Download Farma Medis App
Home Artikel Hidup Sehat

Perbandingan Risiko Kesehatan Antara Tidak Berolahraga dan Merokok

Baca informasi kesehatan dengan tampilan yang lebih nyaman, terstruktur, dan mudah dipahami. Untuk kondisi medis pribadi, tetap konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Perbandingan Risiko Kesehatan Antara Tidak Berolahraga dan Merokok Hidup Sehat
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Bila keluhan berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

 

Kebiasaan buruk merokok dan malas berolahraga merupakan kebiasaan yang tidak sehat dan bisa merugikan bagi tubuh. Merokok menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi dalam kehidupan modern. Lebih bahaya mana, malas olahraga atau merokok?

Penelitian menemukan bahwa  dampak negatif tidak berolahraga bisa lebih buruk dibandingkan merokok. Pertanyaannya adalah, diantara kebiasaan malas berolahraga atau kebiasaan merokok? Manakah yang bisa memberikan dampak lebih buruk bagi kesehatan?

Sebuah penelitian terbaru menemukan hal mengejutkan, yaitu tidak melakukan olahraga rutin memiliki kemungkinan lebih berbahaya bagi tubuh dibanding merokok. Kehidupan yang lebih lama dan sehat berkaitan dengan tingkat olahraga yang tinggi.

Resiko kesehatan akibat kurang olahraga

Dianjurkan bagi setiap orang untuk melakukan olahraga minimal tiga kali dalam seminggu, dengan durasi minimal selama 30 menit. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah penyakit kronis yang bisa menyerang dalam tubuh. Penyakit kronis merupakan pembunuh utama di era sekarang ini. Sebagian besar penyakit kronis dapat disebabkan oleh kurangnya berolahraga.  

Beberapa resiko yang akan terjadi apabila Anda kurang berolahraga adalah sebagai berikut :

1. Obesitas

Banyak masyarakat yang menganggap bahwa berolahraga di pusat kebugaran atau gym hanya untuk orang-orang yang kelebihan berat badan. Lagi pula, olahraga itu merupakan kewajiban semua orang untuk menjaga tubuh agar tetap sehat. Kondisi obesitas atau kelebihan berat badan akan menjadi ancaman pertama yang dapat dialami oleh setiap orang akibat kurangnya berolahraga.

Ciri-ciri obesitas meliputi:

  • Kualitas tidur terganggu atau sulit tidur
  • Ngantuk berlebihan pada siang hari
  • Punggung atau sendi terasa nyeri
  • Keringat berlebihan
  • Tidak betah di suhu panas
  • Infeksi pada lipatan kulit
  • Depresi
  • Gangguan tidur seperti sleep apnea

Segelintir orang juga merasakan rasa sesak napas secara mendadak yang dikenal juga dengan dyspnoea.

2. Mudah lelah

Perasaan mudah lelah atau kurang bertenaga juga merupakan masalah kesehatan lainnya yang menyerang tubuh disebabkan oleh kurangnya berolahraga. Apabila kita melakukan aktivitas olahraga, darah akan menjadi lebih banyak mengandung oksigen. Oksigen tersebut yang akan menjadi tenaga untuk Anda agar tetap segar melakukan aktivitas seharian. Agar diri terhindar dari risiko mudah lelah, Anda bisa mulai dengan melakukan peregangan sederhana di rumah.

3. Insomnia

Gangguan tidur atau insomnia bukan hanya dapat dialami oleh orang yang mengalami gangguan psikologis. Insomnia juga bisa terpicu oleh penurunan metabolisme tubuh akibat kurangnya berolahraga. Jika kamu mengalami keluhan susah tidur atau insomnia di malam hari cobalah untuk rutin melakukan olahraga. Anda bisa memulai dengan melakukan aktivitas sederhana di rumah dengan cara berjalan kaki selama 30 menit per hari.

4. Badan terasa kaku

Apakah anda termasuk orang yang sering mengalami badan pegal-pegal di area tertentu seperti sendi kaki pinggang dan pundak? Biasanya hal tersebut diakibatkan oleh kurangnya berolahraga. Apabila hal itu terjadi, Anda bisa menghindari langsung mengonsumsi obat pereda rasa nyeri. Sebaiknya Anda mengatasi hal tersebut dengan cara melakukan olahraga ringan di rumah. Anda bisa mencoba dengan senam aerobik kardio atau latihan yoga bersama keluarga.

5. Penumpukan lemak

Kalori akan tertimbun dalam bentuk lemak apabila tidak terbakar melalui olahraga. Hal tersebut dapat membuat beberapa area tubuh anda akan terlihat sedikit berisi dan tidak proporsional. Lemak-lemak yang tidak terbakar tersebut akan sulit untuk dihilangkan jika dibiarkan dan semakin lama akan memicu Anda pada kondisi obesitas. Oleh karena itu, sebaiknya mencegah penumpukan lemak dengan berolahraga rutin setiap minggunya.

6. Sakit kepala

Bagi Anda yang sering mengalami sakit kepala, sebaiknya tidak terlalu sering mengambil jalan pintas dengan megonsumsi obat penghilang sakit kepala. Apabila sakit kepala menyerang, sebaiknya anda lakukan aktivitas fisik dengan menggerakkan tubuh hingga tubuh berkeringat. Setelah melakukan aktivitas fisik tersebut darah akan mengalir lancar sehingga sakit kepala berangsur-angsur akan hilang.

7. Serangan jantung

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, resiko terkena serangan jantung akan menurun apabila tubuh aktif bergerak. Sebaliknya, apabila tubuh tidak digerakkan, serangan jantung bisa saja menyerang tiba-tiba. Selain itu, gaya hidup yang tidak sehat seperti kebiasaan merokok juga akan meningkatkan risiko penyakit ini.

Maka dari itu cobalah untuk membiasakan diri untuk berolahraga sesuai yang Anda sukai, contohnya seperti berenang, senam aerobik ataupun lari pagi.

8. Memicu penyakit kanker

Kurang berolahraga dapat memicu penyakit kanker. Contohnya seperti jenis kanker berikut ini:

  • Kanker kandung kemih
  • Kanker payudara
  • Kanker usus besar
  • Kanker serviks
  • Kanker paru-paru

Risiko penyakit kanker tersebut memandang usia ataupun ukuran berat badan.

9. Menurunnya kemampuan fisik

Kurang berolahraga bisa mempengaruhi fungsi tubuh. Hal tersebut akan mulai Anda rasakan ketika anda menginjak usia lanjut. Kemampuan anggota tubuh akan menurun yang disebabkan oleh tubuh yang kurang bergerak. Pada usia lanjut tersebut, tubuh akan semakin ringkih dan mudah terjatuh atau cidera. Hal tersebut dipicu oleh persendian sekitar kaki mulai terasa tidak berdaya.

10. Penuaan dini

Olahraga dapat meningkatkan fungsi jantung,  meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mempercepat aliran darah. Apabila anda kurang berolahraga, maka yang terjadi adalah sebaliknya. Yakni, akan mempercepat proses tubuh mengalami penuaan. Sebaiknya Anda mulai untuk berolahraga secara rutin, misalnya dengan berlari, berenang, dan bersepeda.

11. Mudah depresi

Olahraga dipercaya sebagai salah satu obat terbaik untuk mencegah stress atau kecemasan berlebihan. Kurang berolahraga justru dapat meningkatkan risiko gangguan mental. Apalagi bagi orang yang memiliki waktu kerja yang sangat sibuk tiap minggunya  dengan kurangnya berolahraga, akan membuat mood Anda terasa lebih mudah berubah dan cepat marah.

12. Penyakit stroke

Penderita penyakit stroke makin bertambah setiap tahunnya. Hal tersebut dipicu akibat kurangnya berolahraga dan memiliki kebiasaan buruk seperti merokok dan minum alkohol. Tubuh yang bergerak aktif akan membuat sistem saraf dan kardiovaskuler sistem tubuh akan bekerja dengan baik. Kondisi tersebut akan mencegah kemungkinan penyakit stroke sebanyak 50%. Maka dari itu, mulai sekarang ubahlah pola pikir bahwa olahraga bukan hanya untuk kurus, tetapi sebagai aktivitas untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat dan segar.

______________________

Referensi :

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/obesity/symptoms-causes/syc-20375742

https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/risks-of-physical-inactivity

https://www.cdc.gov/chronicdisease/resources/publications/factsheets/physical-activity.htm#:~:text=Not%20getting%20enough%20physical%20activity%20can%20lead%20to%20heart%20disease,cholesterol%2C%20and%20type%202%20diabetes.

Drash, Wayne. 2018. Not exercising worse for your health than smoking, diabetes and heart disease, study reveals. edition.cnn.com/2018/10/19/health/study-not-exercising-worse-than-smoking/index.html. 

Farma AI
Farma AI
Tanya Obat 24/7
Farma AI
Farma AI 24/7
Asisten Apoteker FarmaMedis
Halo! πŸ‘‹ Saya Farma AI. Ada yang bisa saya bantu terkait informasi obat, dosis, atau keluhan kesehatan Anda?