Bila Anda mengalami buang air besar berdarah segera konsultasikan ke dokter. Boleh jadi itu pertanda adanya gejala penyakit serius yang diderita. Berikut ini cara mengobati penyebab buang air besar berdarah dan pencegahannya.
Pendarahan pada saluran pencernaan pada umumnya dapat membuat feses atau tinja yang keluar pada saat buang air besar bercampur dengan darah. Penyebab buang air besar berdarah juga bisa dikarenakan oleh adanya gejala penyakit lain.
Segera konsultasikan ke dokter. Di era digital ini, Anda bisa berkonsultasi ke dokter melalui platform digital, bertanya melalui fitur chat atau video call. Misalnya pada platform digital farmamedisk.
Segeralah berkonsultasi dengan dokter, sehingga secepatnya Anda akan mengetahui penyebab buang air besar berdarah yang Anda alami, dan bagaimana pengobatan dan pencegahannya secara tepat.
Penyebab buang air besar berdarah
Penyebab buang air besar berdarah dapat dibedakan menjadi dua, yakni dikarenakan adanya :
-
Perdarahan di saluran pencernaan bagian bawah atau hematochezia.
-
Perdarahan di saluran pencernaan bagian atas atau melena.
-
Hematochezia
Perdarahan yang terjadi pada usus besar dapat menjadi penyebab buang air besar berdarah. Usus besar berada dalam saluran pencernaan bagian bawah. Kondisi itu dapat terjadi karena beberapa sebab. Peradangan atau infeksi pada divertikula adalah salah satu penyebabnya. Divertikula adalah kantong-kantong kecil tidak normal yang terbentuk di saluran pencernaan. Peradangan ini disebut divertikulitis.
Radang usus juga dapat menjadi penyebab buang air besar berdarah. Peradangan pada usus bisa terjadi karena adanya gangguan pada saluran pencernaan berupa penyakit Crohn dan Kolitis Ulseratif.
Selain itu, polip atau pertumbuhan jaringan abnormal yang bertangkai dan berukuran kecil, kurang dari 1,5 cm, pada saluran pencernaan bagian bawah juga dapat menjadi penyebab buang air besar berdarah. Demikian pula halnya dengan tumor jinak yang tumbuh di usus besar dan rektum.
Selain itu, penyebab buang air besar berdarah juga dapat dikaitkan dengan kanker kolon yang tumbuh di kolon (usus besar), fisura ani atau luka terbuka pada saluran anus atau dubur, dan wasir atau hemoroid yang merupakan pelebaran pembuluh darah di daerah anus yang berisiko menimbulkan perdarahan.
Gejala Hematochezia
Gejala yang terlihat dari penyebab buang air besar berdarah karena perdarahan di bagian atas saluran pencernaan, adalah darah yang berwarna merah keluar bersama dengan feses. Perdarahan ini terjadi di area yang tidak jauh dari dubur, sehingga darah keluar dalam keadaan masih segar.
Gejala hematochezia ini kadang disertai diare, demam, perubahan pada frekuensi BAB, sakit perut, dan penurunan berat badan. Selain itu, darah juga dapat menetes dari anus. Jika gejala ini bertambah parah, segera pergi ke dokter. Yakni bila disertai dengan gejala syok berupa mual, jumlah urine sedikit, pusing, pingsan, penglihatan kabur, kulit pucat dan dingin, serta sesak napas.
-
Melena
Penyebab buang air besar berdarah karena melena atau perdarahan pada saluran pencernaan bagian atas, dapat menimbulkan gejala berupa pecahnya varises esofagus. Yaitu terjadinya pelebaran pembuluh darah vena di area esofagus atau kerongkongan.
Penyebab buang air besar berdarah yang terjadi pada saluran pencernaan atas juga dapat terjadi dari area sekitar lambung. Misalnya, karena adanya gastritis atau peradangan pada lapisan pelindung di lambung. Selain itu, tukak lambung merupakan penyebab selanjutnya. Tukak lambung adalah luka yang terbentuk di permukaan dalam dinding lambung. Kanker lambung juga dapat menjadi penyebab buang air besar berdarah.
Selain itu, Sindrom Mallory-Weiss atau robeknya jaringan di area kerongkongan yang berbatasan dengan lambung juga dapat menjadi penyebab melena yang kemudian dapat membuat feses berdarah.
Gejala Melena
Ciri-ciri yang terlihat saat terjadi gejala melena adalah warna feses menjadi gelap seperti aspal, teksturnya lunak dan lengket. Mengapa demikian? Feses berwarna gelap terjadi akibat dari percampuran darah dengan asam lambung, enzim, atau bakteri di usus besar sebelum keluar bersama feses.
Gejala melena bisa disertai dengan muntah darah, tubuh terasa lelah, pusing dan pingsan.
Cara mengobati BAB berdarah
Pengobatan buang air besar berdarah bertujuan untuk menghentikan perdarahan, mencegah kembali terjadinya perdarahan, dan mengatasi kekurangan darah atau anemia. Pengobatan yang dilakukan dibedakan berdasarkan skala atau level perdarahan.
Perdarahan yang berlangsung dalam level sedang hingga berat dapat mengakibatkan tekanan darah rendah, pusing, hingga syok. Pengobatan yang diberikan berupa pemberian cairan pengganti darah yang keluar melalui infus dan transfusi darah.
Endoskopi untuk menghentikan pendarahan
Untuk menghentikan perdarahan, bisa dilakukan dengan menjalankan endoskopi. Yakni menentukan penyebab dan lokasi perdarahan dan bermanfaat dalam mengatasi perdarahan. Metodenya adalah sebagai berikut:
-
Electrocauterization
Dalam prosedur ini digunakan arus listrik untuk membakar jaringan atau pembuluh darah yang menyebabkan perdarahan.
-
Band ligation
Dalam prosedur ini dilakukan dengan mengikat wasir atau varises esofagus yang membengkak. Tindakan medis ini dapat menghambat aliran darah yang menimbulkan perdarahan.
-
Endoscopic intravariceal cyanoacrylate injection
Dalam prosedur ini, dokter akan menyuntikkan zat khusus berupa cyanoacrylate pada area yang mengalami perdarahan. Cyanoacrylate adalah perekat sintetis yang dapat menghentikan perdarahan.
Tindakan operasi dapat dilakukan jika metode endoskopi tidak berhasil mengatasi perdarahan. Tindakan operasi bertujuan untuk menghentikan perdarahan secara langsung. Terdapat juga teknik embolisasi, yaitu memasukkan material khusus ke dalam pembuluh darah melalui kateter untuk menghentikan perdarahan.
Mencegah pasca terjadinya BAB berdarah
Buang air besar berdarah yang sudah berhasil diobati agar tidak terulang kembali perdarahannya maka perlu dilakukan tindakan berupa pola diet makan. Perbanyak makanan berserat tinggi, seperti buah dan sayuran. Bila diperlukan, suplemen berserat juga dapat Anda konsumsi untuk melunakkan tekstur feses.
Selain pola diet, pemberian obat-obatan juga bisa dilakukan. Yakni dengan memberikan antibiotik, obat penurun produksi asam lambung, obat kemoterapi, obat imunosupresi, obat penghambat TNF (tumor necrosis factor), penghambat beta.
Sedangkan bila penyebab buang air besar berdarah adalah kanker, maka diperlukan tindakan medis berupa kolostomi untuk mengobati kanker kolon, dan radioterapi untuk mengobati kanker lambung.
Pola hidup sehat untuk mencegah BAB Berdarah
Menjalani pola hidup sehat merupakan langkah pencegahan yang paling tepat untuk mencegah buang air besar berdarah. Dari faktor makanan yang Anda konsumsi setiap hari akan menentukan kesehatan tubuh Anda. Oleh karena itu cukupi gizi dan nutrisi untuk kesehatan tubuh, dan jaga berat badan agar tidak mengalami kegemukan.
Jangan terlampau sering mengonsumsi makanan dan minuman yang tinggi kadar kolesterol jahatnya, serta makanan dan minuman yang dapat mempengaruhi tekanan darah Anda secara drastis. Rutin memeriksakan tekanan darah dan kolesterol akan baik untuk mengontrol kesehatan Anda.
Perbanyak minum air putih, dan hindari minuman yang mengandung alkohol. Minum air mineral yang cukup dapat menjaga tubuh tidak mengalami dehidrasi. Rutin berolahraga dan menghentikan kebiasaan merokok juga merupakan bagian dari pola sehat untuk mencegah buang air besar berdarah atau BAB tidak normal.
Selanjutnya, pola hidup sehat juga berkaitan dengan kebersihan di sekitar area dubur. Jagalah agar tetap kering, bersihkan dubur dengan air hangat dan sabun yang lembut sehabis buang air besar. Jangan mengejan terlalu keras saat buang air besar, dan jangan menunda BAB bila sudah terasa. Selain itu, jangan duduk terlalu lama pada permukaan yang keras.

