Download Farma Medis App
Home Artikel Hidup Sehat

Obat Alami untuk Batuk Kering dan Berdahak

Baca informasi kesehatan dengan tampilan yang lebih nyaman, terstruktur, dan mudah dipahami. Untuk kondisi medis pribadi, tetap konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Obat Alami untuk Batuk Kering dan Berdahak Hidup Sehat
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Bila keluhan berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Batuk merupakan respon alami dari tubuh sebagai sistem pertahanan untuk mengeluarkan zat dan partikel dari dalam saluran pernapasan, serta untuk mencegah benda asing masuk lebih jauh ke saluran napas bagian bawah. Tenggorokan dan saluran napas dilengkapi oleh saraf yang dapat merasakan jika terdapat bahan, zat, atau benda asing yang mengganggu. Kondisi ini kemudian menstimulasi saraf untuk mengirim sinyal pada otak, yang kemudian selanjutnya direspon otak dengan mengirim kembali sinyal untuk mengeluarkan zat, bahan, atau benda asing tersebut dengan batuk.

Ada dua jenis batuk yang biasanya dialami, yakni batuk berdahak dan batuk kering. 

  1. Batuk berdahak 

Batuk berdahak disebabkan karena adanya infeksi virus atau bakteri. Saat saluran pernapasan terinfeksi seperti saat sedang flu, maka tubuh akan memproduksi lebih banyak lendir, yang berfungsi untuk menjebak dan mengeluarkan organisme penyebab infeksi. Untuk itulah orang yang sedang mengalami batu berdahal harus membuang dahak tersebut, bukan justru malah menelannya karena dapat memperlambat proses penyembuhan.

Beberapa kondisi yang dapat memcicu gejala batuk berdahak antara lain adalah:

  • Pneumonia yakni peradangan para paru-paru akibat infeksi virus, bakteri, atau jamur. 

  • Bronkitis, merupakan peradangan pada lapisan dalam dinding brokus yakni saluran di bawah tenggorokan yang menyambung ke paru-paru. Bronkus berfungsi untuk membawa udara dari dan ke paru-paru. Biasanya orang yang menderita bronkitis dan mengalami batuk maka akan sering mengeluarkan dahak yang tebal dan berwarna.

  • Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), yaitu penyakit yang menyebabkan kesulitan bernapas akibat paparan zat iritan dalam jangka waktu yang lama. Iritan tersebut dapat berasal dari polusi udara, asap rokok, atau asap kimia. Gejala yang muncul dapqt berupa batuk yang disertai banyak dahak dan terasa sesak napas.

  • Asma, merupakan penyakit menahun yang sering menyebabkan penderitanya merasakan batuk disertai sesak napas. Batuk karena penyakit asma biasanya akan muncul saat asma kambuh dan lebih sering terjadi pada malam hari.

  • Post nasal drip, ditandai dengan adanya dahak pada saluran napas bagian atas seperti hidung dan rongga sinus yang turun ke tenggorokan, sehingga menyebabkan gangguan pernapasan berupa batuk berdahak. Post nasal drip dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti iritasi saluran pernapasan atas, infeksi, alergi, kelainan bawaan hidung, juga efek samping obat-obatan seperti KB hormonal atau tekanan darah tinggi.

Baca Juga: Selain Batuk, Ketahui Gejala dan Ciri Bronkitis

  1. Batuk kering

Batuk kering biasanya berlangsung lama dan terus-menerus sehingga dapat meningkatkan iritasi pada saluran pernapasan. Batuk kering pada umumnya akan semakin parah di malam hari yang dapat mengganggu kualitas tidur penderitanya. Batuk kering dapat diredam dengan meminum air hangat yang mampu menenangkan dan melembabkan tenggorokan. 

Betuk kering disebabkan oleh beberapa faktor, dimana diantaranya adalah faktor yang sama pada penyakit batuk berdahak. Beberapa hal yag dapat menyebabkan batuk kering adalah:

  • Alergi

Saat tubuh bereaksi terhadap pemicu alergi yang masuk ke saluran pernapasan maka akan terjadi batuk-batuk untuk mengeluarkan zat tersebut. Gejala lain batuk yang dapat muncul karena alergi adalah gatal-gatal, bersin-bersin, dan pilek.

  • Asam lambung

Penyakit asam lambung atau GERD dapat terjadi ketika asam lambung naik ke esofagus atau kerongkongan. Asam lambung ini kemudian mengiritasi kerongkongan dan memicu reflreks batuk.

  • Asma

Asma memang menjadi salah satu penyebab batuk kering namun juga dapat menyebabkan batuk berdahak. Hal ini dikarenakan terjadinya pembengkakan atau penyempitan pada saluran pernapasan yang menyebabkan penderitanya kesulitan bernapas.

  • Infeksi virus

Saat terjadi infeksi virus biasanya orang akan mengalami batuk berdahak, namun setelah pilek sembuh maka yang akan terjadi adalah batuk kering akibat infeksi saluran napas yang menjadi lebih sensitif usai terserang virus.

Baik batuk alami ataupun batuk berdahak memiliki gejala yang dapat membuat penderitanya merasa tidak nyaman. Meski berbagai jenis obat batuk sudah tersedia di apotek, namun ada bahan alami dan tradisional untuk mengobati batuk tanpa bahan kimia, seperti berikut ini:

  1. Kencur

Rimpang pada kencur memiliki kandungan borneol, methyl pcumaric acid, cinnamicacid ethtyl ester pentadecane, cinnamic aldehyde, camphene, dan lain-lain. Hal ini menjadikan kencur banyak memiliki khasiat seperti untuk menghangatkan, menghilangkan rasa sakit, memudahkan pengeluaran air dan angin dari tubuh, serta mengencerkan dahak.

  1. Bawang putih

Bumbu dapur yang satu ini memiliki khasiat sebagai antiseptic dan antivirus yang kuat dan sangat baik jika diaplikasikan dengan madu. Kombinasi kedua bahan ini dapat dijadikan sirup yang bermanfaat mencegah dan mengobati gejala batuk pilek dan influenza. 

Baca Juga: 9 Cara Mengatasi Batuk Kering yang Membandel

Cara membuat obat batuk alami dari bahan bawang putih adalah sebagai berikut:

  • Siapkan 1 bungkul bawang putih, 300 ml air bersih, setengah buah lemon, 30 ml madu

  • Cuci dan tumbuk bawang putih tanpa perlu dikupas

  • Letakkan bawang putih dalam panic yang sudah berisi air

  • Lalu rebus hingga mendidih

  • Tutup panci dan masak dengan api kecil selama 20 menit

  • Tambahkan perasan air lemon dan madu, lalu masak lagi selama 2-3 menit

  • Setelah agak dingin, saring air rebusan ke dalam gelas atau botol kaca, lalu tutup kedap udara 

  • Ramuan dapat disimpan 2-3 minggu di lemari es

  1. Jeruk nipis

Jeruk nipis memiliki banyak kandungan yang dapat meringankan bahkan mengobati batuk karena mempunyai efek farmakologis berupa anti demam, anti inflamasi, anti bakteri, dan mengurangi batuk. Jeruk nipis dapat dikonsumsi langsung dari perasan air buahnya, namun juga dapat dicampur dengan air kelapa hijau muda. 

  1. Jahe

Jahe berkhasiat untuk menghangatkan dan menyegarkan tubuh sehingga dapat dijadikan obat yang sangat berguna mengatasi batuk dan pilek. Tak hanya itu, jahe juga memiliki senyawa bioaktif yang dapat membuantu pencegahan gangguan pencernaan dan rasa mual. Jahe dapat dikonsumsi dengan dijadikan minuman hangat.

  1. Kunyit

Selain mampu mengatasi penyakit batuk, kunyit memiliki segudang maanfat kesehatan seperti dapat membunuh bakteri dan mengatasi perut kembung, mengurangi gerakan kontraksi usus yang mampu mencegah diare dan melancarkan pengeluaran cairan empedu, sebagai obat pereda sakit dan antikejang. 

Selain kelima bahan alami di atas, masih banyak bahan-bahan tradisional yang dapat digunakan sebagai obat batuk yaitu jintan, mengkudu, daun pegagan, daun peppermint, belimbing wuluh, madu, nanas, sari cuka apel, makanan probiotik, sup kaldu tulang, air garam, jeruk lemon, dan masih banyak lagi.

Baca Juga: Selain Batuk, Waspadai Gejala Bronkitis Ini

Namun pastikan kondisi kesehatan Anda dapat mengonsumsi bahan alami untuk mengobati batuk yang dialami, untuk mencegah kondisi batuk yang semakin buruk atau justru malah memunculkan risiko penyakit yang lainnya. Lakukan pemeriksaan telekonsultasi yang dapat diakses melalui website atau aplikasi farmamedisk, yang akan menghubungi pasien dengan dokter atau mitra penyedia jasa layanan kesehatan yang sudah terlisensi medis di masing-masing bidangnya.

Farma AI
Farma AI
Tanya Obat 24/7
Farma AI
Farma AI 24/7
Asisten Apoteker FarmaMedis
Halo! πŸ‘‹ Saya Farma AI. Ada yang bisa saya bantu terkait informasi obat, dosis, atau keluhan kesehatan Anda?