Penyebaran kasus harian omicron di Jakarta mencapai lebih dari 2000 kasus pada akhir Januari 2022. Meskipun angkanya lebih tinggi dari varian Delta, namun pemerintah mengatakan Omicron masih terkendali.
Kasus harian Omicron terkonfirmasi mengalami penurunan selama tujuh hari terakhir. Pada 14-20 Februari kemarin di Jakarta, Banten dan Bali, tren penurunan kasus terkonfirmasi harian mengalami penurunan.
Hal itu disampaikan oleh pemerintah, dalam rapat terbatas evaluasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) secara virtual di Istana Merdeka Jakarta, yang dipimpin langsung oleh Presiden Jokowi.
Omicron di Jakarta terkendali
Berbicara kepada pers selepas rapat, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, dikutip CNBC (21/2/2022) mengatakan, “Saya sampaikan kasus Omicron terkendali.”
Berdasarkan pemantauan pemerintah dalam sepekan terakhir, kasus Covid-19 varian Omicron yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami kenaikan, kini sudah cukup terkendali.
Menurut Luhut, kasus Covid-19 varian Omicron memang sudah melebihi angka puncak kasus saat Indonesia diserang varian Delta. Namun, situasinya masih jauh lebih baik dibandingkan puncak kasus tahun lalu.
"Meski penambahan kasus melebihi tren delta, tapi kondisi rawat inap dan kematian masih di bawah delta," kata Luhut seperti dilansir CNBC (21/02/2022).
Selain itu, dalam catatan pemerintah, tingkat keterisian di rumah sakit di Jakarta dan Bali juga sudah mengalami penurunan. Dikatakan bahwa jumlah keterisian rawat inap rumah sakit di Jawa-Bali masih jauh di bawah keterisian saat varian Delta menyerang pada tahun lalu.
Omicron di Jakarta tembus 2.000 kasus pada bulan Januari
Penyebaran virus Omicron di Jakarta melebihi 2.000 kasus pada bulan Januari 2022 lalu. Wakil Gubernur Jakarta Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria, dilansir TV One (31 Januari 2022) menyebutkan kasus harian baru Omicron mencapai 2.526 kasus. Dari jumlah tersebut, 54,4 % merupakan kasus impor, dan 45,6 % kasus lokal.
“Jadi sebentar lagi akan terbalik, yang tadinya kasus impor lebih banyak, sekarang kasus lokal… Sekalipun Omicron tidak berbahaya seperti varian Delta, tapi jangan dianggap enteng. Karena ada kasus Omicron yang meninggal, di Jakarta satu (orang) di Tangsel satu (orang),” kata Wagub DKI Jakarta.
Perjalanan kasus Omicron sampai ke Jakarta
Melansir Kompas (21/12/2022), kasus pertama Omicron di Indonesia diumumkan pemerintah pada Kamis, 16 Desember 2021 silam. Menyusul berikutnya, dua kasus lain yang diumumkan dua hari setelahnya.
Kasus Omicron pertama mengenai seorang petugas kebersihan yang bekerja di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Jakarta. Petugas kebersihan tersebut terpapar dari seorang WNI yang baru pulang dari Nigeria dan dikarantina di Wisma Atlet.
Sedangkan pada 2 kasus Omicron lainnya, ditemukan dari hasil penelitian terhadap 5 kasus probable Omicron. Kasus kedua tersebut menimpa seorang pria warga negara Indonesia yang memiliki riwayat perjalanan dari Amerika Selatan.
Sedangkan kasus ketiga adalah seorang pria WNI yang baru pulang ke Indonesia setelah menempuh perjalanan dari Inggris. Namun, baru diketahui belakangan, kasus pertama varian Omicron di Indonesia ternyata sudah masuk sejak 27 November 2021. Kasus pertama varian Omicron diduga ditulari oleh seorang WNI yang baru pulang dari Nigeria.
4,5 juta pasien COVID-19 di Indonesia sembuh
Perkembangan penanganan pandemi COVID-19 per 22 Februari 2022 secara nasional menunjukkan angka kesembuhan harian sebesar 38.474 orang sembuh per hari, yang terdiri dari transmisi lokal sebanyak 38.297 orang dan Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) sebanyak 177 orang. Sehingga angka kumulatifnya bertambah melebihi 4,5 juta orang sembuh atau tepatnya 4.593.185 orang (86,8%).
Informasi tersebut dirilis oleh Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional pada 22 Februari 2022 kemarin.
Kasus aktif
Lebih lanjut disampaikan pada rilis tersebut, bahwa kasus aktif atau pasien positif yang masih membutuhkan perawatan medis, saat ini bertambah menjadi 18.760 kasus dan kumulatifnya menjadi 549.431 kasus (10,4%).
Sementara pasien terkonfirmasi positif (RT-PCR/TCM dan rapid antigen) pada 22 Februari 2022 bertambah sebanyak 57.491 kasus, terdiri 56.754 kasus transmisi lokal dan PPLN 737 kasus. Sehingga angka kumulatif nya, atau jumlah pasien terkonfirmasi positif yang tercatat sejak kasus pertama hingga hari ini mencapai 5.289.414 kasus.
Pasien meninggal
Sementara itu, pasien COVID-19 yang meninggal sampai dengan saat ini telah bertambah sebanyak 257 dari kasus transmisi lokal. Sehingga jumlah kumulatifnya mencapai 146.798 kasus (2,8%).
Selain itu, dari hasil uji laboratorium per hari, spesimen selesai diperiksa (RT-PCR/TCM dan rapid test antigen) per hari sebanyak 537.081 spesimen dengan jumlah suspek sebanyak 45.398 kasus.
5 provinsi dengan kesembuhan harian tertinggi
Lebih lanjut disebutkan perkembangan setiap provinsi dalam penanganan COVID-19. Terdapat 5 provinsi dengan angka kesembuhan harian tertinggi. Yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, dan Jawa Tengah.
Di Jakarta sebanyak 9.500 orang baru saja sembuh, yang terdiri dari transmisi lokal 9.463 orang dan Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) sebanyak 37 orang. Kumulatif berjumlah 1.065.552 orang dinyatakan sembuh.
5 provinsi dengan penambahan kasus harian tertinggi
Sedangkan penambahan kasus terkonfirmasi positif harian terdapat 5 provinsi dengan angka tertinggi. Yakni Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Banten.
Penambahan kasus di DKI Jakarta sebanyak 5.208 kasus, yang berasal dari transmisi lokal 4.697 orang dan PPLN sebanyak 511 kasus. Kumulatifnya berjumlah 1.140.233 kasus baru di Jakarta.
Provinsi dengan tingkat kematian tertinggi
Sampai dengan 22 Februari 2022, terdapat 22 provinsi yang menambahkan angka kematian dari kasus transmisi lokal. Terdapat 5 provinsi dengan angka tertinggi harian. Yaitu:
-
Jawa Tengah 64 kasus, kumulatif 30.704 kasus
-
Jawa Timur 43 kasus, kumulatif 30.092 kasus
-
DKI Jakarta 33 kasus, kumulatif 14.414 kasus
-
Bali 23 kasus, kumulatif 4.322 kasus
-
Jawa Barat 18 kasus, kumulatif 14.943 kasus
Himbauan pemerintah hadapi libur panjang
Periode libur panjang akan berlangsung pada 26, 27 dan 28 Februari 2022 mendatang. Oleh karena itu, pemerintah menghimbau agar masyarakat untuk tetap waspada dalam menjalankan aktivitasnya.
Pemerintah berupaya mengoptimalkan kebijakan yang ada terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Menurut Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito, Pemerintah tidak membuat aturan khusus menjelang periode libur panjang dalam waktu dekat.
"Meskipun begitu, pemerintah menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dalam menjalankan aktivitasnya mengingat kondisi kasus COVID-19 masih cukup tinggi dengan memperhatikan kebijakan PPKM di daerahnya masing-masing," Wiku menjawab pertanyaan media dalam keterangan persnya di Graha BNPB, Selasa (22/2/2022), yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Populasi renta diharapkan agar menunda kegiatan
Pemerintah menyarankan bagi populasi renta untuk menunda dulu kegiatannya. Populasi yang dimaksud adalah warga lanjut usia, penderita komorbid, dan orang yang belum divaksinasi penuh. Bagi masyarakat lainnya, walau bisa beraktivitas lebih leluasa dimohon untuk menjalankan protokol kesehatan ketat demi melindungi diri sendiri dan orang yang ada di rumah.
Diharapkan pula kepada Pemerintah Daerah, agar tanggap mempersiapkan fasilitas isolasi terpusat. Terutama daerah-daerah yang sedang mengalami kenaikan kasus. Hal ini dikarenakan tidak semua masyarakat menyanggupi isolasi secara mandiri yang layak.
Untuk masyarakat di daerah yang terkonfirmasi positif diminta untuk memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan. Hal itu demi menjamin proses isolasi dan pelayanan yang terpantau serta terkendali.

