Foto : Freepik
Mudah mengantuk di ruangan ber-AC, meski sudah cukup tidur, tentunya dapat mengganggu produktivitas kerja. Lalu bagaimana dari segi kesehatan, apakah ini normal bagi kesehatan, ataukah ada suatu gejala yang perlu diwaspadai?
Penulis : Sholahudin Achmad
Air conditioner (AC) berfungsi untuk menjaga suhu tubuh. AC sangat berguna bagi kita yang hidup di daerah yang lembab dan panas. Pendingin udara berguna untuk membantu tubuh bisa terlelap tidur.
Saat tubuh berada di ruangan ber-AC, secara otomatis metabolik tubuh akan menurun dan menyesuaikan dengan kondisi lingkungan di sekitar. Ketika metabolik dalam tubuh menurun, tubuh akan terasa lebih lemas dan mengantuk.
Anda bisa pulas tertidur pada ruangan yang ber-AC di malam hari, karena adanya rasa nyaman dan sistem di dalam otak turut mengatur tubuh Anda untuk beristirahat.
Baca Juga: 8 Penyebab Sering Mengantuk Padahal Sudah Cukup Tidur
Mudah mengantuk di ruangan ber-AC
Sebagian orang sering mengantuk saat berada di kantor. Mungkin Anda juga pernah merasakan mudah mengantuk di ruangan ber-AC meski sudah tidur.
Mengantuk ketika berada di ruangan ber-AC merupakan hal yang wajar. Namun, jika mudah mengantuk di ruangan ber-AC berlangsung terus menerus, meskipun Anda sudah tidur, mungkin ini merupakan tanda ada yang salah dengan tubuh Anda.
Kelelahan kronis bisa menyebabkan orang menjadi mudah mengantuk di ruangan ber-AC, meskipun mereka sudah cukup tidur sebelumnya.
Hipoksia atau kekurangan oksigen juga dapat menyebabkan mudah mengantuk berlebihan. Hipoksia lebih sering dialami oleh orang-orang yang sebagian besar aktivitasnya dihabiskan di dalam ruangan, bekerja di gedung tinggi, dan bekerja di suhu ruangan yang cukup dingin.
Cara mengatasi
Apabila Anda sering mengantuk saat sedang bekerja di dalam ruangan ber-AC, cara mengatasinya adalah dengan lebih aktif bergerak. Misalnya, jika Anda telah duduk selama berjam-jam maka Anda bisa berdiri dan tetap aktif bergerak, tiap satu atau dua jam sekali. Hal ini bertujuan agar suhu tubuh meningkat dan pasokan oksigen kembali mengalir ke seluruh tubuh.
Selain itu, Anda juga bisa mengatur suhu pendingin udara di ruangan kerja. Menurut survei di AS, 22% audiens mengklaim bahwa pengaruh suhu di tempat kerja memang berdampak pada tingkat konsentrasi kerja. Setengah dari jumlah tersebut merasakan hal yang sama ketika suhu di tempat kerja lebih santai. Suhu tempat kerja yang ideal adalah antara 20-21 derajat celcius.
Studi lainnya yang dilakukan Cornell University mengamati peningkatan luar biasa dalam produktivitas tempat kerja, dimana kesalahan pengetikan menurun sampai 44% sementara output pengetikan meningkat 150%. Kedua perbedaan ini diamati dengan meningkatkan suhu kantor sekitar beberapa derajat, untuk meningkatkan kualitas udara dalam ruangan dan tingkat kelembaban.
Penyebab mudah mengantuk
Bila Anda mudah mengantuk ketika berada di ruangan ber-AC, dengan frekuensi yang lebih sering, meski Anda sudah cukup tidur, kemungkinan ini merupakan suatu tanda ada yang salah dengan tubuh.
Kelelahan kronis
Bisa jadi ini merupakan gejala kelelahan kronis. Selain mudah mengantuk, penderita akan mengalami kesulitan secara kognitif seperti sulit berpikir dan konsentrasi, serta gangguan memori jangka pendek.
Hipersomnia
Hipersomnia juga bisa ditandai dengan mudah mengantuk. Ini merupakan gangguan tidur yang penderitanya kesulitan saat bangun tidur atau tetap terjaga. Pada kondisi hipersomnia, keinginan untuk tidur bisa terjadi kapan saja, termasuk saat berkendara atau di tengah-tengah aktivitas.
Jam biologis yang terganggu
Terganggunya jam biologis tubuh juga bisa membuat orang mudah mengantuk. Jam biologis atau ritme sirkadian, apabila terganggu ritmenya, maka akan menjadi salah satu penyebab sering mengantuk meskipun sudah cukup tidur.
Jam biologis adalah jadwal kerja setiap organ dan fungsi tubuh manusia secara alami. Gangguan kesehatan akan terjadi ketika jam biologis berubah. Jam biologis berubah karena shift kerja malam, begadang, lembur, dan sebagainya, dimana waktu yang biasanya digunakan untuk tidur namun digunakan untuk beraktivitas.
Terganggunya jam biologis tubuh ini akan menyebabkan sering menguap dan mengantuk walaupun tubuh sudah tidur selama 9 jam. Jadi sebaiknya atur kembali aktivitas Anda, supaya tidak menjadi seperti kalong yang bekerja di malam hari dan istirahat di pagi hingga sore hari. Jam biologis tubuh berperan untuk mengendalikan produksi hormon, suhu tubuh, dan berbagai fungsi lainnya.
Makan terlalu banyak
Makan terlalu banyak juga bisa menjadi membuat Anda mudah mengantuk saat berada di ruangan ber-AC, terutama bila menu makanan Anda tinggi gula dan karbohidrat olahan. Jenis makanan ini bisa menyebabkan naiknya kadar gula darah secara cepat, yang lalu juga cepat menurun sehingga mengakibatkan turunnya energi.
Selain itu, menu makanan yang tinggi protein juga bisa membuat orang mudah mengantuk. Hal ini karena adanya kandungan triptofan asam amino, yang digunakan tubuh untuk memproduksi serotonin. Serotonin ini dapat menyebabkan badan lemas dan mengantuk.
Depresi
Depresi juga dapat menjadi penyebab orang menjadi mudah mengantuk dan berbagai gangguan kejiwaan lain seperti kurang berenergi, hilang semangat hidup, kehilangan minat dan ketertarikan terhadap hobi, merasa cemas, bahkan bisa memunculkan ide bunuh diri.
Narkolepsi
Narkolepsi merupakan gangguan sistem saraf yang menjadi penyebab orang sering mengantuk berlebih pada siang hari, dan tertidur secara tiba-tiba tanpa mengenal waktu dan tempat.
Narkolepsi dapat disertai dengan gejala lain seperti sleep paralysis, halusinasi, dan katapleksi. Katapleksi adalah kelemahan atau kehilangan kendali pada otot wajah, leher, dan lutut.
Meski belum diketahui dengan pasti penyebab narkolepsi, namun sebagian besar penderitanya memiliki kadar hipokretin rendah. Hipokretin adalah zat kimia dalam otak yang mengendalikan waktu tidur. Penyebab rendahnya hipokretin diduga akibat penyakit autoimun.
Narkolepsi diduga disebabkan oleh penyakit yang merusak bagian otak penghasil hipokretin, seperti tumor otak, cedera kepala, ensefalitis, dan Multiple sclerosis.
Gejala narkolepsi pada umumnya terjadi pada kalangan usia 10–30 tahun, saat perubahan hormon karena masa pubertas atau menopause, stress, perubahan pola tidur secara tiba-tiba, infeksi seperti infeksi bakteri streptokokus atau infeksi flu babi, dan kelainan genetik keturunan.
_________________
Referensi :
WebMD (2021), What Air Conditioning Does to Your Body.
EPA (diakses 2022), Indoor Air Facts No. 4 (revised): Sick Building Syndrome; Homeowners and Consumers: Frequently Asked Questions.
International Journal of Epidemiology (diakses 2022), Commentary: Air conditioning as a risk for increased use of health services.
CDC (diakses 2022), Ventilation in Buildings.
Scientific World Journal (diakses 2022), The Dry Eye Disease Activity Log Study.
Cell Press (diakses 2022), Exposure to cold temperatures can help boost weight loss.
PLOS Medicine (diakses 2022), Reduced cognitive function during a heat wave among residents of non-air-conditioned buildings: An observational study of young adults in the summer of 2016.
National Headache Foundation (diakses 2022), Poor Indoor Air Quality Leads to Migraine and Headache.
Cleveland Clinic (diakses 2022), What Is the Ideal Sleeping Temperature for My Bedroom?
Mayo Clinic (diakses 2022), Heat exhaustion.

