Download Farma Medis App
Home Artikel Hidup Sehat

Obat dan Mencegah Penyakit Asam Urat

Baca informasi kesehatan dengan tampilan yang lebih nyaman, terstruktur, dan mudah dipahami. Untuk kondisi medis pribadi, tetap konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Obat dan Mencegah Penyakit Asam Urat Hidup Sehat
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Bila keluhan berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Banyak orang mengidentikan asam urat adalah ketika terjadi pegal di persendian. Ya benar, memang rasa tidak nyaman di bagian sendi merupakan salah satu tanda penyakit asam urat. Namun ada juga ciri yang lain, misalnya terdapat benjolan atau membengkakan di area sendi, sendi terasa panas, nyeri yang tidak tertahankan, dan kulit kemerahan di persendian. 

Kelebihan atau kekurangan kadar asam urat dalam plasma darah ini sering menjadi indikasi adanya penyakit atau gangguan pada tubuh manusia. Asam urat sendiri adalah senyawa turunan purina dengan rumus kimia Cβ‚…Hβ‚„Nβ‚„O₃ dan rasio plasma antara 3,6 mg/dL dan 8,3 mg/dL. 

Bagaimana mengatasi asam urat dengan obat?

Demi menghindari bahaya lebih lanjut, penting untuk segera mengobati dan menekan kadar asam urat yang berlebih dalam tubuh. Salah satu caranya, yaitu dengan mengonsumsi obat-obatan secara tepat.

Secara garis besar, obat asam urat ada yang untuk meredakan peradangan dan nyeri (jangka pendek), dan obat untuk menekan kadar asam urat agar tetap stabil (jangka panjang). Tentu saja tidak boleh sembarangan dan harus menjumpai dokter terlebih dahulu ya. 

Untuk peradangan dan pereda nyeri jangka pendek kamu bisa saja direkomendasikan dokter beberapa dokter obat di bawah ini.

1. Recolfar - Colchicine

Obat dengan kandungan colchicine biasa digunakan untuk mencegah atau mengobati asam urat yang disebabkan oleh terlalu banyaknya kadar asam urat dalam darah.

Colchicine menekan jumlah sel darah putih ke area peradangan untuk meredakan radang sendi dan mengurangi rasa nyeri. Namun, ini bukanlah obat penghilang rasa sakit.

Baca Juga : Asam Urat? Hindari Pantangan Makanan Berikut Ini

Salah satu colchicine yang banyak digunakan untuk mengatasi asam urat, yaitu Recolfar.

Indikasi: Kelebihan asam urat dengan kondisi arthritis gout akut.

Kontraindikasi: Hipersensitif/alergi colchicine, gangguan hati, hemodialisis.

Peringatan: Riwayat penyakit hati atau ginjal, gangguan pencernaan, penyakit jantung, lansia

Rentang Harga: Rp 56.160 – Rp 208.650

2. Methylprednisolone - Kortikosteroid

Kortikosteroid adalah obat dengan kandungan hormon steroid yang berperan dalam meredakan peradangan atau inflamasi di tubuh dan menekan sistem kekebalan tubuh yang berlebih.

Methylprednisolone merupakan salah satu obat yang termasuk kortikosteroid. Obat ini berperan dalam mengatasi penyakit radang sendi, rematik hingga gangguan sistem imun.

Methylprednisolone mampu mencegah dan menghentikan zat penyebab peradangan, nyeri dan pembengkakan.

Indikasi: Peradangan dan gejala alergi.

Kontraindikasi: Hipersensitif/alergi methylprednisolone, infeksi fungal sistemik.

Peringatan: Pasien gagal jantung, hipertensi, insufisiensi ginjal, gangguan tiroid, risiko osteoporosis.

Rentang Harga: Rp 6.000 – Rp 93.000

3. Ibuprofeb

Ibuprofen biasa digunakan untuk meredakan nyeri dan peradangan. Seperti radang sendi, sakit gigi hingga nyeri saat haid.

Ibuprofen mampu meredakan nyeri dan peradangan, dengan cara menghalangi tubuh dalam meproduksi prostaglandin. Di mana ini adalah senyawa yang menyebabkan peradangan dan rasa dakit di tubuh.

Obat ini sendiri termasuk dalam golongan obat anti-inflamasi non-steroid atau non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAID).

Indikasi: Nyeri, peradangan, demam.

Kontraindikasi: Hipersensitif/alergi ibuprofen, lansia.

Peringatan: Pasien gagal jantung, gangguan ginjal dan hati, hindari merokok dan minuman beralkohol, kondisi kulit sensitif.

Rentang Harga: Rp 7.200 – Rp 70.000

Baca Juga : ciri-ciri kolesterol tinggi dan asam urat

4. Aclonac - Kalium Diklofenak

Kalium diklofenak juga termasuk sebagai obat anti-inflamasi non-steroid. Kandungannya membantu mengobati nyeri ringan hingga sedang.

Obat kalium diklofenak biasa biasa digunakan untuk mengatasi radang sendi, pengapuran tulang, hingga sakit gigi.

Salah satu obat kalium diklofenakiasa yang banyak digunakan, yaitu Aclonac.

Indikasi: Nyeri dan inflamasi.

Kontraindikasi: Pasien dengan kondisi perdarahan, ulserasi.

Peringatan: Riwayat gangguan kardiovaskular, hipertensi, retensi cairan, gagal jantung, tukak lambung, gangguan hati dan ginjal, lansia, ibu hamil dan menyusui.

Rentang Harga: Rp 12.000 – Rp 134.320

5. Profenid - Ketoprofen

Ketoprofen umum digunakan untuk mengatasi nyeri dan peradangan akibat asam urat, arthritis, cedera hingga meredakan nyari setelah operasi.

Ketoprofen bekerja dengan menghambat enzim penghasil prostaglandin yang menimbulkan peradangan di tubuh.

Profenid merupakan obat dengan kandungan zat aktif ketoprofen yang bisa digunakan untuk mengatasi asam urat.

Indikasi: Nyeri dan peradangan.

Kontraindikasi: Hipersensitif/alergi ketoprofen, pasien gangguan jantung, asma, urtikaria, wanita hamil trimester akhir.

Peringatan: Pasien dengan masalah fungsi hati dan ginjal, riwajat gangguan jantung, retensi cairan, hindari konsumsi alkohol.

Rentang Harga: Rp 17.622 – Rp 195.000

6. Celebrex – Celecoxib

Satu lagi obat golongan anti-inflamasi non-steroid yang biasa digunakan untuk mengatasi gejala nyeri dan peradangan terutama pada persendian, yaitu celecoxib.

Celecoxib diketahui berisiko lebih kecil pada tukak lambung dibanding obat sejenis lain, namun tetap harus berhati-hati pada penderita maag.

Salah satu pilihan obat asam urat dengan kandungan celecoxib adalah Celebrex.

Indikasi: Nyeri dan peradangan.

Kontraindikasi: Hipersensitif/alergi celecoxib dan sulphonamide, alergi aspirin, riwayat asma.

Peringatan: Anak-anak di bawah 2 tahun, risiko serangan jantung dan stroke, perdarahan saluran pencernaan, alergi aspirin, hepatitis kronis, pasien gagal jantung, asma, sakit maag.

Rentang Harga: Rp 176.800 – Rp 578.500

Untuk jangka panjang

Sementara untuk  peradangan dan pereda nyeri jangka panjang kamu bisa saja direkomendasikan dokter beberapa dokter obat di bawah ini.

  1. Probenid – Probenecid

Probenecid adalah obat untuk penyakit asam urat. Obat ini mampu menurunkan kadar asam urat dalam darah, sehingga mencegah radang sendi.

Namun, obat ini tidak dapat meredakan serangan asam urat yang sedang terjadi. Karena penggunaannya lebih untuk pengobatan jangka panjang.

Probenid merupakan merek dagang obat asam urat yang mengandung probenecid.

Indikasi: Asam urat, hiperurisemia.

Kontraindikasi: Hipersensitif/alergi probenecid, anak di bawah 2 tahun, penderita batu ginjal.

Peringatan: Penderita anemia, gangguan ginjal, tukak lambung, pasien kanker, konsumsi obat-obatan atau suplemen.

Rentang Harga: Rp 25.000 – Rp 325.000

Baca Juga : Kenali Penyebab Asam Urat dan Cara Menghindarinya

2. Puricemia -  Allopurinol

Allopurinol berperan dalam menurunkan kadar asam urat dalam darah dengan menghambat xanthine oxidase. Zat yang menjadi penyebab jumlah asam urat berlebih.

Allopurinol bisa membantu mengatasi kondisi akibat asam urat berlebih, seperti gout dan gangguan ginjal (termasuk batu ginjal).

Salah satu obat allopurinol untuk mengurangi kadar asam urat berlebih adalah Puricemia.

Indikasi: Asam urat.

Kontraindikasi: Hipersensitif/alergi allopurinol.

Peringatan: Penderita gangguan hati, ginjal, diabetes, hipertensi, masalah jantung, hindari konsumsi alkohol.

Rentang Harga: Rp 35.500 – Rp 416.000

3. Zyloric – Allopurinol

Selain Puricemia, Zyloric merupakan obat untuk asam urat yang juga mengandung allopurinol.

Zyloric bekerja untuk menurunkan konsentrasi asam urat dalam darah dan urin, sehingga dapat mencegah terjadinya nyeri sendi akibat penumpukan asam urat dan menghindari kondisi batu ginjal.

Indikasi: Hiperurisemia, asam urat.

Kontraindikasi: Hipersensitif/alergi allopurinol, serangan gout akut, wanita hamil dan meyusui.

Peringatan: Pasien gangguan ginjal dan hati.

Rentang Harga: Rp 26.500 – Rp 570.000

10. Feburic - Febuxostat

Febuxostat merupakan obat yang digunakan untuk pengobatan hiperurisemia kronik atau asam urat.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menyetujui edaran produk obat keras febuxostat dengan nama dagang Feburic.

Pemberian febuxostat pada pasien hiperurisemia kronik dengan deposisi kristal urat, termasuk riwayat atau adanya tophus, gout arthritis dan uric nephrolithiasis, efektif menurunkan kadar asam urat.

Indikasi: Hiperurisemia, asam urat.

Kontraindikasi: Hipersensitif/alergi febuxostat.

Peringatan: Kondisi alergi, tidak dianjurkan pada pasien gagal jantung, penerima tranplantasi organ.

Rentang Harga: Rp 200.000 – Rp 650.000

Farma AI
Farma AI
Tanya Obat 24/7
Farma AI
Farma AI 24/7
Asisten Apoteker FarmaMedis
Halo! πŸ‘‹ Saya Farma AI. Ada yang bisa saya bantu terkait informasi obat, dosis, atau keluhan kesehatan Anda?