Orang dewasa berusia di atas 18 tahun yang belum pernah mendapatkan vaksin cacar air berisiko terpapar cacar air. Vaksin cacar air untuk orang dewasa sebaiknya segera dilakukan sekarang.
Cacar air merupakan penyakit umum yang disebabkan oleh virus varicella-zoster. Gejala cacar air meliputi demam dan bintik-bintik gatal atau lecet di seluruh tubuh.
Cacar air biasanya ringan dan berjalan dengan sendirinya dalam lima sampai 10 hari, tetapi dapat menyebabkan masalah yang lebih serius ketika terpapar pada remaja dan orang dewasa. Apalagi bila terpapar pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah. Mereka sangat rentan untuk mengembangkan komplikasi serius dari cacar air.
Beberapa komplikasi yang dapat timbul dari cacar air diantaranya adalah infeksi kulit, radang paru-paru, ensefalitis atau pembengkakan di otak, herpes zoster di kemudian hari, dan peradangan sendi.
Vaksinasi cacar air untuk orang dewasa
Vaksinasi adalah cara terbaik untuk mencegah cacar air. Vaksin cacar air bisa diperoleh di klinik kesehatan masyarakat atau rumah sakit. Vaksin cacar air sangat efektif untuk mencegah penyakit. Persentasenya antara 70% dan 90% orang yang divaksinasi akan kebal sepenuhnya terhadap cacar air.
Jika orang yang divaksinasi terkena cacar air, gejalanya akan sangat ringan dan hanya berlangsung selama beberapa hari.
Kapan orang dewasa harus dapatkan vaksin cacar air?
Pemberian vaksin varicella cacar air pada orang dewasa dilakukan dengan dosis yang sama seperti dosis untuk anak usia di atas 13 tahun. Yaitu 2 kali dengan jarak 4–8 minggu.
Pemberian vaksin varicella pada orang dewasa disarankan bagi orang yang memiliki kondisi berikut :
-
Belum pernah menerima vaksin varicella sama sekali
-
Wanita usia produktif
-
Bekerja di tempat yang berisiko tinggi terpapar varicella, misalnya rumah sakit, sekolah, dan laboratorium
-
Sering kontak dengan orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah, misalnya karena HIV/AIDS atau kemoterapi
Di Amerika Serikat, menurut WebMD, semua orang dewasa yang belum pernah menderita cacar air atau menerima vaksinasi harus divaksinasi. Dosis dan waktu pemberian vaksin pertama dan kedua sama dengan di Indonesia, yakni dua dosis vaksin diberikan dengan jarak minimal empat minggu.
Penelitian telah menunjukkan bahwa vaksinasi dalam waktu tiga hari setelah terpapar adalah 90% efektif untuk mencegah penyakit. Vaksinasi dalam waktu lima hari setelah terpapar adalah 70% efektif. Jika kamu sakit, gejalanya akan lebih ringan dan durasinya lebih pendek.
Mengapa orang dewasa perlu vaksin cacar air?
Sebagian besar kasus cacar air relatif ringan dan berjalan dalam lima hingga 10 hari. Tapi itu bisa sangat serius, bahkan mengancam jiwa, pada sebagian kecil orang. Sebelum vaksin varicella dilisensikan di Amerika Serikat pada tahun 1995, menurut WebMD, ada sekitar 100 kematian dan lebih dari 11.000 rawat inap per tahun akibat cacar air.
Risiko komplikasi serius yang mengancam jiwa paling besar terjadi pada bayi, orang dewasa lanjut usia, dan orang dengan sistem kekebalan yang lemah. Tetapi siapa pun dapat mengalami komplikasi serius dan tidak ada cara untuk memprediksi siapa yang akan mengalaminya.
Alasan lain dari pemberian vaksin cacar air pada orang dewasa karena penyakit ini sangat menular dan tanpa vaksin, dapat menyebar melalui kontak langsung atau melalui udara, melalui bersin atau batuk. Juga, seseorang bisa mendapatkannya dengan bersentuhan dengan cairan dari lepuh cacar air.
Penyakit ini menyebabkan ruam gatal yang biasanya terbentuk antara 200 dan 500 lepuh di seluruh tubuh, sakit kepala, batuk, dan rewel. Jadi meskipun penyakitnya ringan, itu tetap berarti akan membuat kondisi tidak nyaman dalam lima sampai 10 hari.
Siapa yang tidak boleh mendapatkan vaksin cacar air?
Namun perlu diperhatikan, kelompok orang yang tidak boleh divaksinasi cacar air berikut ini :
-
Sedang sakit parah pada saat vaksinasi
-
Sedang hamil (wanita tidak boleh hamil selama satu bulan setelah menerima vaksin cacar air)
-
Pernah mengalami reaksi alergi terhadap gelatin, antibiotik neomisin, atau dosis vaksin cacar air sebelumnya
Sementara itu, kelompok orang berikut ini perlu konsultasi dulu ke dokter sebelum mendapatkan vaksin cacar air. Yaitu :
-
Pasien yang menjalani kemoterapi atau radiasi untuk kanker
-
Orang yang memakai obat steroid atau imunosupresan lainnya
-
Orang dengan HIV atau penyakit lain yang mengganggu sistem kekebalan tubuh
-
Pasien yang baru saja menjalani transfusi darah atau menerima produk darah lainnya
Vaksin cacar air untuk anak-anak
Vaksin cacar air yang dianjurkan adalah sebanyak dua dosis. Vaksinasi dilakukan ketika anak-anak berusia di bawah 13 tahun. Anak-anak harus mendapatkan satu dosis vaksin saat berusia usia 12 dan 15 bulan. Sementara untuk dosis kedua diberikan pada saat berusia empat dan enam tahun.
Jika anak berusia 13 tahun atau lebih tidak pernah mendapatkan vaksin, maka harus diberikan dua dosis dengan jarak setidaknya 28 hari.
Lebih dari 90% vaksinasi efektif untuk mencegah cacar air.
Apa yang terkandung dalam vaksin cacar air?
Vaksin cacar air dibuat dari bentuk virus varicella yang hidup dan dilemahkan. Artinya virus mampu menghasilkan kekebalan di dalam tubuh tanpa menimbulkan penyakit.
Virus yang telah dilemahkan kurang ganas daripada virus yang tidak dilemahkan. Walaupun virus dalam vaksin cacar air pada umumnya tidak mampu menyebabkan penyakit, namun tetap merangsang respon dari sistem kekebalan tubuh. Respon itulah yang memberi seseorang yang pernah mendapat suntikan kekebalan atau perlindungan cacar air kebal dari penyakit.
Apakah ada risiko yang terkait dengan vaksin cacar air?
Efek samping yang paling umum dari vaksin cacar air adalah pembengkakan, nyeri, atau kemerahan di tempat suntikan. Sejumlah kecil orang mungkin juga mengalami ruam ringan atau demam ringan setelah vaksinasi.
Reaksi serius terhadap vaksin cacar air sangat jarang terjadi, tetapi mungkin dapat menimbulkan kejang, infeksi otak, radang paru-paru, kehilangan keseimbangan, dan reaksi alergi parah (anafilaksis)
Wanita yang menerima vaksin cacar air selama kehamilan harus segera menghubungi Puskesmas setempat. Karena cacar air selama kehamilan dapat menyebabkan cacat lahir, jadi mungkin ada risiko bahwa vaksin cacar air dapat menyebabkan cacat lahir yang sama.
Seperti vaksin lainnya, risiko yang terkait dengan vaksin cacar air jauh lebih rendah daripada risiko yang terkait dengan penyakit itu sendiri.
Secara umum vaksin varicella aman untuk digunakan.
Meskipun ada beberapa efek samping ringan yang dapat muncul setelah pemberian vaksin ini, yaitu nyeri dan bengkak di tempat suntikan, muncul ruam kulit, serta demam. Namun biasanya, efek samping tersebut akan hilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari.
Apabila efek samping dirasakan mengganggu, kamu dapat minum paracetamol untuk meredakan nyeri dan demam setelah pemberian vaksin varicella.
Pemberian vaksin varicella merupakan cara yang efektif dan aman untuk mencegah penyakit cacar air (varicella) yang sangat mudah menular. Oleh karena itu, jika kamu atau anak-anak belum pernah mendapatkan vaksin varicella, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk menentukan jadwal pemberian vaksin.

