Migrain adalah serangan sakit kepala sebelah ekstrem dan melemahkan yang biasanya didahului atau disertai dengan gangguan panca indera dan gangguan sistem pencernaan. Jika tidak dikontrol, migrain akan terus berulang, semakin sering, bahkan dapat menjadi kronis. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui apa saja penyebab migrain dan faktor pemicunya, agar dapat menghindari hal ini kumat kembali.
Hingga saat ini penyebab mendasar migrain belum diketahui namun dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor lingkungan dan gaya hidup. Tiap penderita migrain bisa saja dipengaruhi oleh faktor yang berbeda-beda, namun berikut adalah beberapa faktor pemicu yang dapat menyebabkan migrain :
-
Perubahan hormone
Migrain sebelah kiri atau kanan dapat dipengaruhi oleh perubahan hormone pada seseorang. Hal ini banyak dan umum dialami oleh wanita, terutama saat memasuki masa menstruasi karena adanya perubahan pada tingkat hormone estrogen. Kondisi ini biasanya terjadi saat dua hari sebelum hingga tiga hari setelah menstruasi.
Selain perubahan hormone saat menstruasi, perubahan hormone pada masa kehamilan dan transisi masa memasuki menopause juga dapat menjadi pemicu datangnya migrain pada wanita. Ditambah lagi dengan penggunaan obat-obatan yang mengandung hormone seperti pil KB atau terapi penggantian hormone, yang berpotensi semakin memperparah keadaan sakit kepala.
-
Perubahan cuaca ekstrem
Para peneliti menyatakan bahwa para penderita migrain cenderung lebih sensitif pada perubahan cuaca. Cuaca yang sangat dingin, suhu yang terlalu panas, angin kencang, dan perubahan tekanan udara sering menjadi penyebab migrain pada sebagian orang. hal ini dikarenakan kelembaban dan panas yang tinggi mampu dengan mudah menyebabkan dehidrasi, yang dapat menaikkan risiko munculnya migrain.
Baca Juga : Ketahui 11 Cara Menghilangkan Sakit Kepala Tanpa Obat
-
Aroma menyengat
Mencium aroma yang kuat dan menyengat dapat menyebabkan migrain kambuh bagi sebagian orang, karena bau-bauan tersebut dapat mengaktifkan reseptor saraf tertentu di saluran hidung yang dapat memicu serangan atau memperburuk kondisi migrain yang sudah dialami.
Sebanyak setengah dari penderita migrain memberi laporan intoleransi terhadap bau selama mengalami migrain. Kondisi ini disebut sebagai osmophobia dan khas hanya tampak pada orang-orang yang merasakan migrain. Beberapa aroma menyengat yang dapat memicu dan menyebabkan migrain antara lain adalah bau duren, bau bensin, dan bau asam rokok.
-
Paparan cahaya
Kebanyakan para penderita migrain merasa terganggu dengan paparan sinar atau cahaya yang terlalu terang. Kondisi ini disebut sebagai fotofobia, yang juga menjadi salah satu kriteria mendiagnosis migrain. Sumber cahaya yang dapat memicu migrain dapat berupa sinar buatan seperti lampu neon, lampu strobe, lampu kedip, lampu hias, hingga sinar matahari langsung yang terik dan pantulannya. Fotofobia akan membuat penderitanya merasa sulit dan tidak nyaman jika harus menghabiskan waktu dan beraktivitas di luar ruangan.
-
Stress
American Migraine Foundation menuliskan artikel bahwa stress merupakan pemicu migrain terbesar. Satu studi menyatakan bahwa sebanyak 50 sampai 70 persen orang yang mengalami stress akan merasakan sakit kepala. Saat stress, otak melepalaskan senyawa kimia yang menyebabkan perubahan pada fungsi tubuh seperti ketegangan otot dan penyempitan pembuluh darah di otak yang dapat menyebabkan mirgain semakin parah. Stress dapat dipicu oleh banyak hal, diantaranya seperti masalah rumah tangga, kehidupan pribadi, pekerjaan, kurang waktu istirahat, atau terlalu lama menghabiskan waktu berolahraga.
-
Perubahan waktu tidur
Memiliki waktu tidur yang cukup dan berkualitas merupakan hal penting untuk menjaga kondisi tubuh tetap sehat dan prima, karena dengan tidur yang cukup semua bagian tubuh termasuk otak dapat diperbaiki dan diperbarui. Oleh karena itu jika seseorang mengalami waktu tidur yang kurang atau lebih, jadwal tidur tidak teratur, akan lebih rentan terserang penyakit termasuk migrain. Perubahan kebiasaan tidur yang menjadi pemicu migrain juga termasuk jet lag setelah bepergian jauh dengan pesawat atau tertidur lama di pagi hari.
Baca Juga : Yuk Pahami, Apa Penyebab Sakit Kepala Sebelah
-
Dehidrasi
Dari sepertiga penderita migrain dilaporkan sering mengalami migrain akibat kekurangan cairan atau dehidrasi. Bahkan beberapa diantaranya dapat merasakan sakit kepala saat tubuh mengalami dehidrasi yang sedikit saja. Dehidrasi akan memengaruhi fungsi tubuh di semua tingkatan sehingga dapat menyebabkan pusing, kebingungan, bahkan kondisi medis yang darurat. Untuk itu sangat penting mencukupi kebutuhan cairan tubuh agar menurunkan risiko serangan migrain.
-
Lupa makan
Kesibukan atau aktivitas yang terlalu padat dapat membuat seseorang melewatkan waktu makan, sehingga tubuh tidak mendapat asupan pada waktu tertentu. Hal ini dapat menyebabkan penurunan gula darah secara relatif yang merupakan salah satu pemicu migrain. Hal ini biasanya terjadi pada anak-anak di masa pertumbuhan atau yang melakukan olahraga berat, namun tak menutup kemungkinan juga dialami oleh orang dewasa. Jika seseorang melewatkan waktu sarapan maka kemungkinan akan mengalami migrain pada pagi menjelang siang. Begitu pula jika lupa makan siang maka dapat menyebabkan migrain di sore harinya. Namun jika melewatkan waktu makan malam, maka migrain kemungkinan akan dirasakan pada pagi hari di keesokan harinya.
-
Penggunaan jenis obat tertentu
Mengonsumsi jenis obat-obatan tertentu juga dapat menjadi pemicu migrain. Banyak orang mengeluhkan serangan migrain setelah mengonsumsi jenis obat tertentu. Beberapa jenis obat yang sering jadi pemicu serangan migrain antara lain adalah obat tidur, pil kontrasepsi, obat vasodilator seperti nitroglisering, hingga kokain dan ganja. Selain itu, penggunaan obat sakit kepala migrain yang dikonsumsi secara berlebihan juga dapat menyebabkan serangan migran lebih sering terjadi.
-
Layar gadget
Terlalu lama beraktivitas di depan layar computer, laptop, atau berlama-lama menggunakan tablet dan handphone juga dapat menyebabkan seseorang mengalami migrain. Hal ini diduga karena paparan cahaya atau sinar yang berkedap-kedip dari layar gadget tersebut. Begitu pula dengan postur tubuh selama menggunakan gadget yang dapat menaikkan risiko seseorang mengalami serangan migrain.
Baca Juga : 16 Cara Alami Atasi Sakit Kepala
Selain sepuluh faktor pemicu migrain di atas, asupan makanan dan minuman tertentu juga dapat menjadi penyebab atau pemicu serangan migrain. Beberapa makanan dan minuman yang perlu dihindari agar tidak memicu migrain antara lain adalah :
-
Minuman yang mengandung alkohol.
Jenis alkohol tertentu seperti anggur merah atau wine mengandung senyawa tertentu yang secara langsung dapat memengaruhi pembuluh darah dan memicu pelepasan bahan kimia penyebab migrain.
-
Minuman yang memiliki kandungan kafein
Pada beberapa kasus yang dialami para penderita migrain, mengonsumsi minuman berkafein dapat menjadi pemicu serangan migran. Namun pada kasus lainnya, orang yang terbiasa mengonsumsi minuman berkafein dan berhenti secara tiba-tiba justru mengalami serangan migrain yang lebih sering. Oleh karena itu, jika terbiasa mengonsumi kafein, maka kurangi dengan cara berlahan dan bertahap.
-
Makanan yang mengandung MSG
-
Makanan dan minuman yang mengandung pemanis buatan
-
Cokelat
-
Keju
-
Daging olahan
Lakukan pemeriksaan medis jika gejala migrain yang dirasakan semakin parah hingga mengganggu aktivitas. Anda dapat melakukan telekonsultasi melalui website atau aplikasi android farmamedisk, yang bisa menghubungkan pasien dengan mitra atau rekanan penyedia jasa layanan kesehatan

