Sebagian orang sering mengalami sakit kepala. Lalu, karena sakit kepala berulang dan tak kunjung sembuh, maka kondisi tersebut dikait-kaitkan dengan gejala kanker otak. Tentu saja keduanya berbeda, antara sakit kepala biasa dengan sakit kepala sebagai gejala kanker otak.
Setiap orang pasti pernah mengalami sakit kepala. Rata-rata tujuh dari sepuluh orang pernah mengalami satu kali sakit kepala setiap tahun.
Sakit kepala primer yang biasanya terjadi pada setiap orang, biasanya mudah dan cepat diatasi. Cara mengatasi sakit kepala ini, biasanya dengan minum obat pereda sakit kepala dan cukup minum air putih agar tubuh tetap terhidrasi. Lalu kemudian disertai beristirahat dengan cukup.
Sakit kepala primer seperti itu berbeda dengan sakit kepala sekunder, atau sakit kepala sebagai gejala kanker otak dan atau sebab adanya penyakit lainnya. Sakit kepala sekunder sebagai gejala kanker atau tumor pada otak, biasanya akan disertai dengan gejala-gejala lain selain daripada sakit pada bagian kepala.
Mari kita bahas satu persatu ciri dan gejala sakit kepala primer dan sakit kepala sekunder berikut ini.
Sakit kepala primer
Sakit kepala primer adalah sakit kepala yang murni, tidak disebabkan adanya gejala penyakit lain dibalik sakit kepala ini. Jadi sakit kepala primer itu murni terjadi karena bagian di kepala kita terlalu sensitif terhadap rasa sakit.
Kondisi tersebut juga berhubungan dengan pembuluh darah, otot, saraf kepala, serta leher.
Contoh sakit kepala primer adalah sakit kepala tegang, migraine, sakit kepala cluster.
Faktor yang mempengaruhinya, meliputi masalah gangguan pada otot leher dan kepala, adanya aktivitas kimia di otak, dan masalah pada pembuluh darah atau saraf.
Sakit kepala sekunder
Berbeda dengan penyebab sakit kepala primer, sakit kepala sekunder merupakan sakit kepala yang biasanya disebabkan oleh aktifnya saraf rasa sakit di bagian kepala. Hal itu dikarenakan adanya suatu penyakit.
Penyebab umum sakit kepala sekunder meliputi flu, infeksi telinga, sinusitis, masalah gigi, kebanyakan mengonsumsi micin ( MSG ), mengunyah atau menelan makanan atau minuman yang terlalu dingin secara cepat, perubahan hormon pada wanita setelah mengonsumsi pil KB, atau penggunaan penutup kepala yang terlalu ketat.
Penyebab sakit kepala sekunder juga dapat disebabkan, walaupun jarang terjadi, karena gegar otak, aneurisma otak, neuralgia trigeminal, keracunan karbon monoksida, serangan panik, meningitis, penyumbatan pembuluh darah di otak, dan radang pada otak.
Gejala umum sakit kepala
Pada umumnya gejala yang dialami penderita sakit kepala pada saat terserang sakit kepala adalah rasa sakit di sekitar kepala.
Gejala khusus sakit kepala
Selain gejala umum tadi, gejala-gejala khusus sakit kepala yang patut diwaspadai adalah jika pada waktu terserang sakit kepala kamu pun mengalami gangguan pada penglihatan, kesulitan berbicara, leher terasa tegang atau kaku, kehilangan kesadaran, salah satu sisi tubuh menjadi lemah atau lumpuh, demam tinggi, atau bahkan hingga sulit berjalan.
Gejala kanker otak
Kanker otak merupakan pertumbuhan sel-sel yang tidak normal dan bersifat ganas yang berlangsung pada area otak. Kanker ini bisa berupa kanker otak primer atau yang berasal dari sel otak sendiri. Dan bisa juga merupakan kanker otak sekunder atau yang berasal dari penyebaran kanker di bagian tubuh lain atau metastasis.
Setiap orang yang mengalami gejala kanker otak, merasakan gejala yang cenderung bervariasi satu sama lain.
Gejala kanker otak yang dirasakan oleh masing-masing penderita tergantung pada ukuran, posisi atau letak sel kanker, tingkat keparahan serta perkembangan tumor.
Perbedaan gejala tersebut, bisa dikarenakan bentuk tumor yang semakin membesar, yang menekan bagian lain dari otak, sehingga mengganggu fungsi otak atau memenuhi ruang di dalam rongga kepala.
Gejala kanker otak meliputi rasa nyeri kepala berulang dengan intensitas yang semakin sering terjadi dan bertambah parah. Selain itu, pasien juga dapat mengalami gangguan bicara, gangguan ingatan atau perubahan pada kepribadian, kelelahan yang permanen, kelumpuhan pada satu sisi dari tubuh, mual dan muntah, pandangan kabur, sering mengantuk, dan kejang.
Jadi gejala sakit kepala yang murni sangat berbeda dengan gejala sakit kepala karena kanker otak.
Komplikasi kanker otak
Berbeda dengan jenis kanker paru-paru, payudara, atau ginjal, kanker otak jarang sekali dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya.
Meski kecil resikonya untuk berkembang menjadi jenis kanker lain, namun ada beberapa komplikasi kanker otak. Yaitu :
-
Penurunan berat badan
Berat badan dapat menurun disebabkan karena adanya kanker otak. Hipertiroidisme dapat mempercepat metabolisme tubuh yang berdampak pada penurunan berat badan.
-
Sakit leher
Kanker otak, terutama jika terletak di otak kecil, dapat menyebabkan leher menjadi kaku atau menegang.
-
Perut membengkak
Kanker otak dapat berpengaruh pada cara makan dan minum serta intensitas ke kamar kecil. Sehingga penderita kanker otak menjadi rentan mengalami gangguan pencernaan, termasuk juga pembengkakan perut.
-
Kesulitan bernapas
Kanker otak dapat memengaruhi terganggunya sistem pernapasan, membuat denyut nadi dan laju pernapasan menjadi tidak normal.
-
Cacat pada kepala atau wajah
Komplikasi kanker otak dapat mengakibatkan peradangan pada area sekitar otak sehingga menyebabkan cacat pada kepala dan wajah.
-
Herniasi otak
Pada beberapa kasus, kanker otak dapat menimbulkan herniasi otak. Herniasi otak terjadi ketika cairan otak bergeser dari posisinya sehingga mendesak area sekitarnya. Tanda-tanda herniasi otak meliputi pernapasan cepat, serta postur tubuh yang berkontraksi dan kaku.
-
Karsinoma meningeal
Karsinoma meningeal adalah kondisi ketika kanker otak telah menyebar ke meninges atau lapisan seperti lembaran jaringan ikat di sekitar otak dan sumsum tulang belakang. Kondisi tersebut dapat menyebabkan demam, leher kaku, kelemahan parah, kejang, dan/atau kehilangan kesadaran.
Bagaimana cara mendiagnosis kanker otak ?
Cara mendiagnosis adanya kanker otak hanya bisa dilakukan oleh seorang dokter ahli. Diagnosis kanker otak dilakukan dengan mengumpulkan wawancara medis secara lengkap, melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang.
Pemeriksaan tersebut meliputi :
-
Computerized Tomography (CT) scan
Metode pemindaian CT scan dilakukan untuk memperoleh gambaran atau pencitraan otak dengan menggunakan sinar X.
-
Magnetic Resonance Imaging (MRI)
MRI merupakan metode pemeriksaan untuk menciptakan gambaran rinci otak dengan menggunakan medan magnet berkekuatan tinggi dan gelombang radio.
-
Electroencephalography (EEG)
EEG merupakan pemeriksaan untuk merekam aktivitas listrik otak dan melihat abnormalitas otak dengan menggunakan elektroda pada kulit kepala.
-
Biopsi dengan pengambilan sampel jaringan yang dicurigai sebagai tumor.
Biopsi dimaksudkan untuk memeriksa jenis tumor dan menentukan penanganan yang paling sesuai.
Pengobatan kanker otak
Dokter dapat melakukan beberapa upaya untuk menangani kanker otak, seperti misalnya, prosedur pembedahan, kemoterapi, radioterapi, dan fisioterapi.
Hingga saat ini belum ada metode pencegahan kanker otak yang efektif. Jalani pola makan yang sehat, dan pola hidup sehat agar tubuh kamu tetap sehat.

