Download Farma Medis App
Home Artikel Hidup Sehat

Penyakit Asma: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Baca informasi kesehatan dengan tampilan yang lebih nyaman, terstruktur, dan mudah dipahami. Untuk kondisi medis pribadi, tetap konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Penyakit Asma: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya Hidup Sehat
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Bila keluhan berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

 

Penyakit asma tidak dapat disembuhkan, tetapi gejalanya dapat dikendalikan. Perawatan yang tepat dapat membuat perbedaan besar dalam mencegah komplikasi jangka pendek dan jangka panjang yang disebabkan oleh asma.

Penyakit asma adalah suatu kondisi dimana saluran pernafasan menyempit dan membengkak serta dapat menghasilkan lendir ekstra. Kondisi tersebut dapat membuat penderita mengalami kesulitan bernapas dan memicu batuk, suara siulan atau mengi saat kamu menarik napas dan sesak napas.

Sebagian orang merasakan asma hanyalah gangguan kecil, namun bagi sebagian lainnya, penyakit asma dapat menjadi masalah besar yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Serangan asma bagi sebagian penderita dapat mengancam keselamatan jiwa.  

Menurut Mayo Clinic, asma tidak dapat disembuhkan, tetapi gejalanya dapat dikendalikan. Karena penyakit asma sering berubah, dari waktu ke waktu, maka penting bagi penderita untuk berkonsultasi dengan dokter untuk melacak tanda dan gejala serta menyesuaikan perawatan sesuai kebutuhan.

Gejala penyakit asma

Gejala asma bervariasi pada masing-masing penderita. Sebagian orang mungkin jarang mengalami serangan asma, hanya memiliki gejala pada waktu-waktu tertentu, misalnya saat berolahraga. Sebagian orang lainnya, mungkin dapat memiliki gejala sepanjang waktu.

Tanda dan gejala awal penyakit asma meliputi sebagai berikut: 

  • Sesak nafas

  • Dada sesak atau sakit

  • Mengi saat menghembuskan nafas, yang merupakan tanda umum asma pada anak-anak

  • Kesulitan tidur yang disebabkan oleh sesak napas, batuk atau mengi

  • Serangan batuk atau mengi yang diperparah oleh virus pernapasan, seperti pilek atau flu

Gejala asma parah 

Sedangkan tanda-tanda bahwa gejala penyakit asma semakin memburuk atau parah adalah ketika tanda dan gejala gejala asma di atas berlangsung lebih sering dan sudah  mengganggu aktivitas. 

Hal ini dapat terlihat dari meningkatnya tingkat kesulitan bernapas, yang diukur dengan alat yang digunakan untuk memeriksa seberapa baik paru-paru Anda bekerja. Selain itu penderita akan lebih sering membutuhkan alat bantu pernafasan.  

Bagi sebagian orang, tanda dan gejala asma muncul dalam situasi tertentu saja. Misalnya, gejala asma akibat olahraga, yang mungkin lebih buruk saat udara dingin dan kering. 

Sedangkan asma kerja juga dapat muncul yakni asma yang dipicu oleh iritasi di tempat kerja. Misalnya karena asap kimia, gas atau debu. 

Selain itu, sebagian orang mungkin merasakan asma yang diinduksi oleh alergi. Misalnya dipicu oleh zat di udara, seperti serbuk sari, spora jamur, kotoran kecoa, atau partikel kulit dan air liur kering yang dikeluarkan oleh hewan peliharaan (bulu hewan peliharaan).

Tanda-tanda darurat asma

Serangan asma yang parah dapat mengancam keselamatan jiwa. Ketika tanda dan gejala asma memburuk, dan membutuhkan perawatan darurat, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk menentukan langkah terbaik yang harus dilakukan 

Adapun tanda-tanda darurat gejala penyakit asma meliputi:

  • Sesak napas atau mengi yang memburuk secara cepat

  • Tidak ada perbaikan bahkan setelah menggunakan inhaler bantuan cepat

  • Sesak napas saat melakukan aktivitas fisik minimal

Penyebab penyakit asma

Hingga saat in belum diketahui secara pasti mengapa beberapa orang terkena asma dan yang lainnya tidak. Namun demikian kemungkinannya bisa dikarenakan adanya kombinasi antara faktor lingkungan dengan faktor keturunan atau genetic. 

Pemicu asma

Pada umumnya paparan berbagai iritan dan zat pemicu alergi atau alergen dapat memicu tanda dan gejala asma. Adapun pemicu asma,  berbeda untuk masing-masing penderita, yakni meliputi:

  • Allergen di udara, seperti serbuk sari, tungau debu, spora jamur, bulu hewan peliharaan, atau partikel kotoran kecoa

  • Infeksi saluran pernapasan, seperti flu biasa

  • Aktivitas fisik

  • Udara dingin

  • Polutan dan iritan udara, seperti asap

  • Obat-obatan tertentu, termasuk beta blocker, aspirin, dan obat anti inflamasi nonsteroid, seperti ibuprofen, dan naproxen sodium 

  • Emosi dan stres yang kuat

  • Sulfit dan pengawet ditambahkan ke beberapa jenis makanan dan minuman, termasuk udang, buah kering, kentang olahan, bir, dan anggur

  • Penyakit refluks gastroesofageal (GERD), suatu kondisi dimana asam lambung naik kembali ke tenggorokan Anda

Faktor risiko terkena penyakit asma

Sejumlah faktor diperkirakan akan dapat meningkatkan peluang kamu terkena penyakit asma. Yaitu:

  • Memiliki kerabat darah dengan asma, seperti orang tua atau saudara kandung

  • Memiliki kondisi alergi lain, seperti dermatitis atopik yang menyebabkan kulit merah, gatal atau demam  yang menyebabkan hidung meler, hidung tersumbat, dan mata gatal

  • Kelebihan berat badan

  • Menjadi perokok

  • Paparan asap rokok

  • Paparan asap knalpot atau jenis polusi lainnya

  • Paparan pemicu pekerjaan, seperti bahan kimia yang digunakan dalam pertanian, tata rambut, dan manufaktur

Komplikasi penyakit asma 

Adapun komplikasi asma meliputi hal berikut:

  • Tanda dan gejala yang mengganggu tidur, pekerjaan dan aktivitas lainnya. 

  • Absen dari pekerjaan dan sekolah karena kambuhnya penyakit asma. 

  • Penyempitan permanen pada tabung yang membawa udara ke dan dari paru-paru atau tabung bronkial, yang mempengaruhi seberapa baik kamu dapat bernapas. 

  • Kunjungan ruang gawat darurat dan rawat inap untuk serangan asma parah

  • Efek samping dari penggunaan jangka panjang dari beberapa obat yang digunakan untuk menstabilkan asma parah

Perawatan yang tepat membuat perbedaan besar dalam mencegah komplikasi jangka pendek dan jangka panjang yang disebabkan oleh asma.

Kapan harus ke dokter? 

Sering batuk atau mengi yang berlangsung lebih dari beberapa hari, disertai ataupun tidak  tanda-tanda atau gejala asma lainnya, tetap membutuhkan konsultasi dengan dokter. Mengobati asma sejak dini dapat mencegah kerusakan paru-paru jangka panjang dan membantu menjaga kondisi agar tidak semakin buruk dari waktu ke waktu.

Setelah didiagnosa mengidap asma, kamu harus mengendalikannya dengan cara rutin melakukan pemeriksaan dokter. Pengendalian jangka panjang yang baik dapat membantu penderita asma  merasa lebih baik dari hari ke hari dan dapat mencegah serangan asma yang mengancam jiwa. Ingat, jangan minum obat lebih dari yang diresepkan tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Terlalu sering menggunakan obat asma dapat menyebabkan efek samping dan memperburuk penyakit asma kamu. 

Mencegah penyakit asma kambuh

Asma merupakan kondisi berkelanjutan yang membutuhkan pemantauan dan perawatan rutin, oleh dokter atau tenaga medis. Untuk mencegah datangnya serangan asma, atau mencegah kambuhnya asma kamu, beberapa hal yang dapat dilakukan, seperti :   

  • Vaksinasi untuk influenza dan pneumonia. 

  • Kenali dan hindari pemicu asma. 

  • Pantau pernapasan, belajar mengenali tanda-tanda peringatan serangan asma

  • Ukur dan catat saturasi oksigen kamu  

  • Identifikasi dan obati serangan sejak dini

  • Minum obat asma sesuai resep dokter

  • Perhatikan peningkatan penggunaan inhaler, makin sering digunakan berarti asma kamu semakin tak terkendali 

Ketika saturasi udara menurun, mengingatkan akan berlangsungnya serangan asma, minumlah  obat yang diberikan oleh dokter sesuai dengan instruksi. Jangan lupa untuk menghentikan aktivitas apa pun yang mungkin memicu serangan. 

Jika gejala asma tidak membaik, dapatkan bantuan medis seperti yang diarahkan dalam rencana tindakan.  Jangan mengganti obat, tanpa terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter meskipun gejala asma tampak membaik. 

Sebaiknya bawa obat-obatan asma kamu dalam setiap kunjungan dokter sehingga dokter dapat memastikan apakah kamu menggunakan obat dengan benar dan dengan dosis tepat.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi dokter yang terhubung dengan farmamedisk. Aplikasi layanan kesehatan farmamedisk dapat diunduh melalui Play Store. Kamu dapat berkonsultasi dengan salah satu dokter dari sejumlah dokter yang terdapat di dalam aplikasi farmamedisk.

 
Farma AI
Farma AI
Tanya Obat 24/7
Farma AI
Farma AI 24/7
Asisten Apoteker FarmaMedis
Halo! πŸ‘‹ Saya Farma AI. Ada yang bisa saya bantu terkait informasi obat, dosis, atau keluhan kesehatan Anda?