Download Farma Medis App
Home Artikel Hidup Sehat

Penyebab Alergi, Gejala dan Pengobatan

Baca informasi kesehatan dengan tampilan yang lebih nyaman, terstruktur, dan mudah dipahami. Untuk kondisi medis pribadi, tetap konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Penyebab Alergi, Gejala dan Pengobatan Hidup Sehat
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Bila keluhan berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Apabila  kamu pernah mengalami alergi, itu tandanya sistem kekebalan tubuhmu tidak menerima kedatangan zat asing yang dinamakan alergen. 

Alergi adalah respons sistem kekebalan tubuh terhadap zat asing yang biasanya tidak berbahaya bagi tubuh. Zat asing ini disebut alergen. Termasuk di dalamnya adalah jenis tertentu dari makanan, serbuk sari, atau bulu hewan peliharaan. 

Pada sebagian besar orang, alergen tidak berbahaya atau tidak menimbulkan reaksi pada tubuh mereka. Namun, pada orang-orang yang lain, yang memiliki alergi terhadap alergen tersebut, sistem imun akan mengeluarkan reaksi. 

Hal itu terjadi karena sistem imunitas tubuh tubuh mengeluarkan tanda bahaya.  Sel darah putih, termasuk basofil, merupakan salah satu komponen yang berperan dalam memunculkan reaksi alergi.

Baca Juga : Waspadai Virus Penyebab Herpes Kulit

Reaksi alergi 

Pada masing-masing orang, reaksi alergi muncul secara berbeda-beda. Ada yang ringan seperti bersin-bersin. Namun, ada juga reaksi yang berat seperti anafilaksis atau syok anfilaksis yang terjadi tiba-tiba secara cepat dalam hitungan detik atau menit, dan bisa berubah menjadi kondisi darurat. 

Reaksi alergi yang muncul juga tergantung dari jenis alergennya. Di sisi lain, anak-anak lebih sering mengalami alergi, dan akan mereda seiring waktu atau usia. Namun demikian, masih dijumpai alergi pula pada orang-orang yang telah memasuki usia dewasa.

Baca Juga: Kenali Penyebab Vertigo

Penyebab dan jenis alergi

Penyebab alergi adalah alergen. Jenis-jenis alergi akibat alergen misalnya adalah :

  • debu

  • kulit mati 

  • hewan peliharaan

  • kacang

  • gigitan serangga seperti kecoa 

  • paparan ulat bulu

  • obat-obatan

  • tanaman (misalnya tanaman beracun) 

  • bahan lateks. 

Pada kasus khusus, ada juga orang yang memiliki alergi terhadap sperma. Misalnya penggunaan sperma untuk wajah.

Jenis alergi lainnya seperti lateks (ini sering ditemukan pada barang-barang yang berbahan lateks, contoh sarung tangan) dan logam (contoh yang paling umum seperti adalah logam jenis nikel).

Reaksi sistem imun tubuh manusia terhadap alergen akan berbeda pada setiap orang. Hal Ini bisa terjadi karena tubuh bereaksi berlebihan terhadap pelepasan zat pencetus reaksi alergi yang disebut histamin. 

Histamin

Histamin adalah senyawa kimia tubuh yang berfungsi dalam sistem kekebalan tubuh, khususnya dalam proses reaksi alergi. Adalah sistem imunitas tubuh yaitu basofil dan sel mast yang melepaskan histamin. 

Histamin akan dilepaskan ketika ada paparan dari lingkungan sekitar, seperti alergen penyebab alergi yang bisa berupa debu, serbuk, asap, gigitan serangga, suhu, dan lain-lain. Atau bisa juga disebabkan oleh patogen penyebab infeksi. Sel-sel  tersebut akan spesifik merespon dengan melepaskan histamin. Peristiwa tersebut akan memicu respon alergi atau penyebab alergi. 

Histamin selain berfungsi sebagai bagian dari sistem imunitas dalam reaksi alergi, sebetulnya juga bermanfaat dalam menjaga fisiologis lambung, untuk produksi asam lambung. Asam lambung berguna untuk menjaga tubuh dari kuman yang terbawa makanan sebelum diproses dan diserap oleh usus di saluran pencernaan.

Namun histamin yang diproduksi oleh tubuh secara berlebihan dapat menimbulkan masalah kesehatan. Untuk menguranginya, digunakan obat antihistamin. 

Gejala Alergi

Gejala alergi pada tubuh manusia berbeda-beda satu sama lain. Ada orangan merasakan gejala ringan, namun ada pula yang mengalami gejala berat. 

Gejala alergi antara lain adalah: 

  • bersin-bersin

  • hidung berair

  • mata memerah dan gatal

  • ruam kulit yang terasa gatal

  • sesak nafas

Reaksi alergi juga dapat meningkatkan resiko pada sinusitis.

Baca Juga: Sakit Kepala Terus-Menerus Gejala Penyakit Apa ?

Penyebab pusing akibat alergi

Pusing akibat alergi juga disebabkan oleh alergen. Dilansir dari Healthline, bahwa saat mengalami alergi terhadap zat di udara tertentu, termasuk debu, serbuk sari, dan bulu hewan peliharaan, maka tubuh mulai melepaskan bahan kimia berupa histamin untuk melawan pengganggu yang dirasakan itu. 

Alergi dapat mempengaruhi tuba Eustachius, yaitu tabung atau terowongan yang menghubungkan telinga tengah dengan bagian belakang tenggorokan. Organ tersebut membantu mengatur keseimbangan tubuh, sekaligus menyamakan tekanan di telinga tengah dengan tekanan udara sekitar.

Gejala telinga tersumbat sampai pendengaran menjadi bindeng, kesulitan mendengar, sering kali disebabkan karena saluran Eustachius kamu tersumbat oleh lendir. Gangguan telinga tengah ini dapat menyebabkan gejala pusing pada penderita alergi, pilek, dan infeksi sinus.

Sakit kepala ringan juga bisa menjadi gejala alergi. Sakit kepala ringan dan pusing adalah dua gejala spesifik yang biasanya dapat dibedakan satu sama lain. Saat pusing, kamu merasa seolah-olah akan pingsan atau pingsan, bukannya perasaan bahwa ruangan berputar atau kepala kamu  berputar.

Baca Juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Telinga Tersumbat

Cara mengatasi alergi

Cara mengatasi alergi yang paling ampuh tentu saja adalah dengan mengatasi penyebab alergi tersebut. Seperti telah diutarakan di atas, penyebab alergi adalah alergen yang bermacam-macam bentuknya. Jadi, untuk mengatasi alergi yang disebabkan oleh bulu hewan tertentu, cara mengatasinya adalah dengan menjauhkan hewan tersebut dari kamu. 

Obat anti alergi 

Pemberian obat-obatan juga dapat dilakukan, untuk dapat mengendalikan gejala reaksi alergi. Beberapa diantara obat anti alergi yang biasa diberikan dan tersedia di apotek adalah:  

  1. Antihistamin

Antihistamin dapat diberikan untuk mengatasi gejala gatal akibat alergi. Obat ini dapat membantu menghentikan reaksi alergi. 

  1. Dekongestan

Jenis obat ini terdiri dari tablet, kapsul, semprotan untuk hidung atau cairan. Dekongestan bermanfaat untuk dapat digunakan sebagai pengobatan jangka pendek pada hidung tersumbat.

  1. Lotion dan krim

Krim pelembab atau emolien juga dapat digunakan untuk mengatasi kemerahan dan gatal pada kulit akibat alergi kulit. 

  1. Obat steroid

Obat steroid bermanfaat untuk membantu mengurangi efek kemerahan dan pembengkakan pada reaksi peradangan akibat alergi. Obat steroid tersedia dalam bentuk semprotan, tetes, krim, inhaler dan tablet.

Baca Juga: Omeprazole 20 mg Obat Apa? Ketahui 4 Hal Ini!

Imunoterapi 

Selain obat-obat di atas, reaksi alergi dengan gejala berat dapat diobati dengan perawatan imunoterapi. Perawatan ini, bertujuan untuk memberikan pasien paparan alergen secara terkontrol selama beberapa waktu, sampai tubuh akan  merasa terbiasa dan tidak bereaksi terlalu parah terhadap sumber alergi. 

Epinefrin Darurat

Pada gejala alergi parah yang mengancam jiwa, pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian suntikan epinefrin darurat ke tubuh pasien. 

Diagnosis alergi

Diagnosis dilakukan dengan wawancara tanya jawab dimana dokter akan menanyakan tentang gejala yang muncul, aktivitas apa saja yang dilakukan sebelum munculnya gejala tersebut. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik. 

Selain itu, juga dapat dilakukan tes alergi pada kulit dan tes darah. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk memastikan terjadinya reaksi alergi.

Ketika mengalami gejala alergi yang agak berat, dan cukup mengganggu, jangan disepelekan. Segeralah periksakan dirimu ke dokter. Melalui farmamedisk  kamu bisa melakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu dengan menggunakan fitur chat dan video call. Aplikasi ini sudah ada dalam versi android, dapat diunduh melalui Play Store.

 
Farma AI
Farma AI
Tanya Obat 24/7
Farma AI
Farma AI 24/7
Asisten Apoteker FarmaMedis
Halo! πŸ‘‹ Saya Farma AI. Ada yang bisa saya bantu terkait informasi obat, dosis, atau keluhan kesehatan Anda?