Sakit maag kerap dialami oleh orang yang terbiasa menunda waktu makan sehingga menyebabkan perut terasa sakit akibat asam lambung yang naik. Maag sebenarnya bukan penyakit khusus, melainkan kumpulan gejala yang menandakan suatu penyakit tertentu. Salah satu yang menjadi pemicu kenaikan asam lambung adalah dari jenis asupan makanan dan minuman yang dikonsumsi.
Berikut adalah beberapa kategori makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari oleh penderita maag karena dapat memicu asam lambung naik :
-
Makanan tinggi lemak
Pada dasarnya lemak dibutuhkan oleh tubuh namun dalam batas yang wajah. Sedangkan makanan yang memiliki kandungan lemak tinggi dapat menjadi pemicu naiknya asam lambung, terlebih lagi jika dikonsumsi terlalu banyak maka akan memicu munculnya gejala maag. Kondisi ini dapat teradi karena lemak dapat melemahkan otot pada katup kerongkongan atau esofagus bagian bawah. Hal ini kemudian menyebabkan kerongkongan mudah terbuka sehingga memudahkan asam lambung naik ke kerongkongan. Alhasil orang yang mengalaminya akan merasakan sensasi terbakar pada dada atau heartburn.
Selain itu makanan tinggi lemak juga dapat merangsang pelepasan kolesistokinin, yakni hormon yang memicu mengendurnya katup kerongkongan sehingga asam lambung dapat naik dengan mudahnya. Makanan tinggi lemak juga membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dicerna sehingga pengosongan organ lambung akan berjalan lambat dan menaikkan produksi asam lambung berlebih.
Beberapa jenis makanan tinggi lemak yang perlu dibatasi untuk mengendalikan naiknya asam lambung antara lain adalah susu tinggi lemak dan aneka produk olahannya, daging merah seperti sapi, kambing, dan domba, aneka makanan yang digoreng, serta makanan manis seperti kue, es krim, dan jenis makanan lain yang banyak menggunakan bahan pemanis.
Baca Juga : Perbedaan Asam Lambung Naik Ke Dada Dengan Serangan Jantung
-
Minuman berkafein
Orang yang menderita maag sebaiknya tidak mengonsumsi minuman yang memiliki kandungan kafein seperti kopi, karena hal ini dapat menyebabkan gejala maag semakin bertambah parah. Hal ini disebabkan kafein mampu melemahkan otot pada katup kerongkongan bagian bawah yang mengakibatkan asam lambung naik ke kerongkongan dan memunculkan gejala yang sangat mengganggu.
Selain itu kafein juga dapat merangsan sekresi asam lebih banyak sehingga menyebabkan peningkatan hormon gastrin, yaitu hormon perangsang lambung untuk menghasilkan asam lambung. Beberapa jenis makanan dan minuman berkafein yang perlu dihindari penderita asam lambung antara lain seperti cokelat, teh, kopi, minuman berenergi, dan minuman bersoda.
-
Minuman berkarbonasi
Minuman berkarbonasi akan membuat perut kembung dan juga dapat memicu asam lambung, karena juga mampu melemahkan otot esofagus bagian bawah. Terlebih lagi kebanyakan minuman berkarbonasi juga mengandung kafein yang semakin menaikkan risiko naiknya asam lambung.
-
Alkohol
Sama seperi kopi dan soda, minuman yang memiliki kandungan alkohol seperti bir atau anggur juga dapat memberikan kontribusi sebagai penyebab munculnya maag. Kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol yang dilakukan berulang kali dalam jumlah yang cukup banyak, akan mengiritasi hingga mengikis lapisan perut. Kondisi ini kemudian menjadikan lapisan perut menjadi lebih rentan terhadap asam lambung yang membuat perut menjadi lebih sensitif terhadap asam. Minuman beralkohol seperti bir dan anggur juga dapat meningkatkan jumlah produksi asam lambung.
-
Makanan pedas
Mengonsumsi makanan bercita rasa pedas dapat memberikan beberapa dampak pada kesehatan seperti sakit perut, mulas, hingga diare. Pada umumnya, rasa pedas makanan berasal dari cabai yang mengandung zat capsaicin, yakni ekstrak alkaloid pemberi rasa pedas pada cabai. Namun selain memberi rasa pedas capsaicin juga dapat memperlambat kerja sistem pencernaan. Hal ini akan terjadi lebih buruk pada penderita sakit maag karena proses pencernaan akan membutuhkan waktu yang lebih lama.
Sementara itu, saat gejala maag melanda, makanan yang telah dikonsumsi tidak boleh berada di sistem pencernaan dalam waktu yang terlalu lama, karena semakin lama makanan bertahan di perut maka risiko asam lambung naik juga akan semakin meningkat. Akibatnya adalah muncul gejala maag seperti mulas, sakit perut, dan sensasi dada terbakar akibat asam lambung.
Baca Juga : Pertolongan Pertama Saat Asam Lambung Naik
-
Makanan asin
Sama seperti halnya makanan pedas, makanan bercita rasa asin juga dapat menjadi faktor pemicu naiknya asam lambung. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa makanan yang mengandung natrium (garam) tinggi dapat memicu refluks asam. Oleh karena itu sebaiknya mulailah untuk membatasi makanan asin dalam jumlah yang wajar agar tidak memicu naiknya asam lambung.
-
Buah-buahan citrus
Buah-buahan citrus seperti jeruk, lemon, ataupun jeruk bali memang memiliki kandungan vitamin C yang tinggi dan baik untuk kesehatan tubuh. Namun di sisi lain, buah-buahan citrus justru dapat memicu asam lambung naik. Berdasarkan penelitian yang dimuat dalam The Korean Journal of Gastroenterology, pantangan makanan untuk penyakit asam lambung dapat memicu sensasi dada terbakar. Dari 382 peserta yang mengeluhkan heartburn sebagai gejala maag, sebanyak 67 persen peserta mengalami gejala yang lebih parah setelah mengonsumsi jeruk.
-
Tomat
Tomat juga merupakan salah satu makanan yang harus dipantang oleh penderita asam lambung, karena kansungan asam sitrat dan asam malat pada tomat dapat memicu kenaikan asam lambung penyebab maag. Selain itu, mengonsumsi tomat dalam jumlah yang berlebihan akan memengaruhi sistem pencernaan. Akibatnya, asam lambung naik ke kerongkongan dan menimbulkan gejala yang mengganggu.
Baca Juga : Ciri-Ciri Asam Lambung Pada Tubuh
-
Bawang
Jenis bawang-bawangan baik itu bawang merah, bawang putih, atau bawang bombay, juga dapat melemahkan otot kerongkongan bagian bawah, sehingga asam lambung mudah naik lagi ke kerongkongan dan memicu gejala maag. Selain itu, aneka bawang juga memiliki kandungan zat yang dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti sendawa, yang merupakan salah satu gejala maag dan dapat memperburuk kenaikan asam lambung jika terlalu lama dibiarkan tanpa pengobatan.
Selain kategori makanan dan minuman pemicu asam lambung di atas, pola makan yang buruk juga bisa menjadi penyebab asam lambung naik. Berikut adalah pantangan pola makan yang harus dihindari karena dapat menimbulkan masalah asam lambung naik :
-
Langsung tidur setelah makan
Hindari kebiasaan langsung tidur setelah makan karena tubuh tidak memiliki waktu yang cukup untuk mencerna makanan. Hal ini akan membuat makanan yang dikonsumsi justru malah naik ke kerongkongan bersama dengan asam dari dalam lambung yang kemudian memicu gejala maag.
-
Porsi makan yang banyak
Makan dengan porsi yang banyak memang mengenyangkan namun hal ini dperlu dipantang bagi penderita maag untuk menghindari asam lambung naik. Pada saat perut terisi penuh oleh makanan maka lambung akan meregang. Peregangan inilah yang dapat memberikan tekanan kuat pada otot di katup tenggorokan bawah sehingga memicu asam lambung naik.
Jika Anda penderita asam lambung maka sebaiknya hindari pantangan yang dapat memicu asam lambung naik. Namun jika kondisi asam lambung semakin parah, Anda dapat melakukan telekonsultasi melalui website atau aplikasi farmamedisk yang akan menghubungkan pasien dengan mitra atau rekanan penyedia jasa layanan kesehatan

