Download Farma Medis App
Home Artikel Hidup Sehat

Penyebab Anemia Yang Umum Terjadi

Baca informasi kesehatan dengan tampilan yang lebih nyaman, terstruktur, dan mudah dipahami. Untuk kondisi medis pribadi, tetap konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Penyebab Anemia Yang Umum Terjadi Hidup Sehat
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Bila keluhan berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Penyakit anemia adalah suatu kondisi dimana ukuran, jumlah dan fungsi hemoglobin atau sel darah merah terlalu rendah dibawah kadar normal. Disaat sel darah merah dalam keadaan rendak maka jumlah oksigen dalam darah pun akan menjadi lebih rendah. Hal ini dikarenakan hemoglobin bertugas untuk membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh. 

Selain itu proses produksi sel darah merah melibatkan banyak kerja organ tubuh sekaligus, yang sebagian besar berlangsung di sumsum tulang. Dalam proses ini diatur oleh hormon erythropoietin (EPO) yang dibuat di ginjal. Hormon ini kemudian akan mengirim sinyal kepada sumsum tulang untuk kemudia membuat lebih banyak sel darah merah. 

Pada umumnya sel-sel darah merah dalam usia produktif atau usia yang masih muda dapat bertahan hidup selama tiga sampai empat bulan. Setelah itu metabolism tubuh secara alami akan menghancurkan sel-sel darah yang sudah tua dan rusak untuk digantikan dengan yang baru. Namun jika seseorang mengalami anemia maka tubuh tidak mampu menjalani prosesnya dengan baik. 

Faktor utama penyebab anemia dikarenakan tubuh memproduksi sel darah merah yang rusak dan tidak berfungsi dengan benar, sel darah merah dihancurkan tubuh dalam waktu yang terlalu cepat, ataupun perdarahan berat hingga banyak sel darah merah yang hilang. Selain itu ada pula beberapa faktor lain yang membuat seseorang berisiko menderita anemia. Berikut adalah beberapa kondisi lain yang dapat menyebabkan anemia :

Baca Juga : Lakukan Ini Untuk Cegah Anemia

  1. Kurang asupan gizi

Kekurangan gizi adalah faktor risiko umum yang paling ditemukan pada penderita anemia. Hal ini dikarenakan kurangnya vitamin dan mineral yang memiliki peranan penting membantu tubuh dalam memproduksi sel darah merah seperti vitamin B12, vitamin B9 atau asam folat, dan juga zat besi. 

Zat besi memiliki peranan yang penting untuk memproduksi sel darah merah sebab tanpa zat besi yang cukup, seseorang bisa mengalami gejala anemia defisiensi besi. Sementara itu vitamin B9 dan vitamin B12 bermanfaat untuk membantu proses pembentukan keeping sel darah merah yang mengandung oksigen. Kedua vitamin ini juga turut memastikan kelancaran transportasi sel darah merah untuk mengalirkan oksigen dalam kadar yang cukup ke seluruh tubuh. Jika jumlah sel darah merah kurang maka organ tubuh tidak dapat bekerja dengan baik sehingga menyebabkan oksigen yang dibawa ke seluruh tubuh menjadi sedikit. Akibatnya seseorang akan terlihat pucat, merasa lemas, dan sering merasa pusing.

  1. Gangguan pencernaan

Penyakit gangguan pencernaan dan penyerapan nutrisi adalah salah satu penyebab anemia seperti penyakit celiac, yang menyebabkan kerusakan pada usus kecil, padahal usus kecil ini berfungsi menyerap gizi dan makanan untuk disalurkan ke seluruh tubuh. Rusaknya usus kecil kemudian akan memengaruhi penyerapan zat besi, asam folat dan vitamin B12 yang berperan dalam pembentukan sel darah merah.

  1. Jenis kelamin

Perempuan memilki kadar hemoglobin dan hematorit yang lebih rendah dibanding laki-laki. Pada laki-laki sehat kadar normal hemoglobin 14-18 gram per desiliter, dengan hematokrit 38,5-50 persen. Sedangkan bagi perempuan sehat kadar normal hemoglobin adalah 12-16 gram per desiliter dengan hematokrit antara 34,9-44,5 persen. Perbedaan nilai hemoglobin dan hematokrit inilah yang membuat perempuan lebih rentan menderita anemia dibanding laki-laki.

Sedangkan perempuan memiliki kebutuhan asupan zat besi yang lebih banyak daripada laki-laki. Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2019 dinyatakan bahwa kebutuhan zat besi perempuan dewasa di atas usia 18 tahun membutuhkan asupan zat besi harian sebanyak 18 mg, sementara laki-laki dewasa di atas usia 18 tahun hanya membutuhkan asupan harian zat besi sebanyak 9 mg saja. Kebutuhan zat besi yang cukup banyak pada perempuan inilah yang jika tidak tercukupi akan membuat perempuan mengalami defisiensi zat besi yang kemudian berkembang menjadi anemia.

  1. Menstruasi berat

Menorrhagia atau menstruasi berat adalah hal yang bisa menyebabkan anemia pada wanita dan remaja. Asupan zat besi bagi wanita tak hanya mendukung pertumbuhan namun bermanfaat untuk mengganti zat besi yang hilang setiap bulan akibat menstruasi. Saat terjadi menstruasi berat yang berlangsung lebih lama dengan lebih banyak darah yang dikeluarkan maka risiko anemia menjadi lebih tinggi karena volume darah yang terbuang lebih banyak daripada darah yang dihasilkan.

Baca Juga : Anemia, Kurangnya Hemoglobin dan Jenis-jenisnya

  1. Kehamilan dan persalinan

Pada kondisi ibu hamil, otomatis tubuh akan menghasilkan sel darah yang lebih banyak untuk mencukupi pertumbuhan janin. Namun jika ibu hamil kekurangan asupan yang kaya akan zat besi, asam folat dan vitamin B12 maka sel darah merah yang dihasilkan tubuh akan lebih sedikit dari seharusnya. Hal inilah yang kemudian menjadi pemicu utama ibu hamil menderita anemia. Begitu pula pada proses persalinan dan masa nifas yang membuat perempuan kehilangan banyak darah.

  1. Penyakit kronis

Penyakit kronis juga merupakan faktor risiko yang menyebabkan anemia. Hal ini dikarenakan penyakit kronis menyebabkan perubahan pada sistem tubuh untuk memproduksi sel darah merah yang sehat. Kondisi ini kemudian menyebabkan produksi sel darah merah terhambat atau cepat mati, hingga produksi sel darah merah yang gagal sama sekali. Adapun beberapa penyakit kronis yang dapat berpotensi menjadi penyebab anemia antara lain adalah infeksi dan inflamasi kronis, penyakit kanker, dan penyakit ginjal.

  1. Genetik

Faktor riwayat salah satu keluarga yang mengalami anemia akan meningkatkan risiko seseorang untuk menderita anemia juga. Jenis anemia yang diwariskan genetik adalah anemia sel sabit, yaitu anemia yang hanya dapat terjadi karena silsilah keluarga, dimana atruktir hemoglobin dalam darah berubah sehingga menyebabkan sel darah merah menjadi lebih cepat mati. Penyakit ini dapat memburuk dalam waktu cepat jika seseorang mengalami stress atau sedang mengalami infeksi penyakit tertentu. 

Baca Juga : Waspadai Anemia Pada Kehamilan

Dengan mengetahui faktor penyebab yang dapat membuat seseorang mengalami anemia, ada baiknya untuk menghindari dengan cara mencukupi asupan zat besi sehari-hari dengan mengonsumsi makanan sehat yang kaya akan zat besi. Beberapa makanan yang bisa dijadikan sebagai sumber zat besi untuk menghindari anemia antara lain adalah hati ayam, hati sapi, daging sapi, bayam kukus, kerang, tiram, dan tempe. Adapun kandungan zat besi pada masing-masingnya yang berukuran 100 gram adalah 15,8 mg pada hati ayam, 15,6 mg pada kerang, 5,7 mg pada bayam kukus, 4,9 mg pada tempe, 4 mg pada hati sapi, 3,7 mg pada tiram, dan 2,6 mg pada daging sapi. 

Untuk menurunkan risiko terkena anemia, kamu juga bisa melakukan telekonsultasi melalui Oke Klinik, yang menyediakan teknologi penghubung kamu dengan mitra atau rekanan penyedia jasa kesehatan. Kamu bisa mengakses Oke Klinik dengan mendownload pada smartphone Android atau mengunjungi via website www.farmamedisk.com. 

Oke Klinik tidak menyediakan layanan jasa kesehatan namun memiliki layanan yang segera hadir untuk kamu dapat melakukan reservasi klinik atau rumah sakit, reservasi tes laboraturium, reservasi layanan homecar, serta e-nursing. 

 

Farma AI
Farma AI
Tanya Obat 24/7
Farma AI
Farma AI 24/7
Asisten Apoteker FarmaMedis
Halo! πŸ‘‹ Saya Farma AI. Ada yang bisa saya bantu terkait informasi obat, dosis, atau keluhan kesehatan Anda?