Obat penghancur batu ginjal selain digunakan untuk menghancurkan batu ginjal, juga untuk mencegah kembali terbentuknya batu ginjal, dan membantu mengeluarkan batu ginjal lewat urine.
Batu ginjal merupakan kristal padat yang terbentuk di dalam ginjal yang disebabkan oleh penumpukan zat mineral tertentu dalam darah. Zat mineral tersebut mengendap di ginjal dan lama kelamaan dapat mengeras hingga menyerupai batu.
Batu ginjal dapat diatasi dengan obat penghancur batu ginjal, baik obat herbal maupun obat resep dokter.
Obat penghancur batu ginjal secara herbal
Berbagai tumbuhan atau tanaman herbal yang dapat diolah menjadi obat penghancur batu ginjal adalah sebagai berikut.
-
Daun kumis kucing
Tanaman yang menyerupai kumis kucing yang dipakai sebagai obat penghancur batu ginjal adalah tanaman herbal dengan nama latin Orthosiphon stamineus. Secara tradisional, daun kumis kucing dipakai untuk dapat merangsang keluarnya batu ginjal lewat urine dan mencegah terjadinya pengendapan mineral dan garam di dalam ginjal. Penelitian lebih lanjut masih perlu dilakukan untuk memastikan efektivitas kumis kucing dalam mengobati batu ginjal. Sejauh ini penelitian membuktikan bahwa kumis kucing sifat antibakteri, antioksidan, dan anti radang.
-
Perasan lemon
Selain dapat diminum untuk memberikan kesegaran, perasan air lemon dapat diolah menjadi obat penghancur batu ginjal. Sebabnya adalah karena air lemon mengandung sitrat yang dapat mengikat kalsium dan mencegah pembentukan batu ginjal. Kandungan sitrat juga dapat memecah batu ginjal menjadi ukuran yang lebih kecil, sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan lewat urine.
-
Tanjung
Tanaman tanjung atau nama latinya Mimusops elengi dapat diekstrak menjadi obat untuk menghancurkan batu ginjal yang telah terbentuk. Ekstrak tanaman tanjung juga dapat menurunkan kadar kreatinin, asam urat, dan ureum di dalam darah. Meski demikian, efektivitas tanaman tanjung bagi penyembuhan penyakit batu ginjal masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
-
Meniran hijau
Obat penghancur batu ginjal berikutnya dapat dibuat dari tanaman meniran hijau. Senyawa yang terkandung di dalam tanaman dengan nama latin Phyllanthus niruri ini diduga dapat mencegah pembentukan batu yang mengendap di ginjal dan menghambat pertumbuhan endapan kalsium serta menjaga agar kristal tetap terurai di urine.
-
Buah delima
Sebagian orang mengonsumsi buah delima untuk menjaga kesehatan mereka. Buah delima kaya antioksidan dan polifenol untuk menjaga kesehatan ginjal. Delima dipercaya dapat menghancurkan l batu ginjal, membuang mineral dan garam berlebih dari urine serta mencegah pengendapan kalsium, urea, dan asam urat di dalam ginjal.
Buah delima juga dapat menurunkan tingkat keasaman urine, sehingga mencegah pembentukan batu ginjal. Namun, efektivitas buah delima secara klinis sebagai obat herbal batu ginjal masih perlu diteliti lebih lanjut.
-
Saxifraga ligulata
Tanaman herbal yang bernama saxifraga ligulata juga mempunyai khasiat untuk melarutkan batu ginjal. Tanaman herbal ini berperan sebagai antiseptik di dalam saluran kemih. Ekstrak tanaman ini juga diduga memiliki efek diuretik ringan atau dapat meningkatkan produksi urine.
-
Ajwain atau ajowan
Tanaman ini memiliki nama latin Trachyspermum ammi. Khasiatnya adalah untuk menghilangkan nyeri akibat batu ginjal dan batu di saluran kemih. Sifat diuretik pada tanaman ini digunakan dalam berbagai formulasi obat untuk mengatasi batu ginjal.
-
Mentimun
Buah mentimun mengandung banyak air yang bermanfaat untuk mengatasi batu ginjal. Selain mengandung banyak air, mentimun juga rendah oksalat sehingga dapat mencegah pembentukan batu ginjal.
Obat penghancur batu ginjal resep dokter
Selain mengenal tanaman herbal, untuk mengobati batu ginjal juga dikenal berbagai macam obat-obatan medis dengan resep dokter. Dilansir dari Mayo Clinic, obat-obatan berguna untuk mengontrol jumlah mineral dan garam dalam urine dan dapat membantu pada orang yang membentuk jenis batu tertentu. Jenis obat yang diresepkan dokter akan tergantung pada jenis batu ginjal pasien.
Berikut ini beberapa contoh obat penghancur batu ginjal resep dokter sesuai dengan jenis batu:
-
Batu kalsium
Untuk membantu mencegah pembentukan batu kalsium, dokter Anda mungkin akan meresepkan diuretik thiazide atau preparat yang mengandung fosfat.
-
Batu asam urat
Sementara itu, dokter mungkin meresepkan allopurinol (Zyloprim, Aloprim) untuk mengurangi kadar asam urat dalam darah dan urin, yang juga bermanfaat untuk menjaga urin tetap basa. Dalam beberapa kasus, allopurinol dan zat alkali dapat melarutkan batu asam urat.
-
Batu struvit
Untuk mencegah batu struvite, dokter mungkin merekomendasikan strategi untuk menjaga urine Anda bebas dari bakteri penyebab infeksi, termasuk minum cairan untuk menjaga aliran urin yang baik dan sering berkemih.
Dalam kasus yang jarang terjadi, penggunaan antibiotik jangka panjang dalam dosis kecil atau intermiten dapat membantu mencapai tujuan ini. Dokter mungkin dapat merekomendasikan antibiotik sebelum dan beberapa saat setelah operasi untuk mengobati batu ginjal Anda.
-
Batu sistin
Berkaitan dengan diet rendah garam dan protein, dokter mungkin akan menyarankan Anda agar minum lebih banyak cairan sehingga menghasilkan lebih banyak urin. Jika itu saja tidak membantu, dokter mungkin juga meresepkan obat yang meningkatkan kelarutan sistin dalam urin Anda.
Pencegahan batu ginjal
Pepatah mengatakan lebih baik mencegah daripada mengobati. Ini sangat ampuh bagi batu ginjal. Pencegahan batu ginjal jauh lebih baik dilakukan, daripada mengobatinya. Untuk itu, perubahan gaya hidup sangat penting dilakukan.
-
Minum air putih minimal 2 liter per hari
Risiko terkena batu ginjal bisa dicegah asalkan Anda rajin minum air putih setiap hari. Untuk orang dengan riwayat batu ginjal, dokter biasanya merekomendasikan minum cukup cairan untuk mengeluarkan sekitar 2,1 liter (2 liter) urine sehari.
Jika Anda tinggal di iklim yang panas dan kering, atau Anda sering berolahraga, maka diperlukan minum lebih banyak air putih untuk menghasilkan cukup urine. Jika urin Anda encer dan jernih warnanya, kemungkinan Anda minum cukup air. Sebaliknya jika urine Anda berwarna kekuningan, kemungkinan itu disebabkan oleh kurang minum air putih.
-
Batasi makanan yang kaya oksalat
Makan lebih sedikit makanan kaya oksalat dianjurkan untuk mencegah terbentuknya batu kalsium oksalat. Makanan yang kaya oksalat misalnya adalah rhubarb, bit, okra, bayam, lobak Swiss, ubi jalar, kacang-kacangan, teh, cokelat, lada hitam, dan produk kedelai.
-
Diet rendah garam dan protein hewani
Jika sedang diet, pilihlah diet yang rendah garam dan protein hewani. Kurangi jumlah garam yang Anda makan. Pilih sumber protein non-hewani, seperti kacang-kacangan. Pertimbangkan untuk menggunakan pengganti garam.
-
Teruskan konsumsi makanan yang kaya kalsium
Tetap lanjutkan mengonsumsi makanan kaya kalsium, tetapi berhati-hatilah dengan suplemen kalsium. Kalsium dalam makanan tidak berpengaruh pada risiko batu ginjal. Lanjutkan makan makanan kaya kalsium kecuali dokter Anda menyarankan sebaliknya.
Tanyakan kepada dokter Anda sebelum mengambil suplemen kalsium, karena ini telah dikaitkan dengan peningkatan risiko batu ginjal. Anda dapat mengurangi risiko dengan mengonsumsi suplemen dengan makanan. Diet rendah kalsium dapat meningkatkan pembentukan batu ginjal pada beberapa orang.

