Download Farma Medis App
Home Artikel Hidup Sehat

Pertolongan Pertama Untuk Mengatasi Bayi Tersedak

Baca informasi kesehatan dengan tampilan yang lebih nyaman, terstruktur, dan mudah dipahami. Untuk kondisi medis pribadi, tetap konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Pertolongan Pertama Untuk Mengatasi Bayi Tersedak Hidup Sehat
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Bila keluhan berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

 

Seringkali orang tua mengalami kepanikan ketika buah hati mereka tersedak. Berikut ini tindakan pertolongan pertama yang perlu dilakukan saat mengatasi bayi tersedak. 

Tersedak dapat terjadi pada bayi dan anak-anak, bahkan orang dewasa sekalipun. Ini merupakan kondisi ketika saluran pernapasan atau tenggorokannya dimasuki oleh benda asing. 

Air susu ibu (ASI) merupakan benda asing bagi tenggorokan. Sehingga ketika seorang bayi sedang menyusui kemudian ASI nya masuk ke tenggorokan atau saluran pernapasan maka akan terjadi reaksi yang disebut tersedak. Hal ini akan mengganggu pernapasannya. 

Mengatasi bayi tersedak

  1. Jangan panik 

Pertolongan pertama untuk mengatasi bayi tersedak dapat segera dilakukan oleh ibu yang tengah menyusui bayinya. Pertama-tama yang harus dijaga adalah tetap tenang, janganlah panik. Sebab, kepanikan Anda dapat menimbulkan kesalahan dalam bertindak. Saat panic melanda biasanya logika berpikir tidak dapat bekerja secara normal. 

Oleh karena itu, kendalikan dulu kepanikan Anda sebelum memberikan pertolongan pertama untuk mengatasi bayi tersedak. 

  1. Segera hentikan menyusui bayi 

Setelah mengatasi kepanikan, langkah berikutnya yang bunda harus lakukan adalah segera menghentikan kegiatan menyusui bayi Anda. Hal ini dilakukan untuk menghentikan ASI yang masuk ke dalam saluran pernapasan dari bayi yang sedang tersedak. Segera jauhkan puting payudara Anda dari mulut bayi. Jika bayi Anda menyusui menggunakan botol susu, segera cabut botol susu dari mulut bayi. 

  1. Gendong bayi dengan posisi berdiri

Tindakan pertolongan pertama untuk mengatasi bayi yang sedang tersedak, selanjutnya adalah dengan mengangkat bayi Anda lalu gendong  dengan posisi berdiri menghadap ke belakang Anda. Jaga kepala dan leher bayi Anda dengan tangan. 

  1. Tepuk-tepuk punggungnya ( back blows )

Back blows atau menepuk-nepuk punggung bayi dengan salah satu tangan Anda, sementara tangan yang satunya menahan leher dan kepala bayi, adalah tindakan yang tepat untuk mengatasi bayi tersedak.  Tepuk-tepuk dengan cara perlahan saja. Cara ini biasanya dapat membuat reda bayi yang tersedak saat sedang menyusui. 

  1. Beri tekanan di bagian dada 

Apabila tindakan tepukan di punggung atau back blows belum menghentikan bayi yang tersedak, lakukan tindakan chest thrusts atau memberikan tekanan pada bagian dada. Caranya adalah dengan menelentangkan bayi. Posisi kepala menghadap ke atas. Temukan tulang dada bayi dan tempatkan 2 jari Anda di tengah-tengahnya. Selanjutnya berikan tekanan di bagian tengah tulang dadanya sebanyak 5 kali. Ulangi tindakan pertolongan ini sampai bayi Anda berhenti tersedak.

  1. Gunakan teknik Heimlich maneuver  

Cara mengatasi bayi tersedak yang usianya di atas 1 tahun dapat dilakukan dengan teknik Heimlich maneuver. Teknik yang ditemukan oleh dr. Henry Heimlich pada tahun 1974 ini juga bisa dilakukan pada orang dewasa, dengan kondisi sebagai berikut: 

  • Sadar dan responsif

  • Sulit bernapas atau berbicara

  • Tidak bisa batuk untuk mengeluarkan benda yang menyangkut di tenggorokan

  • Posisi tangan sedang memegang leher atau dadanya

Cara melakukannya adalah dengan menempatkan posisi pasien yang tersedak berdiri di depan Anda. Jika tinggi badannya lebih rendah dari Anda, maka Anda perlu berlutut di belakangnya. 

Posisikan kaki Anda dalam posisi satu kaki berada di depan kaki yang lain untuk menjaga keseimbangan atau kuda-kuda. Lalu bungkukkan tubuh orang yang tersedak ke arah depan.

Pukul punggungnya dengan telapak tangan Anda sebanyak 5 kali. Lingkarkan tangan Anda di sekitar pinggang orang yang tersedak. Kepalkan salah satu tangan Anda dengan ibu jari ke dalam, letakkan tangan yang lain di atasnya, lalu tempatkan sedikit di atas pusar orang yang tersedak.

Tekan kepalan tangan ke perutnya dan sentakkan ke atas. Ulangi gerakan ini sebanyak 10 kali atau hingga benda yang menyumbat tenggorokan keluar dan ia dapat bernapas atau batuk-batuk.

Apabila orang yang tersedak menjadi pingsan atau tidak sadarkan diri setelah Heimlich maneuver dilakukan, segera baringkan pasien dalam posisi telentang. Segera minta bantuan medis atau panggil ambulans dari rumah sakit terdekat.

Sambil menunggu petugas medis tiba, jika memungkinkan cobalah untuk lakukan resusitasi jantung paru atau CPR untuk membuka jalan napasnya.

Heimlich maneuver untuk menolong diri sendiri

Teknik Heimlich maneuver juga bisa dilakukan pada saat diri Anda sendiri yang tersedak. Untuk melakukan pertolongan pertama secara mandiri, kepalkan tangan Anda dan letakkan sedikit di atas pusar. Lalu dorong kepalan tangan ke dalam perut dan gerakkan ke atas sebanyak 5 kali atau hingga benda yang tersangkut itu dapat keluar dari tenggorokan. Bisa juga menggunakan punggung kursi untuk menekan perut. 

Cara mencegah dari tersedak

Pencegahan tersedak pada anak-anak dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: 

  1. Hindari memberikan makanan dengan tekstur keras dan kenyal

Makan dengan tekstur keras dan kenyal seperti permen, buah anggur, kacang, marshmallow, dan coklat sebaiknya dihindari dari anak-anak. Berikan makanan yang bertekstur lembut atau lunak, misalnya wortel dan kentang yang direbus.

  1. Jangan meletakkan benda-benda kecil sembarangan 

Anak kecil yang sedang belajar merangkak atau belajar berjalan biasanya senang menggenggam benda-benda kecil  yang tergeletak di sekitarnya. Tak jarang, benda-benda kecil tersebut membuatnya penasaran, lalu  dimasukkannya ke dalam mulut sehingga membuat tersedak.  Oleh karena itu, bunda sebaiknya hindari meletakkan benda-benda kecil, seperti kancing, jepit rambut, baterai, peniti dan koin, di area yang mudah dijangkau oleh anak-anak tersebut.

  1. Memilih mainan sesuai usia 

Mainan anak-anak yang tidak sesuai dengan usianya akan lebih banyak memberikan risiko bahaya pada anak. Alih-alih dimainkan, mainan yang tidak sesuai usia kadang bikin anak penasaran lalu dimasukkannya ke dalam mulut. Sebelum terjadi pada anak Anda, pastikan Anda memilih mainan anak yang  sesuai dengan usia mereka.  

  1. Periksa setiap mainan yang patah atau rusak

Masih tentang mainan anak-anak. Cobalah selalu melakukan pemeriksaan terhadap mainan anak-anak, terutama bila ada bagian dari mainan yang rusak atau patah yang dapat berpotensi bahaya atau mengundang resiko tertelan oleh anak. Jauhkan dari jangkauan anak-anak untuk bagian-bagian kecil dari mainan yang rusak atau patah tersebut, yang mungkin saja tanpa disadarinya dapat tertelan ke dalam mulut mereka.

  1. Biasakan anak makan dalam posisi duduk

Sebagian orang tua memberikan makan kepada anak-anaknya semabri berlarian ke sana ke mari di luar rumah dengan maksud agar anak mudah makan. Padahal cara memberi makan yang keliru ini, selain tidak menanamkan adab makan yang baik semenjak usia dini juga dapat membahayakan bagi anak-anak. Tanda disadari, bisa saja anak akan memasukan benda asing yang ditemukannya saat berlari-larian sembari makan tersebut. 

Cobalah untuk membiasakan anak untuk makan sambil duduk, tanpa melakukan aktivitas lain, semenjak usia dini. Selain itu, usahakan juga agar saat makan tersebut, anak-anak tidak ngobrol atau bercanda untuk menghindari resiko tersedak saat sedang menelan makanannya. 
 

Farma AI
Farma AI
Tanya Obat 24/7
Farma AI
Farma AI 24/7
Asisten Apoteker FarmaMedis
Halo! πŸ‘‹ Saya Farma AI. Ada yang bisa saya bantu terkait informasi obat, dosis, atau keluhan kesehatan Anda?