sendiri, mereka yang mendengarkan musik selama lebih dari tiga jam lebih cenderung memiliki telinga berdenging. Dan 10% melaporkan mendengarkan musik antara 90 dan 100 desibel untuk jangka waktu yang lebih lama, bahkan saat tidur, yang dapat meningkatkan risiko gangguan pendengaran di masa depan.
Efek negatif sering tidur menggunakan earphone
Anda akan mengalami efek negatif dari kebiasaan sering tidur menggunakan earphone. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :
-
Infeksi bakteri
Pemakaian headphone di dalam telinga dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan infeksi bakteri. Memasukkan earbud plastik keras di telinga Anda mungkin tidak buruk dalam jangka pendek, tetapi tertidur dengannya dapat menambah ketidaknyamanan.
Earbud dalam telinga dapat mengunci kelembaban ke saluran telinga Anda, terutama jika Anda akan langsung tidur setelah mandi. Hal ini dapat menyebabkan bakteri tumbuh dan menyebabkan infeksi telinga luar dalam waktu lama. Anda juga dapat menumpuk terlalu banyak kotoran telinga jika Anda membiarkan headphone di dalam telinga terlalu lama.
-
Penumpukan lilin
Kelenjar di saluran telinga luar berfungsi untuk mengeluarkan kotoran untuk menjaga telinga tetap lembab sehingga tidak gatal atau kering. Kelenjar ini juga berfungsi menghentikan puing-puing agar tidak jatuh ke telinga kita dan mencapai gendang telinga.
Namun, jika Anda memasukkan benda-benda ke dalam telinga, seperti kapas atau earbud, Anda sebenarnya dapat mendorong lilin itu lebih jauh ke belakang dan membuatnya padat.
Tindakan tersebut, dapat berakibat telinga berdenging, sedikit kehilangan pendengaran atau merasa seperti saluran telinga Anda tersumbat.
-
Nekrosis
Headset yang tidak pas bisa merusak kulit di saluran telinga Anda dari waktu ke waktu, yang dapat menyebabkan nekrosis. Kondisi ini terjadi ketika aliran darah terlalu sedikit akibat cedera atau trauma, sehingga sel-sel kulit Anda mati, meninggalkan lesi atau jaringan hitam dan coklat.
-
Gangguan Pendengaran
Salah satu sumber gangguan pendengaran yang paling umum adalah penggunaan earbud. Saat Anda dalam keadaan sadar, mudah untuk mengetahui seberapa keras volume musik yang Anda dengarkan.
Tetapi, saat Anda tertidur, volumenya mungkin naik tanpa Anda sadari. Mendengarkan suara keras dalam waktu lama adalah kemungkinan penyebab gangguan pendengaran.
-
Otitis Eksterna
Otitis eksterna terjadi ketika saluran telinga bagian luar menjadi meradang. Earbud adalah kemungkinan pemicu kondisi tersebut. Kondisi ini sering disebut “telinga perenang” karena paparan air yang berulang-ulang dapat membuat saluran telinga lebih rentan terhadap peradangan.
Saluran telinga sangat halus. Dengan memakai perangkat yang menyumbat saluran telinga, maka itu dapat merusaknya. Earbud akan bergesekan dengan bagian dalam telinga, yang menyebabkan penumpukan cairan yang menyebabkan pembengkakan dan iritasi yang menyakitkan. Gejalanya adalah gatal pada liang telinga, nyeri telinga, keluarnya cairan dari telinga, dan gangguan pendengaran sementara.
-
Penumpukan kotoran telinga
Menurut studi cross sectional tahun 2021 di ScienceDirect, salah satu efek samping dari penggunaan earbud yang berkepanjangan adalah kotoran telinga yang berlebihan. Memasukkan earbud jauh jauh ke dalam saluran telinga untuk waktu yang lama dapat menyebabkan penumpukan kotoran telinga. Penumpukan kotoran telinga yang berlebihan menyebabkan ketidaknyamanan dan dapat mengganggu pendengaran.
Mencari alternatif
Beberapa speaker eksternal dapat menjadi alternatif pengganti earphone. Speaker Bluetooth portable yang mendukung Wi-Fi dan Bluetooth juga bisa menjadi pilihan. Selain itu, speaker bantal bisa menjadi solusi ideal, karena ada yang memiliki speaker internal berkualitas tinggi dengan bantal yang terpasang di dalamnya.
Alat penutup telinga juga bisa dipasang untuk dapat meningkatkan kualitas tidur. Aksesori murah ini dapat membantu membuat tidur Anda lebih tenang dan nyenyak. Penutup telinga kedap suara dapat membuat tidur jauh lebih tenang dan damai.
Selain itu, Anda perlu lakukan perubahan gaya hidup. Misalnya, dengan menghindari alkohol dan kafein di malam hari, disiplin dengan waktu tidur, dan menghindari panggilan telepon sebelum tidur.
Alternatif non musikal lain untuk tidur dengan earbud yang bisa dilakukan adalah dengan cara meditasi, berolahraga, dan menggunakan suplemen alami.
__________________________________
Referensi:
Cleveland Clinic (2022), Is It Safe to Sleep With Headphones or Earbuds?
Manyisa, Denis, Make Use Of (2022), Sleeping With Earbuds: Benefits, Dangers, and Alternatives

