Download Farma Medis App
Home Artikel Hidup Sehat

Seputar Healing dan Self Healing

Baca informasi kesehatan dengan tampilan yang lebih nyaman, terstruktur, dan mudah dipahami. Untuk kondisi medis pribadi, tetap konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Seputar Healing dan Self Healing Hidup Sehat
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Bila keluhan berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Foto : Freepik

Istilah healing dan self healing merujuk pada suatu upaya penyembuhan luka batin, tetapi tidak dengan menggunakan pengobatan medis sebagaimana menyembuhkan luka fisik. Penyembuhan yang dimaksud dalam self healing adalah mengeluarkan perasaan maupun emosi yang terpendam di dalam batin. 

Penulis : Sholahudin Achmad

Istilah “healing” dan “self healing” sering kita dengar atau baca di berbagai caption, komen, status di medsos. Ketika seseorang mengalami kepusingan, kebosanan,  stres akibat pekerjaan, rutinitas sehari-sehari, atau apapun itu, seringkali mereka bilang “healing dulu yuk!”

Healing dalam bahasa Inggris berarti penyembuhan. Namun, dalam penggunaannya akhir-akhir ini, kata healing yang dimaksud di sini bukanlah dalam arti penyembuhan fisik, tetapi non fisik seperti pikiran, emosi, batin. 

Maka self healing dapat diartikan sebagai penyembuhan diri. Self healing atau perbaikan pada diri adalah suatu proses penyembuhan luka batin bukan dengan obat, melainkan dengan mengeluarkan perasaan maupun emosi yang terpendam di dalam tubuh.

Luka batin yang dibiarkan mengendap dalam waktu lama dapat mengakibatkan stres kronis,  depresi, dan gangguan kecemasan yang merusak kesehatan mental. Pada sebagian orang, hal ini akan memicu seseorang untuk melukai diri sendiri, bahkan mencoba bunuh diri.

Cara mengobati luka batin dapat dilakukan dengan bantuan psikolog atau psikiater. Dalam metode perawatannya, self healing mungkin dapat menjadi salah satu tekniknya.

Perbaikan pada diri tujuannya adalah untuk mengeluarkan emosi yang terpendam, seperti marah, kecewa, penyesalan, atau memori buruk yang disimpan sejak lama dan mengganggu pikiran.

Kemampuan untuk menerapkan proses penyembuhan diri ini berbeda-beda pada setiap orang, tergantung pada kecocokan model perbaikan diri yang dilakukan.

Baca Juga: 5 Tips Mengatasi Quarter Life Crisis

Ciri-ciri orang yang memendam luka batin 

  1. Lebih sensitif 

Kondisi luka batin dapat terlihat melalui tanda-tanda, salah satunya, orang menjadi lebih sensitif dari sebelumnya. Misalnya, mudah menangis terhadap hal-hal sepele. 

Peristiwa yang menyakitkan juga bisa membuat seseorang menjadi mudah tersinggung hingga mengeluh. Kondisi lainnya, adalah lebih mudah marah jika diperlakukan orang lain dengan tidak sesuai harapannya. 

Luka batin yang dipendam akan membuat seseorang tidak bisa menyaring peristiwa yang ada dalam proses perlindungan diri terhadap rasa sakit yang berlebihan.

  1. Sering muncul perasaan negatif

Orang dengan luka batin akan lebih banyak memiliki perasaan negatif dalam dirinya, dalam kehidupan sehari-hari. Contoh misalnya menjadi lebih mudah pesimis dalam menghadapi permasalahan. Selain itu, juga mudah putus asa dan khawatir terhadap suatu hal buruk yang dikira akan menghampirinya kembali. Padahal kejadian yang mereka anggap akan terjadi tersebut hanyalah angan atau pembatasan diri untuk tidak melangkah ke hal yang lebih baik lagi.

  1. Melampiaskan dendam  pribadi

Luka batin yang terpendam dapat membuat seseorang balas dendam, atau melakukan hal yang sama yang dilakukan orang lain terhadap dirinya. Selain itu juga tercermin dari sikap ego, yang memaksakan kepentingan dirinya kepada orang lain. Pemaksaan dilakukan untuk memuaskan ego pribadi. 

Hal ini dikarenakan adanya kehampaan, lalu menggunakan perhatian orang lain untuk mengisi kehampaan atas keinginan pribadi agar terpenuhi. Secara tidak langsung kondisi tersebut bisa disebut juga dengan pelampiasan dendam pribadi terhadap orang lain dan tentunya hal tersebut juga bisa menyakiti diri mereka sendiri.

  1. Sulit memaafkan atau mempercayai orang lain

Cara melepaskan luka batin yang terpendam, salah satunya dilakukan dengan memaafkan apa yang terjadi di masa lalu. Namun, terkadang meski sudah memaafkan, masih tetap ada rasa ragu dan masih sulit untuk berdamai. Hal ini akan menimbulkan kondisi sulit bergaul dengan orang lain hingga sulit untuk mempercayai orang lain. Oleh karena itu, terkadang orang yang memendam luka batin cenderung mementingkan diri sendiri tanpa memperdulikan keberadaan orang sekitar.

  1. Cuek atau tidak peduli dengan apapun

Ciri berikutnya dari luka batin yang terpendam adalah sikap cuek atau tidak peduli dengan orang lain. Kondisi ini menunjukkan  luka batin telah menggerogoti jiwa seseorang dan belum belum dilepaskan. 

Jika Anda memiliki ciri-ciri luka batin yang terpendam di atas, segera lakukan self healing. 

Jenis-jenis self healing

Perbaikan dalam diri dapat dilakukan dengan beberapa macam bentuk tindakan berikut ini: 

  1. Forgiveness

Forgiveness  berarti adalah suatu sikap maupun tindakan untuk berdamai dengan diri sendiri dan orang lain yang mungkin telah melakukan kesalahan terhadap Anda. 

Proses memaafkan dapat dilakukan dengan cara melepaskan emosi negatif menjadi pikiran positif, sehingga menghasilkan empati,simpati, dan kebaikan.

Kemampuan memaafkan adalah sangat penting untuk membangun masa depan yang baik. Kemampuan ini akan membantu seseorang dalam menghadapi konflik dengan orang lain maupun diri sendiri.

Seseorang yang dapat memaafkan orang lain maupun diri sendiri cenderung kehidupannya akan jadi lebih sejahtera, memiliki harga diri, dan kepercayaan diri jadi lebih baik.

Cara menerapkan forgiveness dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut ini.

  • Pejamkan mata Anda, tenangkan pikiran, dan fokus untuk mengatur pernapasan agar menjadi lebih santai selama tiga menit.

  • Letakkan jari Anda pada kening.

  • Cobalah untuk berterima kasih atas kesehatan atau hal lainnya Anda miliki saat ini.

  • Ingatkan diri Anda akan kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan.

  • Kemudian, pelan-pelan mintalah maaf pada diri sendiri atas kesalahan-kesalahan tersebut.

  1. Gratitude

Self healing dapat dilakukan juga dengan menerapkan tindakan gratitude. Yaitu, mengekspresikan kebahagiaan dan rasa terimakasih terhadap segala kebaikan yang Anda terima. 

Dengan demikian, gratitude bisa membuat Anda menjadi lebih bersyukur, mengurangi ketidakpuasan, dan mengubah pikiran negatif menjadi positif.

Cara menunjukkan rasa syukur adalah, diantaranya, dengan beribadah atau menulis surat kepada orang yang memberikan pengaruh positif pada Anda, lalu memberikan surat tersebut kepada orang yang dituju.

  1. Self compassion

Self healing juga bisa dilakukan dengan menerapkan  self compassion. Yaitu menunjukkan sikap terbuka terhadap aspek-aspek pada diri sendiri dan kehidupan yang tidak Anda sukai.

Langkah ini bisa menumbuhkan sikap baik kepada diri sendiri, empati, dan pikiran positif. Anda bisa menerapkan self compassion dengan mengikuti terapi seni.

Dalam menjalankan self compassion, Anda akan belajar untuk mengekspresikan diri, membangun hubungan baru, dan mengenali kelebihan diri sendiri.

  1. Mindfulness

Mindfulness adalah suatu teknik meditasi yang melatih seseorang agar fokus dalam menghadapi situasi di sekitarnya. Latihan ini ditujukan agar orang mempunyai kesadaran penuh dalam mengambil tindakan, berperilaku, dan menghadapi segala sesuatu yang ada di sekitarnya.

Metode mindfulness dapat diaplikasikan untuk membantu seseorang memiliki konsep lebih baik tentang dirinya sendiri dan mengurangi stres. Biasanya diperlukan terapi meditasi untuk  menerapkan mindfulness.

  1. Positive self talk

Positive self talk adalah teknik bicara pada diri sendiri untuk tujuan yang positif. Metode self healing ini dilakukan dengan berdialog positif dengan diri sendiri terkait hal-hal yang berhubungan dengan diri Anda maupun dunia.

Manfaat melakukan positive self talk yakni mengubah suasana hati jadi lebih baik dan membantu seseorang mencapai tujuan dengan memberikan semangat, menambah kepercayaan diri, memperjelas tujuan, dan tidak mudah putus asa.

Kelima jenis-jenis self healing di atas dapat dilakukan secara mandiri, tanpa bantuan professional, dan juga dilakukan dengan bantuan psikolog maupun psikiater.

____________________  

Referensi : 

Windriatmoko, Agung, Aranca Pratama, Jakarta (2015), Semua orang bisa self healing : mudah menyembuhkan diri sendiri dan orang lain, mencapai kebahagiaan dan sukses dengan amazing holistic awareness. 

Mayo Clinic (2019), Mental illness. 

Psychology Today (diakses 2022). Healing the wounds that bind you. 

Psychology Today (diakses 2022), How to heal yourself and others. 

Srini Pillay, M. D, Harvard Health (2016),  Greater self-acceptance improves emotional well-being. 

Unesa University Press (diakses 2022), Self Healing Is Knowing Your Own Self. 

 
Farma AI
Farma AI
Tanya Obat 24/7
Farma AI
Farma AI 24/7
Asisten Apoteker FarmaMedis
Halo! πŸ‘‹ Saya Farma AI. Ada yang bisa saya bantu terkait informasi obat, dosis, atau keluhan kesehatan Anda?