Foto : Freepik
Masyarakat masih sering menyamakan stres dengan depresi, meski kedua kondisi kesehatan mental ini sesungguhnya berbeda. Stres mungkin pernah dialami setiap orang, namun belum tentu dengan depresi.
Penulis : Sholahudin Achmad
Bagaimana mengenali perbedaan stres dan depresi ? Stres adalah respons tubuh terhadap tuntutan fisik atau emosional. Stres emosional dapat berperan dalam menyebabkan depresi atau menjadi gejalanya. Situasi stres dapat memicu perasaan depresi, dan perasaan ini dapat membuat lebih sulit untuk mengatasi stres.
Peristiwa stres tingkat tinggi seperti kehilangan pekerjaan atau berakhirnya hubungan pernikahan dapat menyebabkan depresi. Tetapi tidak semua orang yang mengalami situasi ini dapat menjadi depresi.
Penyebab stres
Stres dapat diakibatkan oleh masalah pribadi, pekerjaan, dan lingkungan. Contohnya, kehilangan anggota keluarga, perceraian rumah tangga, dan pindah pekerjaan. Hal itu merupakan perubahan besar dalam hidup yang dapat menyebabkan stres.
Beberapa penelitian mengaitkan hubungan sistem stres yang terlalu aktif dan tingkat kortisol yang tinggi dalam tubuh dengan depresi dan kondisi kesehatan lainnya, termasuk penyakit jantung.
Saat pikiran merasa terancam, tubuh akan memproduksi lebih banyak hormon stres –seperti kortisol – untuk membantu tubuh melawan atau lari dari ancaman. Hormon ini bekerja dengan baik jika Anda benar-benar dalam bahaya, tetapi itu tidak selalu menguntungkan Anda dalam kehidupan sehari-hari.
Peristiwa yang dapat menyebabkan stres misalnya bertengkar dengan pasangan atau seseorang yang penting dalam hidup, kehilangan pekerjaan, bencana alam yang dapat merusak rumah, kecelakaan mobil, perampokan, penyerangan.
Gaya hidup Anda juga dapat berkontribusi pada tingkat stress. Misalnya kebiasaan minum alkohol berlebihan, kurang berolahraga, merokok, menggunakan obat-obatan terlarang, bekerja terlalu lama tanpa istirahat, "gila kerja", kurang nutrisi, terlalu banyak menonton televisi atau bermain video game, melihat smartphone di tempat tidur.
Jenis-jenis stres
Stres terdiri dari stres akut dan stres kronis. Perbedaannya adalah:
Stres akut: adalah stres yang dapat disebabkan oleh satu peristiwa atau oleh situasi sementara, seperti mengikuti ujian akhir, atau cedera akut seperti patah tulang.
Stres kronis: adalah stress yang berlangsung lama tanpa pernah terasa reda. Peristiwa atau penyakit dapat menyebabkan stres terus-menerus. Stres kronis biasanya merupakan akibat dari masalah pribadi, gaya hidup, atau kesehatan yang juga kronis.
Penyebab umum dari stres kronis meliputi masalah kesulitan keuangan, bekerja di pekerjaan bertekanan tinggi, masalah pribadi atau hubungan keluarga di rumah, tidak merasa memiliki cukup dukungan dari keluarga atau teman.
Tips mengelola stres
Teknik manajemen stres berguna dalam mengatasi depresi. Menghilangkan stres juga dapat membantu mencegah gejala depresi berkembang.
Berikut ini beberapa teknik manajemen stres yang bermanfaat untuk dilakukan:
-
tidur yang cukup
-
makan makanan sehat
-
berolahraga secara teratur
-
mengambil liburan sesekali atau istirahat teratur dari pekerjaan
-
menemukan hobi santai, seperti berkebun atau woodworking
-
mengkonsumsi lebih sedikit kafein atau alkohol
-
melakukan latihan pernapasan untuk menurunkan detak jantung Anda
Jika gaya hidup Anda menyebabkan stres, sebaiknya pertimbangkan untuk mengubahnya.
Beberapa cara ini dapat membantu mengurangi jenis stres:
-
Menempatkan diri Anda di bawah tekanan yang lebih sedikit saat bekerja atau sekolah, misalnya dengan menurunkan standar Anda ke tingkat yang masih dapat diterima.
-
Tidak mengambil banyak tanggung jawab di tempat kerja atau aktivitas di rumah.
-
Berbagi tanggung jawab atau mendelegasikan tugas kepada orang lain di sekitar Anda.
-
Dekatkan diri dengan teman dan anggota keluarga yang suportif dan positif.
-
Melepaskan diri dari lingkungan atau situasi yang penuh tekanan.
Kegiatan seperti yoga, meditasi, atau menghadiri layanan keagamaan juga dapat membantu Anda mengatasi stres. Kombinasi dari teknik ini teknik mungkin terbukti lebih efektif. Sebaiknya temukan apa yang cocok untuk Anda. Dan apa pun yang Anda pilih, sangat penting untuk memiliki teman dekat dan anggota keluarga yang bersedia mendukung Anda.
Depresi
Depresi adalah gangguan suasana hati yang menyebabkan perasaan sedih dan kehilangan minat terus-menerus. Kondisi ini juga disebut gangguan depresi mayor atau depresi klinis.
Depresi dapat mempengaruhi perasaan, pikiran, perilaku dan dapat menyebabkan berbagai masalah emosional dan fisik. Anda mungkin mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas rutin sehari-hari, dan terkadang mungkin merasa seolah-olah hidup sudah tidak patut dijalani lagi.
Depresi melebihi dari sekadar rasa sedih, dan bukanlah sekedar suatu kelemahan. Anda tidak bisa sendirian mengatasi depresi, namun mungkin perlu bantuan psikolog dan pengobatan jangka panjang. Kebanyakan orang yang mengalami depresi dapat merasa lebih baik dengan pengobatan, psikoterapi, atau keduanya.
Gejala depresi
Gejala atau tanda-tanda depresi jauh lebih rumit daripada gejala stres. Kemunculannya pun bisa bertahap sehingga sulit untuk benar-benar menyadari kapan depresi pertama kali menyerang.
Berikut adalah berbagai gejala depresi yang biasanya terjadi.
-
Menarik diri dari lingkungan sosial dan keluarga
-
Merasa sedih seolah-olah tidak ada harapan lagi
-
Hilang semangat, motivasi, energi, dan stamina
-
Sulit mengambil keputusan
-
Makan lebih sedikit atau lebih banyak dari biasanya
-
Tidur lebih sebentar atau lama dari biasanya
-
Sulit berkonsentrasi
-
Sulit mengingat-ingat
-
Merasa bersalah, gagal, dan sendirian
-
Berpikiran negatif secara terus-menerus
-
Mudah kecewa, marah, dan tersinggung
-
Sulit menjalani kegiatan sehari-hari
-
Hilang minat pada hal-hal yang biasanya dinikmati
-
Adanya pikiran untuk bunuh diri
Cara menangani depresi
Jika Anda mengalami depresi, segeralah ambil tindakan. Depresi merupakan penyakit yang bisa disembuhkan kalau penanganannya tepat. Namun, depresi tidak bisa disembuhkan oleh Anda seorang diri. Anda membutuhkan bantuan orang lain.
Cobalah untuk menjalani sesi konseling bersama psikolog atau psikiater. Anda juga mungkin akan dirujuk untuk menjalani berbagai terapi seperti Terapi Kognitif Perilaku dan psikoterapi.
Terapi bicara sendiri atau dikombinasikan dengan terapi kognitif perilaku atau pengobatan adalah solusi yang terbukti baik untuk depresi dan stres kronis. Obat-obatan untuk depresi meliputi:
-
inhibitor reuptake serotonin selektif (SSRI), seperti citalopram (Celexa)
-
inhibitor monoamine oksidase (MAOIs), seperti isocarboxazid (Marplan)
Untuk membantu Anda mengatasi kegelisahan atau tenggelam dalam kesedihan yang berlarut-larut, pengobatan dengan antidepresan dan obat penenang bisa menjadi solusinya.
Obat tidur juga mungkin ditawarkan bagi Anda yang mengalami insomnia atau sulit tidur. Ingatlah bahwa terserang depresi bukan kesalahan Anda, tapi Anda bisa melawannya. Ceritakanlah situasi Anda dengan jujur pada orang-orang terdekat, agar mereka bisa mendukung dan membantu Anda sembuh lebih cepat.
Depresi dapat membuat Anda lebih sulit untuk mengontrol atau mengatasi stresor, tetapi mencari konseling atau terapi atau minum obat dapat memungkinkan Anda untuk menghadapi stresor dengan lebih baik dan menanganinya dengan cara yang positif dan konstruktif.
Berbicara dengan konselor, terapis, atau profesional kesehatan mental lainnya juga bisa menjadi cara yang berguna untuk mengatasi stres dan depresi.
___________________
Referensi :
Healthline (2017), Depression and Stress Management
NIMH NIH (2016), 5 things you should know about stress.
Mayo Clinic (2022), Depression (major depressive disorder).
American Psychiatric (2017), Association What is depression?
Dedovic K, et al. (2015), The cortisol awakening response and major depression: examining the evidence.
Mayo Clinic Staff. (2016). Monoamine oxidase inhibitors (MAOIs).
Mayo Clinic Staff. (2016). Selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs).

