Penyakit jantung bisa menyerang siapa saja. Tak hanya kalangan usia tua, namun penyakit jantung pun bisa menyerangan anak-anak muda. Untuk mencegah dan mengatasi penyakit yang mematikan ini, bagaimana caranya ?
Dua puluh tahun silam, jarang sekali atau bahkan tidak pernah dunia kedokteran membahas tentang serangan penyakit jantung terhadap kalangan muda berusia 20 dan 30–an tahun. Tapi dalam satu dekade belakangan, sudah menjadi rahasia umum bila serangan jantung menyerang banyak anak muda.
Bahkan, seperti diberitakan di situs Cleveland Clinic, serangan penyakit jantung terhadap kalangan usia 20-an, 30-an, 40-an kini semakin meningkat.
Oleh karenanya, bagi kamu yang memiliki beberapa kondisi berikut ini, sebaiknya untuk berhati-hati dengan kesehatan jantung.
Baca Juga: Anatomi Bagian Jantung dan Fungsinya
Faktor resiko penyakit jantung pada anak muda
"Ada beberapa alasan mengapa kami melihat peningkatan serangan jantung pada anak muda," ujar dokter ahli jantung Dr.Luke Laffin, MD yang dikutip oleh Cleveland Clinic.
Terdapat dua faktor risiko terbesar penyakit jantung pada anak muda. Yakni, karena meningkatnya insiden diabetes tipe 2 dan perubahan gaya hidup. Keduanya dapat berlangsung sejak usia dini.
Kontribusi diabetes tipe 2 meliputi:
-
masalah pilihan diet dan makanan ultra-olahan
-
kelebihan berat badan atau obesitas
-
gaya hidup yang tidak aktif
-
aktivitas fisik yang kian berkurang
Faktor genetika
Penyakit jantung dapat saja dialami oleh siapa pun. Namun, risikonya akan menjadi sangat tinggi ketika terdapat faktor genetika atau riwayat keluarga yang pernah mengalami serangan jantung.
Risiko penyakit jantung turunan tersebut, adalah ketika kamu memiliki keluarga laki-laki tingkat pertama, seperti :
-
ayah
-
saudara laki-laki
-
anak laki-laki
-
berusia di bawah usia 55 tahun dengan riwayat serangan jantung atau stroke
Atau memiliki keluarga perempuan tingkat pertama, seperti :
-
ibu
-
saudara perempuan
-
anak perempuan
-
berusia di bawah usia 65 tahun dengan riwayat serangan jantung atau stroke
Jadi, bila kamu berusia 20 hingga 39 tahun dengan risiko genetika penyakit jantung, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan saran-saran pencegahan.
Sedangkan mereka yang tidak memiliki risiko genetika, boleh memilih setiap empat hingga enam tahun sekali untuk melakukan pemeriksaan kesehatan kardiovaskular.
Tekanan darah tinggi
Tekanan darah tinggi pada usia muda dapat diturunkan dari faktor genetika. Hal ini akan menjadi kondisi serius bila terjadi sejak dini. Kondisi ini sering tidak terdeteksi karena tidak menimbulkan gejala.
Untuk mengendalikannya, kamu perlu melakukan perubahan gaya hidup. Misalnya dengan cara menjaga berat badan tetap ideal, meningkatkan aktivitas fisik, membatasi konsumsi garam, dan menghindari rokok.
Baca Juga: 5 Cara Menghitung Berat Badan Ideal
Kolesterol tinggi
Kadar kolesterol tinggi adalah salah satu penyebab serangan jantung. Tumpukan kolesterol ini akan menimbulkan plak dalam pembuluh darah arteri, yang menyebabkan terjadinya penyempitan arteri. Proses aterosklerosis ini dapat terjadi pada siapa saja, termasuk kalangan usia muda.
Kandungan kolesterol dapat ditemukan pada makanan yang bersumber dari hewan. Seperti daging, telur, produk susu, dan makanan yang tinggi akan lemak jenuh.
Kolesterol tinggi juga dapat merupakan faktor genetika. Selain itu, juga disebabkan karena obesitas, tekanan darah tinggi, dan kebiasaan merokok.
Untuk mengendalikan kadar kolesterol agar tetap stabil perlu untuk:
-
berolahraga selama 30-60 menit beberapa hari dalam seminggu
-
konsumsi makanan rendah kolesterol dan lemak
-
tidak merokok
-
mengendalikan berat badan
-
mengendalikan diabetes
-
mengendalikan tekanan darah tinggi.
Hindari merokok
Diantara anak muda yang memiliki risiko penyakit jantung sangat rendah, merokok dapat menyebabkan 75 persen kasus penyakit jantung. Tak hanya itu, semakin lama seseorang merokok, maka semakin tinggi risiko penyakit jantung.
Rokok adalah musuh utama bagi kesehatan jantung. Kandungan nikotin dalam rokok dapat menyebabkan penyempitan pada pembuluh darah dan menambah tekanan pada jantung. Bahan kimia lainnya dalam rokok juga dapat memicu pembentukan plak pada pembuluh darah arteri, sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung.
Obesitas
Obesitas merupakan faktor risiko utama penyakit jantung. Penyebabnya dapat berupa faktor genetik, usia, jenis kelamin, gaya hidup, penyakit, dan konsumsi kalori lebih banyak daripada kebutuhan setiap hari.
Cara menghindari dan mengatasi obesitas adalah dengan melakukan perubahan gaya hidup, dengan tujuan untuk mengurangi dan mengendalikan berat badan. Kamu bisa mulai dengan cara mengatur porsi makan, memilih makanan dan minuman yang sehat, membatasi kebiasaan ngemil yang tidak sehat, dan meningkatkan aktivitas fisik.
Malas gerak
Berkurangnya aktivitas karena kemalasan untuk bergerak dapat terjadi pada siapapun selama masa pandemi COVID-19 dalam dua tahun belakangan ini. Hal itu dapat meningkatkan resiko penyakit jantung, terutama bila tidak dibantu dengan aktif berolahraga.
Orang yang malas bergerak akan meningkatkan resiko kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, obesitas, dan diabetes. Aktivitas fisik penting untuk dapat mengendalikan berat badan, memperkuat tulang, meningkatkan kepercayaan diri, meningkatkan kesehatan jantung, menurunkan tekanan darah, meningkatkan jumlah kolesterol baik (HDL), dan mengurangi tingkat stres.
Ciri dan gejala penyakit jantung
Ciri dan gejala dalam penyakit jantung akan dapat bervariasi berdasarkan jenis gagal jantung yang dialami oleh seorang anak muda. Faktor-faktor seperti sisi jantung yang terpengaruh, serangan yang tiba-tiba, dan parahnya kondisi semuanya dapat memengaruhi gejala yang mungkin dialami seseorang.
Melansir Medical News Today, dalam kasus ringan, seseorang mungkin pertama kali menyadari sesak napas saat berolahraga atau melakukan aktivitas fisik. Saat kondisinya memburuk, dia mungkin mengalami sesak napas saat melakukan tugas biasa atau saat berbaring.
Ciri-ciri lain lain dari gagal jantung dapat meliputi kelemahan secara umum, batuk, kelelahan, kesulitan berkonsentrasi, warna kebiruan di jari tangan dan bibir, kantuk, sakit perut, ketidakmampuan untuk tidur berbaring datar, mual, perlu sering buang air kecil, kehilangan selera makan, penambahan berat badan, pembengkakan di beberapa tempat seperti leher, pergelangan kaki, perut, pembuluh darah atau kaki.
Baca Juga: Waspadai Penyebab Nyeri Dada Tengah Sampai Punggung, Serangan Jantung !
Pencegahan penyakit jantung di usia muda
Pencegahan penyakit jantung pada usia muda (usia 20-an), dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
-
Mengelola kondisi yang dapat menyebabkan gagal jantung seperti: tekanan darah tinggi, diabetes, dan obesitas
-
Menghindari penggunaan tembakau, alkohol, atau obat-obatan terlarang
-
Mengelola stres
-
Makan makanan sehat jantung yang penuh dengan sayuran, biji-bijian, buah-buahan, dan protein tanpa lemak
-
Berolahraga secara teratur
Pencegahan yang dilakukan dalam mengatasi penyakit jantung akan efektif dengan mengenali faktor resiko yang menyebabkan kamu terkena penyakit jantung.
Pencegahan primordial
Para ahli jantung biasanya memberikan saran untuk melakukan pencegahan primer dan sekunder dalam hal serangan jantung, agar mencegah serangan jantung pertama dan kemudian mencoba mencegah serangan jantung kedua.
Selain itu, juga pencegahan dilakukan dengan melakukan pencegahan primordial. Yakni, berusaha mencegah perkembangan faktor risiko serangan jantung itu sendiri.
Hal ini termasuk mencoba mengubah kondisi sosial dan lingkungan yang dapat mengembangkan dan memajukan faktor risiko. Kamu bisa mengendalikan hal-hal seperti olahraga, makan makanan bergizi, tidak merokok, mengelola stres dan tekanan darah.
Pencegahan primordial juga mencakup pendidikan tentang perilaku apa yang membuat kamu dapat berisiko terkena penyakit kardiovaskular. Hal ini meliputi masalah kegemukan, pola makan yang buruk dan kurang olahraga, diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, merokok, dan riwayat keluarga dengan penyakit kardiovaskular.
Demikian sekilas tentang penyebab penyakit jantung pada usia muda dan bagaimana cara mencegah dan mengatasinya. Segera konsultasikan dengan dokter melalui aplikasi farmamedisk bila kamu ingin mengetahui lebih jauh mengenai masalah jantung.

