Download Farma Medis App
Home Artikel Hidup Sehat

Stroke Ringan, Gejala dan Pencegahannya

Baca informasi kesehatan dengan tampilan yang lebih nyaman, terstruktur, dan mudah dipahami. Untuk kondisi medis pribadi, tetap konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Stroke Ringan, Gejala dan Pencegahannya Hidup Sehat
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Bila keluhan berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Dari tiga jenis stroke berdasarkan penyebabnya, stroke ringan adalah jenis stroke yang paling umum dirasakan banyak orang. Stroke ringan memiliki gejala yang hampir sama dengan stroke permanan, namun dibedakan dari tingkat keparahan penyumbatan yang menghalangi aliran darah ke otak. Pada stroke ringan masih ukuran sumbatan masih tergolong kecil sehingga belum menyebabkan kerusakan permanen pada saraf otak. Sementara stroke permanen terjadi karena sumbatan yang besar hingga menyebabkan kerusakan pada saraf otak. 

Beberapa gejala stroke ringan yang perlu diwaspadai antara lain adalah :

  1. Kelumpuhan salah satu sisi tubuh seperti wajah, lengan, atau kaki

  2. Mati rasa atau kesemutan mendadak di bagian tubuh tertentu

  3. Kesulitan berbicara menjadi tidak jelas, kacau, atau cadel

  4. Pandangan mata yang kabur, bahkan terjadi kebutaan di salah satu atau kedua mata

  5. Sulit untuk memahami perkataan orang lain

  6. Kehilangan keseimbangan secara tiba-tiba atau merasa pusing

  7. Sakit kepala parah yang terjadi mendadak tanpa sebab

Baca Juga: 10 Jenis Bahan Alami Untuk Obati Stroke

Selain gejala-gejala di atas, ada pula gejala lain yang dapat dirasakan saat mengalami stroke ringan seperti tekanan darah yang meningkat secara mendadak, lelah yang terasa secara tiba-tiba, merasakan diplopia atau pandangan ganda, serta kesulitan untuk menelan.

Stroke ringan atau Transient Ischemic Attack (TIA) disebabkan karena kolesterol yang mengandung lemak (aterosklerosis) mengendap di dalam arteri yang menghantarkan oksigen dan nutrisi ke otak. Stroke ringan berlangsung singkat selama kurang dari 10 menit hingga terjadi kurang dari 4 jam. Walau hanya terjadi sebentar dan tidak menyebabkan kerusakan otak permanen, namun stroke ringan dapat menjadi gejala stroke permanen yang dapat membahayakan penderitanya.

Berdasarkan sebuah penelitian, 4 dari 10 orang yang mengalami stroke ringan berisiko menderita stroke permanen. Hal yang membahayakan adalah setengah dari kejadian stroke tersebut berlangsung hanya dalam kurun waktu 48 jam atau 2 hari setelah mengalami gejala stroke ringan. Sementara itu penelitian lainnya menunjukkan bahwa sekitar 10 persen orang yang pernah merasakan stroke ringan akan dapat mengalami stroke permanen dalam kurun waktu 1 sampai 5 tahun ke depan. 

Gejala stroke ringan dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu diantaranya adalah genetic atau Riwayat stroke dalam keluarga, usia diatas 55 tahun, kebiasaan buruk merokok, mengonsumsi makanan berlemak dan tinggi garam, kebiasaan buruk mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan, gangguan detak jantung, serta kondisi medis tertentu seperti diabetes atau kadar gula darah yang tinggi, obesitas atau kelebihan berat badan, dan hipertensi atau tekanan darah yang tinggi. 

Stroke ringan dapat dicegah dengan beberapa cara. Berikut adalah cara-cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya stroke ringan :

  1. Olahraga rutin

Kebiasaan berolahraga memiliki peranan penting untuk menjaga kesehatan tubuh serta menjaga tekanan darah untuk tetap stabil. University of Alabama di Birmingham melakukan studi jangka panjang yang melibatkan sekitar 27.000 peserta dengan menganalisa data dari pria dan wanita yang berusia 45 tahun atau lebih. Hasil studi ini menunjukkan bahwa mereka yang rajin berolahraga memiliki risiko 20 persen lebih rendah untuk mengalami stroke. Dalam waktu 5-7 tahun berikutnya, peserta yang tidak berolahraga memiliki risiko 20 persen lebih tinggi untuk mengalami stroke. 

Beberapa jenis olahraga yang dapat menurunkan risiko stroke ringan adalah berjalan kaki, jogging, berenang, bersepeda, atau melakukan latihan fisik. Olahraga sebaiknya dilakukan 2,5 jam setiap minggu atau selama 30 menit sehari, dan rutin dilakukan 5 kali dalam seminggu. Meski melakukan olahraga dengan intensitas rendah, namun akan memberikan manfaat kesehatan jangka panjang jika dilakukan setiap hari.

  1. Menurunkan hipertensi

Faktor terbesar seseorang memiliki risiko mengalami stroke ringan adalah karena tekanan darah tinggi atau hipertensi. Pada umumnya orang dewasa memiliki tekanan darah yang normal jika kadarnya berada antara 90/60 mmHg hingga 120/80 mmHg, dan dikatakan memiliki tekanan darah yang tinggi jika angkanya berada diatas 120/80 mmHg.

Hipertensi dapat dikurangi dengan cara berolahraga secara teratur, mengurangi asupan natrium seperti garam, berhenti minum alkohol, lebih banyak mengonsumsi kalium yang bisa didapatkan dari sayuran, buah, produk susu, aneka kacang-kacangan dan biji-bijian, mengelola stress, menurunkan berat badan, berhenti dari kebiasaan buruk merokok, mengurangi asupan gula, serta memperbanyak asupan kalsium dan magnesium.

Baca Juga: Waspadai Penyebab Stroke Yang Umum Terjadi

  1. Mengobati diabetes

Seseorang dengan kadar gula darah yang tinggi dalam tubuh dapat mengalami kerusakan dan sumbatan di pembuluh darah. Jika sudah sampai tahap merusak pembuluh darah otak maka risiko untuk terkena stroke akan menjadi lebih tinggi. Untuk itulah penting bagi seseorang untuk terus menjaga kadar gula dalam darah berada dalam batas yang normal. Seseorang dikatakan memiliki kadar gula yang tinggi jika hasil pemeriksaannya lebih dari 200mg/dL. 

Diabetes dapat dicegah dan diobati dengan beberapa cara seperti membatasi asupan jumlah kalori yang didapat dari karbohidrat, protein, dan lemak, lebih banyak mengonsumsi sumber lemak nabati yang mengandung asam lemak tak jenuh lebih banyak, memperbanyak asupan serat untuk menghambat penyerapan lemak, rutin melakukan olahraga, banyak minum air putih, mengontrol hormon stress dan sering melakukan pengecekan kadar gula darah secara rutin.

  1. Menghindari kelebihan berat badan

Kelebihan berat badan atau obesitas dapat meningkatkan risiko seseorang terkena stroke melalui berbagai cara. Stroke dapat dialami orang-orang yang kelebihan berat badan akibat peradangan jaringan tubuh karena lemak berlebih yang memicu adanya masalah aliran darah serta meningkatkan risiko penyumbatan darah. 

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga berat badan tetap ideal antara lain adalah mengukur indeks massa tubuh untuk menentukan banyaknya kelebihan berat badan yang harus dikurangi, membiasakan diri untuk selalu sarapan dengan gizi yang seimbang, makan dalam porsi yang sedikit, memperbanyak konsumsi serat dari buah dan sayur, rutin melakukan olahraga, banyak minum air putih, serta waktu tidur yang cukup.

  1. Berhenti merokok

Kebiasaan buruk merokok dapat meningkatkan risiko seseorang terkena stroke 2 sampai 4 kali lipat pada pria ataupun wanita. Merokok meningkatkan risiko stroke karena menyebabkan pengentalan darah dan meningkatkan risiko aterosklerosis, yakni menumpuknya plak yang dapat menyumbat pembuluh darah. Saat seseorang menghisap rokok maka karbon monoksida dan nikotin masuk ke aliran darah, hal ini menyebabkan karbon monoksida menurunkan jumlah oksigen, nikotin menjadikan jantung berdetak lebih cepat  dan meningkatkan tekanan darah. Merokok juga memicu episode fibrilasi atrium yakni kondisi jantung yang meningkatkan risiko terjadinya stroke. Begitu pula dengan perokok pasif yang terkena paparan asap rokok, memiliki risiko terkana stroke juga setelah 4-5 tahun selalu terkena paparan asapnya.

Baca Juga: Obat Alami dan Terapi Untuk Stroke Ringan

Lakukan telekonsultasi melalui Oke Klinik yang dapat menghubungkan pasien dengan mitra atau rekanan penyedia kesehatan. Oke Klinik dapat diakses dengan mendownload aplikasi atau melalui website www.farmamedisk.co

Farma AI
Farma AI
Tanya Obat 24/7
Farma AI
Farma AI 24/7
Asisten Apoteker FarmaMedis
Halo! πŸ‘‹ Saya Farma AI. Ada yang bisa saya bantu terkait informasi obat, dosis, atau keluhan kesehatan Anda?