Download Farma Medis App
Home Artikel Hidup Sehat

Pilek? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Baca informasi kesehatan dengan tampilan yang lebih nyaman, terstruktur, dan mudah dipahami. Untuk kondisi medis pribadi, tetap konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Pilek? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya Hidup Sehat
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Bila keluhan berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Pilek merupakan suatu kondisi saat hidung mengeluarkan lendir yang selama ini dikenal dengan ingus, yang terjadi sesekali ataupun terus-menerus. Lendir yang keluar dari pilek akan berbeda-beda diantaranya terlihat bening, hijau, atau kekuningan. Lendir pada kondisi pilek biasanya memiliki tekstur yang beragam seperti encer ataupun kental.

Lendir diproduksi oleh saluran udara dalam hidung yang disebut sinur. Meski mengganggu namun lendir memiliki manfaat untuk menjaga kelembaban saluran pernapasan, dan menjadi pencegah masuknya kotoran atau kuman ke paru-paru. 

Pilek dapat dialami oleh siapa saja tak pandang usia. Ada faktor risiko yang menyebabkan seseorang rentan mengalami pilek seperti anak-anak dibawah usia 6 tahun karena kekebalan tubuhnya yang belum sempurna, orang dengan sistem imun yang kurang baik seperti memiliki penyakit kronis atau menderita autoimun, kebiasan buruk merokok, berada atau tinggal di lingkungan dengan banyak penderita pilek, atau kurang istirahat yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Penyebab pilek pada seseorang dapat bervariasi, diantaranya adalah :

  • Infeksi

Hal ini dapat terjadi saat virus menginfeksi bagian hidung, sinus, atau tenggorokan.

  • Alergi

Kondisi alergi tertentu atau rhinitis alergi dapat menjadi penyebab pilek seperti jika terpapar zat pemicu alergi misalnya sebu, bulu binatang, atau serbuk bunga sari. 

Baca Juga : Kenali Gejala Meningitis Pada Orang Dewasa, Sering Dikira Flu Biasa

  • Paparan udara dingin atau kering

Udara yang tidak lembab dapat mengubah keseimbangan cairan di dalam saluran hidung. Paparan udara yang dingin atau terlalu kering kemudian berpotensi memicu sistem saraf di hidung untuk mengeluarkan cairan atau lendir. 

  • Makanan pedas

Mengonsumsi makanan bercita rasa pedas juga dapat menjadi penyebab pilek, misalnya seperti makanan yang diberi bumbu cabai, lada hitam, atau pun bawang.

  • Efek samping obat

Beberapa jenis obat tertentu dapat menimbulkan efek samping pilek, seperti obat untuk tekanan darah tinggi, pil KB, atau obat penyakit jantung.

  • Ketidakseimbangan hormone

Hormon yang tidak seimbang juga dapat menaikkan risiko seseorang mengalami pilek. Kondisi hormone yang tidak seimbang biasanya dialami oleh wanita pada saat siklus menstruasi atau masa kehamilan.

Pilek merupakan gejala dari suatu kondisi atau penyakit tertentu. Pada banyak kasus, pilek biasanya disertai oleh beberapa gejala lainnya seperti batuk, bersin, demam, hidung tersumbat, tubuh merasa lelah, dan sakit tenggorokan. Namun pada kasus tertentu, pilek juga disertai gejala lain seperti nyeri kepala, berkurangnya daya penciuman atau pengecapan, rasa nyeri saat menelan, rasa gatal pada tenggorokan, terasa nyeri pada wajah, mata berair, nyeri telinga, selera makan yang menurun, rasa lemas pada tubuh, dan terasa nyeri pada otot dan sendi.

Pilek dapat dicegah dengan berbagai cara seperti menjaga kebersihan tubuh dan menghindari zat pemicu alergi, atau dengan beberapa cara lainnya seperti :

  • Menerapkan kebiasaan rutin mencuci tangan dengan benar agar terhindar dari kuman.

  • Tidak berdekatan dengan orang yang sedang mengalami pilek.

  • Gunakan tisu saat mengeluarkan lendir pilek, lalu buang tisu tersebut, dan cuci tangan setelahnya.

  • Mengonsumsi makanan bergizi dan rutin berolahraga untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh.

  • Memakai masker untuk menghindari zat pemicu alergi

  • Berhenti dari kebiasan buruk merokok yang dapat menimbulkan iritasi dan radang pada rongga hidung

  • Melakukan vaksin 

Baca Juga : Jangan Panik ! Kenali Gejala Demam Berdarah Pada Anak usia 8 tahun ke atas

Jika sudah terlanjur mengalami pilek maka Anda dapat melakukan penanganan berdasarkan penyebab terjadinya. Apabila penyebab pilek adalah suatu infeksi maka perlu diketahui terlebih dahulu organisme penyebab infeksi. Namun bila organisme penyebabnya adalah bakteri maka perlu diberikan terapi antibiotic. Sedangkan jika pilek disebabkan oleh virus maka dapat dilakukan terapi suportif seperti mengonsumsi obat penurun demam jika pilek disertai demam, mengonsumsi dekongestan, memiliki waktu istirahat yang cukup, tidak mengurangi porsi makan dan tetap makan seperti biasa, menjaga suhu ruang tidak terlalu dingin.

Pilek juga dapat diatasi dengan cara mengonsumsi jenis makanan tertentu yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, seperti berikut ini :

  • Sup ayam

Hasil penelitian medis menunjukkan bahwa sup ayam mampu menekan peradangan yang menyebabkan gejala pilek dan flu. Sup ini juga mampu mencairkan lendir yang ada di dalam hidung sehingga mengurangi mampet pada hidung, sesak di dada, dan tenggorokan. Anda juga bisa menambahkan beberapa bahan lainnya ke dalam sup ayam seperti aneka sayuran atau mi, karena karbohidrat dapat meningkatkan energi dan sayuran bisa meningkatkan nutrisi pada sup yang semakin meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

  • Bawang putih

Jenis bumbu dapur yang satu ini merupakan bahan makanan yang memiliki kandungan antioksidan tinggi dan juga telah diteliti memiliki zat antivirus sehingga mampu mencegah pilek serta memperpendek durasi sakit. Senyawa minyak allicin yang memberikan aroma khas pada bawang putih pun mampu melawan pilek. 

Anda dapat mengonsumsi bawang putih secara langsung untuk merasakan khasiatnya, sebanyak satu atau dua suing bawang setiap harinya. Namun bagi orang yang tidak menyukai aromanya tidak perlu khawatir karena kini sudah banyak olahan bawang putih seperti suplemen serbuk, minyak, dan ekstrak yang tetap memiliki kemampuan menyembuhkan yang sama. 

  • Madu

Mengonsumsi madu adalah hal yang tepat pada saat pilek karena mampu mengurangi gejala batuk dengan cara melapisi tenggorokan dan menyembuhkan iritasi. Bahkan madu dianggap lebhi efektif untuk melawan pilek dibanding dengan obat batuk dan pilek. Yang perlu diperhatikan adalah jangan memberikan madu pada anak dibawah usia 12 bulan karena berisiko terjangkit infant botulism.

Baca Juga : 3 Cara Mencegah Demam Berdarah

  • Teh hijau

Sudah sejak lama teh hijau digunakan sebagai obat alami penangkal sakit. Bahkan hal ini diperkuat oleh penelitian yang telah berhasil membuktikan bahwa teh hijau mengandung antioksidan yang mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Namun jangan lupa bahwa teh hijau juga mengandung kafein. Sehingga batasi untuk mengonsumsinya hanya satu cangkir dalam sehari. 

  • Buah dan sayur yang mengandung vitamin C

Mengonsumsi sayur dan buah-buahan yang mengandung vitamin C secara rutin dapat mencegah dan menyembuhkan gejala pilek. Berdasarkan hasil sebuah studi, didapati bahwa mengonsumsi buah dan sayur bervitamin C sebanyak tiga cangkir atau lebih setiap hari dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. 

  • Daging tanpa lemak

Daging tanpa lemak, baik untuk dikonsumsi karena memiliki kandungan zat besi yang penting bagi peningkatan sistem kekebalan tubuh. Bukan hanya itu, daging tanpa lemak juga memiliki kandungan zinc dan mineral lain yang dapat mencgah infeksi.

Pilek juga merupakan salah satu dari gejala paling umum Covid-19. Jika Anda mengalami pilek yang berkepanjangan disertai gejala lain maka lakukan pemeriksaan diri untuk memastikan kondisi kesehatan Anda. Beberapa pemeriksaan medis untuk pilek yang dicurigai sebagai gejala Covid-19 aadalah rapid test antibody, swab antigen atau rapid test antigen, serta pemeriksan medis PCR. 

Lakukan telekonsultasi melalui website atau aplikasi farmamedisk, yang dapat menghubungkan pasien dengan mitra atau rekanan penyedia jasa layanan kesehatan yang sudah terlisensi medis di masing-masing bidang.

Farma AI
Farma AI
Tanya Obat 24/7
Farma AI
Farma AI 24/7
Asisten Apoteker FarmaMedis
Halo! πŸ‘‹ Saya Farma AI. Ada yang bisa saya bantu terkait informasi obat, dosis, atau keluhan kesehatan Anda?