Download Farma Medis App
Home Artikel Hidup Sehat

Penyebab dan Cara Mengatasi Mata Merah, Alami dan Medis

Baca informasi kesehatan dengan tampilan yang lebih nyaman, terstruktur, dan mudah dipahami. Untuk kondisi medis pribadi, tetap konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Penyebab dan Cara Mengatasi Mata Merah, Alami dan Medis Hidup Sehat
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Bila keluhan berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Saat mata merah seringkali tak disertai oleh rasa nyeri sakit. Hanya saja orang-orang di sekitar yang menatap mata kita akan timbul kecemasan. Mungkin merasa kuatir akan tertular. Sebaiknya Anda ketahui penyebab dan cara mengatasi mata merah. 

Cara mengatasi mata merah tergantung dari penyebab yang membuat mata menjadi merah. Pada umumnya mata merah muncul secara tiba-tiba, karena terjadinya pembengkakan atau melebarnya pembuluh darah di dasar selaput putih (sklera) mata. Kondisi ini terjadi karena masuknya debu atau partikel asing ke dalam mata. Selain itu juga karena infeksi, alergi, cedera, paparan sinar matahari, atau kondisi mata yang kering.

Sebelum kita tahu cara mengatasi mata merah,  berikut ini adalah berbagai penyebab timbulnya mata merah. 

Beragam penyebab mata merah 

  1. Konjungtivitis

Penyebab yang paling sering terjadi pada kondisi mata merah adalah konjungtivitis. Pembuluh darah pada mata membengkak, mata terlihat merah, dan kesat. Konjungtivitis bisa disebabkan oleh infeksi, baik virus atau bakteri, atau reaksi alergi dan iritasi pada mata. 

Apakah konjungtivitis dapat menular? Bisa iya, bisa tidak. Apabila konjungtivitis disebabkan oleh infeksi,  bisa menular ke orang lain. Sedangkan konjungtivitis akibat alergi atau iritasi,  tidak bisa menular.

Gejala konjungtivitis yang menular, atau yang disebabkan oleh infeksi bakteri, adalah mata merah disertai dengan mata bernanah atau belekan, nyeri atau gatal, serta bengkak. Infeksi virus pada mata dapat juga membuat mata menjadi merah, gatal, dan berair.

Sedangkan mata merah akibat konjungtivitis alergi gejalanya berupa gatal di mata, berair, dan bengkak. 

Pencegahan dapat dilakukan dengan menghindari faktor yang dapat menyebabkan mata merah dan gatal. Misalnya debu, kebiasaan mengucek, menggaruk area sekitar mata.

Baca Juga: 10 Cara Menjaga Kesehatan Mata

  1. Produksi air mata berkurang

Mata kering disebabkan oleh kelenjar air mata yang tidak berproduksi, atau tidak  cukup banyak menghasilkan air mata. Bisa juga terjadi karena terlalu banyak air mata yang menguap ke udara. Kondisi tersebut dapat menimbulkan  iritasi yang membuat mata merah.

Mata kering juga bisa dipicu oleh cuaca panas dan kering atau berangin, penggunaan lensa kontak secara terus-menerus, atau peradangan pada kelopak mata akibat penyakit tertentu seperti lupus, rheumatoid arthritis, dan penyakit Sjogren.

  1. Kelamaan menatap layar gawai  

Mata lelah pada umumnya disebabkan oleh kelamaan menatap layar komputer, tablet, atau smartphone. Saat mata mengalami kelelahan, selain mata menjadi terasa kering dan panas, atau justru berair terus-menerus, juga menjadikan mata merah. Hal itu sering disertai dengan sakit kepala, leher, dan bahu. Kebiasaan bekerja terlalu lama dengan gawai ini dapat menimbulkan mata merah. 

  1. Cedera

Cedera pada mata akibat kecelakaan atau terpapar benda asing atau zat kimia juga dapat menimbulkan mata merah. Selain itu juga  saat baru menjalani operasi, terpapar sinar ultraviolet berlebih, atau luka bakar.

Mata merah terjadi karena pembuluh darah mata akan melebar untuk mengalirkan lebih banyak darah ke lokasi cedera. Bila pembuluh darah pada mata ikut terluka, pendarahan pun akan terjadi. Mata merah juga dapat disebabkan oleh peradangan pada lapisan mata yang lebih dalam.  

Cara mengatasi mata merah tanpa obat-obatan

Cara mengatasi mata merah dapat dilakukan dengan obat-obatan dan tanpa obat-obatan. Secara alamiah, tanpa menggunakan obat, mata merah dapat ditangani dengan cara berikut: 

1. Kompres dengan air 

Mengompres mata merah dengan handuk kecil atau sapu tangan akan  meredakan kemerahan dan rasa tidak nyaman pada mata. Air hangat atau air dingin bisa digunakan, pilihan mana yang Anda rasa nyaman di mata. Kompreskan pada bagian kelopak mata selama beberapa menit.

2. Kompres dengan  teh

Kantung teh beserta tehnya juga bisa digunakan untuk mengompres mata Anda. Sebab teh mengandung kafein dan antioksidan yang bermanfaat untuk membantu mengurangi peradangan, pembengkakan, serta iritasi. Jenis teh yang bisa digunakan untuk mengompres mata merah adalah teh hijau, teh hitam, dan teh chamomile.

Cara mengatasi mata merah dengan kompres kantung teh dilakukan setelah menyeduh teh terlebih dahulu. Tiriskan kantung teh dan diamkan hingga dingin lalu kompreslah mata Anda. Biarkan selama beberapa menit. Jangan mengompres dengan teh panas, karena akan menambah parah kondisi mata merah.   

Baca Juga: Ketahui Vitamin Untuk Mata dan Penyakit Mata Yang Umum Terjadi

3. Menjaga kebersihan

Tindakan pencegahan dapat dilakukan agar menjaga mata tidak menjadi merah. Yakni dengan selalu menjaga kebersihan mata. Hindari penggunaan riasan mata. Jika terpaksa, pilih riasan mata yang bersifat hipoalergenik atau tidak menimbulkan alergi. 

Selain itu, beberapa kebiasaan dalam menjaga kesehatan mata dapat dilakukan dengan cara selalu mencuci tangan setiap sebelum dan sesudah beraktivitas. Tangan yang bersih aman untuk digunakan dalam menyentuh mata. 

Pakaian, handuk, dan sarung bantal juga harus sering dicuci. Karena seringkali mata kita menyentuh dan berada dekat dengan ketiga benda tersebut.  

Tubuh kita juga harus rajin dicuci bersih dengan cara mandi dua kali sehari atau setelah melakukan aktivitas di luar rumah. Apalagi bila terjadi mata merah akibat alergi. 

4. Lindungi mata dari pemicu mata merah

Cara mengatasi mata merah adalah dengan menghindari pemicunya. Misalnya berbagai benda, tempat, maupun lingkungan sekitar yang dapat memicu iritasi maupun alergi pada mata.  Pemicu alergi tersebut umumnya adalah asap, debu, dan serbuk sari.

Penggunaan lensa kontak juga dapat menimbulkan mata merah. Lakukan dengan benar dan dalam keadaan tangan yang bersih saat memakai dan  melepas lensa kontak. Jika mata merah, lepaskan segera lensa kontak Anda. 

Cara mengatasi mata merah dengan  obat-obatan

Penggunaan obat-obatan dalam mengatasi mata merah dapat dilakukan. Namun sangat dianjurkan bila penggunaan obat-obatan ini menggunakan resep dokter. Berikut ini cara mengatasi mata merah dengan obat-obatan.

1. Antihistamin

Sebagai obat untuk mengatasi alergi, antihistamin juga dapat digunakan untuk mengobati mata merah. Khususnya mata merah akibat reaksi alergi. Antihistamin diberikan untuk membantu meredakan gejala mata memerah, gatal, serta berair. Cara kerjanya dengan menghambat kerja histamin dalam tubuh. Histamin adalah zat kimia yang dihasilkan tubuh ketika terpapar alergen. Histamin inilah yang menimbulkan reaksi alergi seperti mata gatal, mata merah, dan berair.

Bentuk obat antihistamin ada yang berupa obat tetes mata, juga ada yang berupa obat minum. Jenis antihistamin untuk alergi mata adalah pheniramine, naphazoline, atau olopatadine.

2. Dekongestan

Dekongestan digunakan untuk mengurangi pelebaran pembuluh mata pada saat mata merah yang disebabkan oleh  pembuluh darah pada sklera (bagian putih mata) melebar. Pelebaran pembuluh darah tersebut pada umumnya terjadi sebagai reaksi iritasi pada mata. 

Namun penggunaan dekongestan sebagai obat untuk mengatasi mata merah sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter. Dekongestan bisa dikombinasikan dengan antihistamin,  untuk meredakan mata merah akibat alergi. 

3. Air mata buatan

Sindrom mata kering salah satu penyebab mata merah disertai gejala gatal dan perih. Cara mengatasi mata merah seperti itu adalah dengan obat tetes mata berupa air mata buatan. Artificial tears ini dapat menambah kelembaban mata, dan meringankan gejala mata kering. Pada kasus mata kering yang lebih parah, air mata buatan ini dapat berbentuk salep atau gel dengan tingkat kelembapan yang lebih tinggi.

4. Antibiotik

Cara mengatasi mata merah yang disebabkan oleh infeksi bakteri adalah dengan pemberian obat antibiotik dengan resep dokter. Infeksi bakteri dapat terjadi karena tertular dari orang lain yang terinfeksi. Juga bisa karena menggunakan lensa kontak yang telah terkontaminasi bakteri. Obat antibiotik tersebut dapat berupa obat tetes dan salep. Jenis obat antibiotik yang dapat digunakan untuk infeksi bakteri pada mata adalah Azithromycin, Besifloxacin, Ciprofloxacin, Erythromycin, dan Gentamicin. 

Baca Juga: 13 Makanan Untuk Kesehatan Mata, Hindari Kebiasaan Ini!

Namun, antibiotik tidak dapat digunakan untuk mengatasi infeksi atau sakit mata merah yang disebabkan oleh virus, jamur, atau alergi. 

Farma AI
Farma AI
Tanya Obat 24/7
Farma AI
Farma AI 24/7
Asisten Apoteker FarmaMedis
Halo! πŸ‘‹ Saya Farma AI. Ada yang bisa saya bantu terkait informasi obat, dosis, atau keluhan kesehatan Anda?