Penyakit diabetes dapat menyerang berbagai kalangan usia. Bahkan seorang bayi pun bisa mengalaminya. Jadi, penting bagi para orang tua untuk mengenali gejala diabetes pada anak dan balita. Khusunya bila secara genetikal ada anggota keluarga yang mengidap diabetes.
Gejala diabetes pada bayi
Berikut ini beberapa gejala diabetes pada bayi yang perlu anda kenali.
1. Berat badan kurang
Bayi yang bergejala diabetes cenderung memiliki berat badan yang kurang. Meskipun sudah mendapatkan ASI yang cukup, serta makanan yang banyak, namun berat badannya sulit naik. Bila hal ini terjadi pada bayi anda, segera konsultasikan ke dokter. Kemungkinan besar bayi anda mengidap diabetes.
2. Lemas dan kelelahan
Penyakit diabetes dapat menyebabkan berkurangnya pasokan gula ke sel-sel tubuh. Efeknya bagi seorang bayi yang mengidap diabetes adalah akan tampak lemas seperti kekurangan tenaga.
Baca Juga: 7 Cara Mencegah Diabetes
3. Sering muntah
Sering muntah tanpa alasan yang jelas pada bayi dapat disebabkan oleh peningkatan kadar gula darah di dalam tubuh bayi. Bila bayi anda mengalami gejala muntah tanpa alasan yang jelas dalamw aktu 3-4 hari berturut-turut, hal itu bisa menunjukkan gejala diabetes.
4. Sering buang air kecil dan sering haus
Peningkatan kadar gula darah dalam tubuh menyebabkan lebih banyak gula yang dibuang melalui ginjal. Gula tersebut akan larut bersama air dan mengajak air untuk dikeluarkan ginjal melalui urine. Karena banyaknya cairan yang terbuang, bayi tentunya akan lebih sering merasa haus. Bila bayi sering buang air kecil dan sering haus bisa menjadi itu merupakan tanda diabetes. Selain itu, bayi juga akan mudah rewel.
5. Sering mengalami ruam popok
Ruam popok atau iritasi dan peradangan kulit bayi akibat penggunaan popok, ditandai dengan kemerahan pada kulit bayi di daerah pantat, lipat paha, dan kelamin. Meski ruam popok tidak selalu menandakan bahwa bayi menderita diabetes, namun anda perlu segera konsultasikan ke dokter bila bayi sering mengalaminya. Sebab, bayi yang menderita diabetes lebih mudah mengalami ruam popok akibat infeksi jamur.
Gejala diabetes pada anak
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebutkan angka kejadian diabetes pada anak usia 0-18 tahun di Indonesia meningkat hingga lebih dari 1000 kasus dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Peningkatan jumlah pengidap gejala diabetes pada anak ini patut menjadi perhatian bersama. Berikut ini adalah gejala penyakit diabetes pada anak.
1. Sering haus dan buang air kecil
Sama seperti gejala yang dialami oleh bayi maupun orang dewasa, anak-anak yang mengidap diabetes akan lebih sering merasa haus dan buang air kecil. Hal ini terjadi karena ketika kadar gula darah meningkat maka akan dibuang melalui urine. Inilah yang membuat anak-anak sering buang air kecil ataupun mengompol di celana. Banyaknya cairan tubuh yang keluar membuat anak-anak pun akan cepat merasa haus dan minum lebih banyak dari teman-temannya.
2. Nafsu makan meningkat
Berkurangnya jumlah hormon insulin, membuat tubuh anak kesulitan menghasilkan energi. Akibatnya anak-anak akan lebih sering merasa lapar, makan lebih banyak porsinya, agar dapat memperoleh energi. Inilah sebab meningkatnya nafsu makan anak yang mengidap gejala diabetes.
3. Berat badan turun
Anak yang menderita gejala diabetes, meskipun mendapat asupan makanan dan minuman yang berlebih, namun mengalami kesulitan menaikkan berat badan. Bobot badannya malah akan menurun. Hal itu dikarenakan jaringan otot dan simpanan lemak menyusut disebabkan oleh berkurangnya pasokan energi dari gula. Bila penurunan berat badan anak terjadi maka segeralah konsultasi ke dokter.
4. Mudah lelah atau lesu
Anak-anak yang sehat akan terlihat lincah bergerak. Namun bila anak mudah lelah dan sering terlihat lesu tak bergairah untuk bergerak, maka kemungkinan dia mengidap diabetes. Hal ini disebabkan karena kurangngya energi yang dihasilkan oleh gula darah.
5. Gangguan penglihatan
Gangguan penglihatan seperti pandangan menjadi kabur dapat disebabkan oleh tingginya kadar gula darah di dalam tubuh. Kondisi ini dapat semakin memburuk dan menyebabkan saraf mata mengalami pembengkakan. Ini merupakan gejala diabetes pada anak.
Baca Juga: Referensi Obat Luka Diabetes Resep Dokter
6. Luka atau infeksi di tubuh yang tak sembuh-sembuh
Kadar gula darah yang tinggi menyebabkan penderita diabetes akan memiliki luka yang sulit sembuh saat cedera atau terluka. Hal itu dapat terjadi ada anak-anak. Selain menghambat proses penyembuhan luka, diabetes juga dapat membuat anak rentan terserang infeksi.
7. Warna kulit menghitam
Warna kulit menghitam juga dapat mengindikasikan kadar gula darah yang tinggi pada anak-anak. Hal itu terjadi karena resistensi insulin. Kulit akan menjadi berwarna gelap, terutama di area ketiak dan leher. Kondisi ini disebut akantosis nigrikans.
Diabetes tipe 1 pada anak
Diabetes tipe 1 terjadi akibat kelainan autoimun. Sistem kekebalan tubuh anak mengalami kerusakan sehingga fungsi pankreas terganggu. Sehingga hanya sedikit hormon insulin yang dihasilkan. Kondisi ini menyebabkan kadar gula darah meningkat, dan dapat merusak organ serta jaringan tubuh.
Hingga saat ini, penyebab pasti terjadinya diabetes tipe 1 pada anak belum diketahui. Namun, seorang anak bisa rentan terkena diabetes tipe1 apabila ia memiliki faktor risiko berikut:
-
Genetik atau keturunan, misalnya memiliki riwayat diabetes tipe 1 dalam keluarga.
-
Riwayat infeksi virus.
-
Pola makan kurang sehat, misalnya sering mengonsumsi makanan atau minuman yang manis, misalnya permen, es krim, jus buah kemasan, atau buah kering.
Diabetes tipe 1 dapat menyerang balita, anak-anak, remaja dan orang dewasa.
Diabetes tipe 2 pada anak
Diabetes tipe 2 adalah kondisi resistensi insulin atau kondisi ketika sel-sel tubuh anak kesulitan menggunakan insulin untuk memanfaatkan gula darah sebagai energi. Diabetes tipe 2 juga bisa terjadi akibat berkurangnya produksi insulin. Gangguan tersebut menyebabkan kadar gula darah anak dapat meningkat. Diabetes tipe 2 rentan terjadi pada anak berusia 10 tahun ke atas ( usia remaja).
Beberapa faktor risiko yang rentan membuat anak terkena diabetes tipe 2 adalah :
-
Memiliki orang tua atau saudara dengan riwayat penyakit diabetes.
-
Berat badan berlebih atau obesitas pada anak.
-
Kebiasaan sering mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak.
-
Kurang aktif bergerak atau jarang olahraga.
Baca Juga: Memilih Cemilan untuk Penderita Diabetes
Mengobati gejala diabetes pada anak
Sebelum memberikan pengobatan pada gejala diabetes anak, perlu dilakukan terlebih dahulu diagnosis yang tepat oleh dokter . Diagnosis yang benar harus dilakukan melalui pemeriksana fisik dan penunjang. Misalnya dengan melakukan tes gula darah dan tes auto antibodi diabetes. Hasil tes tersebut menjadi dasar untuk menentukan apakah anda menderita diabetes tipe 1 atau tipe 2.
Pengobatan pada diabetes tipe 1 pada umumnya dilakukan dengan pemberian terapi insulin untuk mengendalikan gula darah.
Sedangkan pada diabetes tipe 2, pengobatan dapat dilakukan dengan memberikan obat-obatan anti diabetes. Terapi insulin bisa juga diberikan kepada penderita diabetes tipe 2, yakni jika gejala diabetesnya tergolong berat.
Menjaga pola makan pada anak-anak anda sangat dianjurkan dalam mengontrol kadar gula darah mereka. Hindari berbagai makanan olahan, jajanan yang banyak bahan pengawetnya. Selain itu, rutin berolahraga juga sangat dianjurkan untuk mencegah gejala diabetes pada anak-anak.

