Download Farma Medis App
Home Artikel Hidup Sehat

Satu Hari Mandi Berapa Kali, Idealnya ?

Baca informasi kesehatan dengan tampilan yang lebih nyaman, terstruktur, dan mudah dipahami. Untuk kondisi medis pribadi, tetap konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Satu Hari Mandi Berapa Kali, Idealnya ? Hidup Sehat
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Bila keluhan berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Foto: Freepik

Kebanyakan orang mandi sebanyak dua kali dalam sehari, di pagi dan sore atau malam hari. Sebagian lainnya mandi hanya sekali sehari, dan bahkan ada juga yang tidak mandi. Jadi, sebetulnya dalam sehari Anda harus mandi berapa kali, idealnya?  

Penulis : Sholahudin Achmad

Mandi merupakan upaya untuk membersihkan tubuh kita dari kotoran, kuman, bakteri yang menempel di kulit. Pori-pori akan menjadi lebih bersih dan sel-sel kulit mati bisa dibersihkan pada saat Anda mandi. 

Kebersihan tubuh akan memengaruhi kesehatan Anda. Bakteri-bakteri jahat yang dapat menimbulkan masalah pada kulit dapat dibersihkan pada saat mandi. 

Selain itu, mandi juga bermanfaat untuk:

  • meningkatkan sistem imun

  • mengurangi nyeri dan pegal pada otot

  • mengurangi bengkak

  • melancarkan aliran darah

  • meningkatkan konsentrasi

  • mengurangi rasa lelah

  • melancarkan pernapasan

Karena besarnya manfaat mandi bagi kesehatan, sebagian orang kemudian merasa perlu mandi sesering mungkin setiap hari. Pertanyaannya kemudian adalah, benarkah sering mandi setiap hari akan membuat tubuh lebih sehat dibandingkan dengan bila hanya mandi sekali dalam sehari atau bahkan tidak rutin mandi setiap hari? Berapa kali kah idealnya mandi dalam sehari ? 

Terlampau sering mandi

Faktanya, sering-sering mandi tidak menjamin tubuh Anda jadi lebih sehat. Pasalnya, keseringan mandi justru bisa membuat beberapa jenis bakteri baik hilang dari tubuh. Mandi terlalu sering dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan mungkin saja Anda mengalami gatal-gatal, kulit kering dan bersisik, kambuhnya kondisi kulit seperti eksim dan psoriasis, atau rambut kering dan rapuh.

Mandi sekali dalam sehari, menurut para ahli, sudah cukup untuk kesehatan. Sebaliknya, mandi lebih banyak dari itu,  berpotensi mengupas kulit dari minyak esensial. Hal ini menyebabkan kekeringan, yang dapat menyebabkan peradangan kulit atau eksim. Kulit mungkin bisa terasa gatal dan pecah-pecah, mengelupas, dan menjadi merah.

Jika Anda memiliki kondisi kulit seperti psoriasis, lebih dari satu kali mandi setiap hari bahkan dapat memicu kekambuhannya. Di samping itu, terlalu banyak mandi dapat membilas bakteri "baik" dari kulit Anda, membuat Anda berisiko terkena infeksi.

Kesehatan kulit bukan satu-satunya alasan untuk kurang mandi. Mandi menggunakan banyak air, tetapi Anda mungkin tidak menyadarinya.

Jadi, sebenarnya mandi setiap hari, apalagi mandi dua kali dalam sehari seperti yang kebanyakan orang lakukan, tidak menjamin Anda lebih sehat.

Tidak mandi setiap hari 

Terdengar kontraproduktif, tetapi mandi setiap hari bisa berdampak buruk bagi kulit Anda. Beberapa dokter kulit hanya merekomendasikan mandi setiap hari, atau dua sampai tiga kali seminggu.

Banyak orang mandi setidaknya sekali sehari, baik di pagi hari atau di malam hari sebelum tidur. Tergantung pada hari dan tingkat aktivitas mereka. Anda bahkan dapat mandi dua atau tiga kali.

Kulit setiap orang berbeda, dan kulit setiap orang dapat berubah dari musim ke musim. Misalnya, kulit Anda mungkin lebih kering di musim dingin, sehingga terlalu banyak mandi dapat menyebabkan kekeringan yang ekstrem. Namun, mandi setiap hari di musim panas mungkin tidak berdampak negatif pada kulit Anda.

Karena tidak ada aturan baku tentang berapa banyak yang terlalu banyak, penting bagi Anda untuk mengenal tubuh Anda dan menentukan apa yang dapat ditoleransi oleh kulit Anda.

Saat tidak cukup mandi, apa yang terjadi pada Anda?

Terlalu sedikit dan terlalu banyak mandi adalah sama-sama dapat berdampak pada kesehatan kulit. Namun, meskipun mandi lebih sedikit dapat meningkatkan kesehatan kulit, Anda tetap harus menjaga kebersihan diri.

Kelenjar keringat menutupi sebagian besar tubuh Anda, dan menghasilkan keringat saat Anda kepanasan, stres, hormonal, atau aktif secara fisik. Keringat itu sendiri tidak berbau – sampai bercampur dengan bakteri yang biasanya ada di kulit.

  • Bau badan

Mandi yang terlewat di sana-sini mungkin tidak akan memicu bau badan, terutama jika Anda belum pernah berolahraga. Namun, bau badan tidak dapat dihindari semakin lama Anda tidak mandi, terutama di ketiak dan selangkangan.

Tentu saja, risiko bau badan bukan satu-satunya alasan untuk mandi atau berendam secara teratur. Kebersihan yang buruk atau jarang mandi dapat menyebabkan penumpukan sel kulit mati, kotoran, dan keringat di kulit Anda. Ini dapat memicu jerawat, dan mungkin memperburuk kondisi seperti psoriasis, dermatitis, dan eksim.

  • Memicu ketidakseimbangan bakteri

Mandi terlalu sedikit juga bisa memicu ketidakseimbangan bakteri baik dan jahat pada kulit Anda. Terlalu banyak bakteri jahat di kulit Anda juga membuat Anda berisiko terkena infeksi kulit. Hal ini dapat menyebabkan dermatitis diabaikan, di mana bercak plak berkembang di kulit karena pembersihan yang tidak memadai.

  • Hiperpigmentasi

Mandi juga menghilangkan sel kulit mati. Saat Anda kurang mandi, sel-sel ini dapat menempel di kulit Anda dan menyebabkan hiperpigmentasi. Melanjutkan kebersihan yang baik dapat memperbaiki kondisi ini.

Saat Anda kurang sering mandi, kemungkinan  Anda dapat mengalami:

  • peningkatan bau badan

  • jerawat

  • kambuhnya kondisi kulit seperti eksim, psoriasis, dan dermatitis

  • infeksi kulit

  • area kulit yang gelap atau berubah warna

  • dalam kasus ekstrim, dermatitis diabaikan, bercak kulit bersisik tebal

Tips cara mandi yang sehat 

Berikut adalah beberapa tips untuk mandi dengan benar dan melindungi kulit Anda.

  • Mandi hanya sekali sehari (dua hari sekali, jika memungkinkan). Pada hari-hari Anda tidak mandi, mandikan diri Anda dengan spons. Cuci muka, ketiak, dan selangkangan dengan waslap.

  • Jangan mandi dengan air panas. Gunakan air hangat sebagai gantinya.

  • Batasi mandi hingga 5 hingga 10 menit.

  • Gunakan sabun atau pembersih yang lembut, dan bilas sabun secara menyeluruh sebelum keluar dari kamar mandi.

  • Jangan menggosok kulit Anda dengan handuk. Tepuk-tepuk kulit hingga kering

Kebutuhan mandi berdasarkan  usia

Berikut ini kebutuhan mandi bagi tiap-tiap kelompok usia. 

  1. Balita

American Academy of Pediatrics menyatakan bahwa ayi tidak mesti mandi setiap hari. Bayi harus punya jadwal mandi yang rutin ketika ia sudah mulai merangkak dan mulai makan.

Sebelum masuk ke tahap itu, bayi tidak perlu mandi sehari sekali atau bahkan dua kali dalam satu hari.

  1. Anak-anak

Selama anak-anak tidak aktif bergerak, misalnya berlarian ke sana kemari hingga berkeringat atau bermain di tempat yang kotor di luar rumah, anak usia 6-11 tahun tidak harus mandi sehari sekali atau dua kali. Bahkan, mereka boleh mandi beberapa hari sekali.

Namun, saat mereka sudah mulai menginjak masa puber, kebutuhan mandi mereka mulai bervariasi dan sebaiknya pada masa ini anak-anak mulai, setidak-tidaknya, mandi sehari sekali.

  1. Remaja

Remaja cenderung aktif secara fisik, sehingga produksi keringat juga semakin banyak, terutama pada remaja laki-laki yang suka berolahraga. Oleh sebab itu, mandi setidaknya sehari sekali setelah beraktivitas tentu dibutuhkan untuk menjaga kebersihan mereka.

  1. Dewasa

Pada usia dewasa, khususnya di usia produktif, orang akan memiliki pekerjaan. Pekerjaan dan aktivitas yang Anda lakukan menjadi penentu seberapa sering Anda harus mandi. Pekerjaan-pekerjaan lapangan atau pekerjaan berat yang membuat tubuh aktif bergerak tentunya  akan menuntut Anda untuk mandi lebih sering dibandingkan jika Anda bekerja di dalam ruangan ber-AC sepanjang hari.

  1. Lansia

Lansia tidak harus mandi sehari sekali atau dua kali, karena umumnya lansia tidak banyak bergerak dan tidak mengeluarkan banyak keringat. Lansia diperkenankan mandi sekali atau dua kali dalam satu minggu dan agar menjaga tubuh mereka tetap segar setiap harinya, mereka boleh menggunakan waslap yang direndamkan terlebih dahulu ke dalam air hangat.

__________________________ 

Referensi : 

Healthline (2019), How Often Should You Shower?

8 ways to stop baths and showers from worsening your psoriasis. (n.d.).
aad.org/public/diseases/scaly-skin/psoriasis/tips-for-managing-psoriasis/8-ways-to-stop-baths-and-showers-from-worsening-psoriasis

Mayo Clinic Staff. (2018). Skin care: 5 Tips for healthy skin.
Mayo Clinic Staff. (2017). Sweating and body odor.

Parsons J. (2015). Hot showers harmful to skin during winter.
Powers J. (n.d.) Ask a dermatologist: Do long, hot showers damage the skin.
Showers. (n.d.). home-water-works.org/indoor-use/showers

Washing. (n.d.). aad.org/public/kids/skin/taking-care-of-your-skin/washing

Dresden, D. (2019). How often should you shower? Seasons, ages, and more. Higuera, V. (2019). Wondering How Often You Should Shower? We’ve Got Answers for You. 

Jana, L., & Shu, J. (2009). To Bathe or Not to Bathe. Palmer, A. (2019). Skipping Your Daily Shower May Make Your Skin Healthier. 

 

Farma AI
Farma AI
Tanya Obat 24/7
Farma AI
Farma AI 24/7
Asisten Apoteker FarmaMedis
Halo! πŸ‘‹ Saya Farma AI. Ada yang bisa saya bantu terkait informasi obat, dosis, atau keluhan kesehatan Anda?