Download Farma Medis App
Home Artikel Hidup Sehat

Perbedaan Gondongan dengan Gondok yang Perlu Diketahui

Baca informasi kesehatan dengan tampilan yang lebih nyaman, terstruktur, dan mudah dipahami. Untuk kondisi medis pribadi, tetap konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Perbedaan Gondongan dengan Gondok yang Perlu Diketahui Hidup Sehat
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Bila keluhan berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Seringkali dianggap sama, padahal berbeda. Apa saja perbedaan gondongan dengan gondok yang perlu kamu ketahui, simak di sini! 

Perbedaan gondongan dengan gondok sebetulnya sangat jelas. Namun seringkali orang awam tertukar menyebutkannya. Gejala gondongan dikatakan gondok, dan sebaliknya, gondok dibilangnya gondongan. 

Setelah membaca penjelasan di bawah ini, mengenai perbedaan gondongan dengan gondok, mudah-mudahan kamu tidak salah dalam memahami perbedaan keduanya. 

Perbedaan pengertian gondongan dengan gondok 

Pertama-tama yang perlu diketahui adalah perbedaan pengertian, diantara gondongan dengan gondok. Melansir Healthline, gondongan atau mumps adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang berpindah dari satu orang ke orang lain melalui air liur, sekret hidung, dan kontak pribadi yang dekat. 

Kondisi tersebut terutama mempengaruhi kelenjar ludah atau kelenjar parotis. Yakni kelenjar yang bertanggung jawab memproduksi air liur. Ada tiga set kelenjar ludah di setiap sisi wajah manusia, yaitu, terletak di belakang dan di bawah kedua telinga. Gejala khas penyakit gondongan adalah pembengkakan kelenjar ludah.

Apa itu gondok? 

Sedangkan gondok atau goiter, adalah suatu kondisi yang mempengaruhi tiroid. Tiroid merupakan kelenjar yang terdapat di leher, tepatnya di bawah jakun. Tiroid berperan dalam mengeluarkan hormon yang membantu mengatur fungsi tubuh, termasuk metabolisme atau proses yang mengubah makanan menjadi energi. Selain itu, juga mengatur detak jantung, pernapasan, pencernaan, dan suasana hati. 

Nah, kondisi yang meningkatkan ukuran tiroid itu disebut gondok. Gondok dapat berkembang pada siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada wanita. 

Perbedaan gejala gondongan dengan gondok

Setelah mengetahui perbedaan pengertian, berikutnya yang perlu diketahui adalah perbedaan gejala gondongan dengan gondok. 

Gejala gondongan biasanya muncul dalam waktu dua minggu setelah terpapar virus. Gejala awal yang muncul adalah mirip dengan flu. Dan juga mungkin disertai dengan : 

  • kelelahan

  • pegal-pegal

  • sakit kepala

  • kehilangan selera makan

  • demam ringan

Selanjutnya, gejala demam tinggi mencapai 39°Celcius dapat terjadi. Lalu pembengkakan kelenjar ludah terjadi selama beberapa hari berikutnya. Kelenjar mungkin tidak membengkak sekaligus namun secara bertahap, dan juga secara berkala terasa menyakitkan. 

Kemungkinan besar penderita dapat menularkan virus gondongan ke orang lain sejak bersentuhan dengan virus hingga kelenjar parotis membengkak. Perlu diwaspadai, bahwa kebanyakan orang yang tertular gondongan menunjukkan gejala terpapar virus, namun, beberapa diantara penderita gondongan tidak memiliki atau sangat sedikit menunjukkan gejala.

Gejala gondok 

Sedangkan pada gondok, gejala utamanya adalah berupa pembengkakan yang terlihat di leher. Jika terdapat nodul pada tiroid kamu,  maka nodul ini bisa meningkatkan gejala pembengkakan tersebut. Nodul adalah  benjolan yang muncul pada kelenjar tiroid di leher. Benjolan ini bisa teraba keras dan padat, atau bisa juga lembek dan berisi cairan, serta ukurannya bisa bervariasi dari sangat kecil hingga sangat besar. 

Gejala gondok yang lainnya, adalah berupa:

  • kesulitan menelan atau bernafas

  • batuk

  • suara serak ketika bicara

  • pusing saat Anda mengangkat tangan di atas kepala

Nah, sampai di sini kamu sudah paham ya, perbedaan yang jelas antara gondongan dengan gondok?  

Perbedaan cara mengobati gondongan dengan gondok 

Karena penyebab dan gejalanya berbeda, maka tentu saja terdapat perbedaan dalam cara mengobati gondongan dengan gondok. Gondok cenderung memerlukan waktu yang lebih lama dalam pengobatannya dibandingkan dengan gondongan. Berikut adalah perbedaan cara mengobatinya: 

  • Mengobati gondongan

Gondongan disebabkan oleh virus, maka penyakit itu tidak merespons antibiotik atau obat lain. Namun demikian kamu dapat mengobati gejalanya untuk membuat tubuh terasa lebih nyaman saat terserang gondongan. 

Berikut adalah yang perlu dilakukan untuk mengobati gondongan: 

  • Beristirahatlah saat tubuh terasa lemah atau lelah.

  • Minum obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti acetaminophen dan ibuprofen, untuk menurunkan demam.

  • Kompres dengan es pada  kelenjar yang bengkak.

  • Perbanyak minum air putih agar terhindar dari dehidrasi akibat demam.

  • Konsumsi makanan lunak seperti sup, yogurt, dan makanan lain yang tidak sulit untuk dikunyah, karena pada saat gondongan biasanya mengunyah mungkin dapat menimbulkan sakit akibat kelenjar kamu bengkak.

  • Hindari makanan dan minuman asam yang dapat menyebabkan lebih banyak rasa sakit pada kelenjar ludah kamu.

  • Kapan gondongan akan sembuh?

Pada umumnya satu minggu setelah dokter mendiagnosis kamu terkena virus gondongan, kamu sudah boleh beraktivitas kembali. Karena pada waktu tersebut, virus gondongan sudah tidak dapat menular kepada orang lain. Gondongan biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Penderita seharusnya sudah merasa lebih baik pada sepuluh hari setelah sakit. Kabar baiknya, kebanyakan orang yang terkena gondongan tidak dapat tertular penyakit ini untuk kedua kalinya.  

Bagaimana cara mengobati gondok?

Cara mengobati gondok  berbeda dengan gondongan. Dokter yang dapat memutuskan pengobatan gondok. Yakni setelah memeriksa ukuran dan kondisi gondok, serta gejala yang terkait dengannya. Perawatan yang diberikan juga didasarkan pada masalah kesehatan yang berkontribusi pada penyakit gondok. 

Berikut ini  cara mengobati gondok :

  • Pemberian obat 

Obat-obatan kortikosteroid dapat digunakan jika kamu menderita tiroiditis atau kondisi dimana kelenjar tiroid mengalami pembengkakan atau peradangan. Obat-obatan juga dapat diberikan pada penderita hipotiroidisme  dimana kelenjar tiroid kurang dalam menghasilkan hormon. Demikian pula jika kelenjar tiroid menghasilkan kelebihan hormon (hipertiroidisme), dapat diberikan obat-obatan untuk mengobati kondisi ini untuk mengecilkan gondok. 

  • Pembedahan

Jika gondok tumbuh terlalu besar, maka operasi pengangkatan tiroid atau yang dikenal dengan tiroidektomi adalah pilihan dalam mengobati gondok kamu. Operasi dilakukan ketika tiroid  tidak merespons terapi pengobatan. 

  • Yodium radioaktif

Jika gondok yang terjadi berupa gondok multinodular beracun maka yodium radioaktif atau terapi RAI  mungkin diperlukan. RAI dicerna secara oral, dan kemudian berjalan ke tiroid melalui darah, di mana kemudian RAI akan menghancurkan jaringan tiroid yang terlalu aktif.

  • Perawatan rumah

Perawatan di rumah juga bisa saja diberikan, tergantung daripada jenis gondok yang kamu derita. Dalam rawat jalan di rumah, mungkin yang diperlukan hanya menambah atau mengurangi asupan yodium saja. 

Jika gondok berukuran kecil dan tidak menimbulkan masalah, mungkin kamu tidak memerlukan pengobatan sama sekali.

Pengobatan yang dilakukan terhadap penderita gondok dapat menghilangkan gondok yang dialami oleh sebagian besar penderita. Namun, sebagian penderita lainnya justru mungkin mengalami penyakit gondok bertambah besar. 

Faktor resiko terkena gondok

Jika Anda termasuk dalam kelompok yang memiliki  faktor resiko terkena gondok di bawah ini, maka sebaiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter:  

  • Memiliki riwayat keluarga kanker tiroid, nodul, dan masalah lain yang mempengaruhi tiroid.

  • Jarang mendapat cukup yodium dalam makanan.

  • Memiliki kondisi yang menurunkan yodium dalam tubuh. 

  • Wanita memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit gondok dibandingkan pria.

  • Berusia di atas 40 tahun. Penuaan dapat mempengaruhi kesehatan tiroid kamu.

  • Sedang hamil atau mengalami menopause. Faktor risiko ini tidak mudah dipahami, tetapi kehamilan dan menopause dapat memicu masalah pada tiroid.

Demikianlah perbedaan gondongan dengan gondok yang perlu diketahui. Ikuti terus berbagai artikel kesehatan dari farmamedisk. Anda dapat mengunduh aplikasi versi android farmamedisk melalui Play Store. Jika ingin berkonsultasi dengan dokter, lakukan registrasi terlebih dahulu.  

Farma AI
Farma AI
Tanya Obat 24/7
Farma AI
Farma AI 24/7
Asisten Apoteker FarmaMedis
Halo! πŸ‘‹ Saya Farma AI. Ada yang bisa saya bantu terkait informasi obat, dosis, atau keluhan kesehatan Anda?