Download Farma Medis App
Home Artikel Hidup Sehat

Susah BAB? Atasi Dengan Cara Berikut Ini

Baca informasi kesehatan dengan tampilan yang lebih nyaman, terstruktur, dan mudah dipahami. Untuk kondisi medis pribadi, tetap konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Susah BAB? Atasi Dengan Cara Berikut Ini Hidup Sehat
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Bila keluhan berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Sembelit merupakan masalah pencernaan yang menyebabkan seseorang mengalami susah Buang Air Besar (BAB). Hal ini terjadi akibat melambatnya gerakan usus atau terdapat masalah pada fungsi usus. Saat susah BAB, feses seseorang dapat menjadi lebih kerasa dan rasa perut yang kaku karena feses terlalu lama menumpuk di usus. 

Ada banyak faktor penyebab susah Buang Air Besar, salah satunya yang paling umum dan paling banyak dialami adalah karena kurang mengonsumsi makanan berserat atau tubuh kurang terhidrasi dengan baik. Meski sembelit sering dianggap sebagai masalah yang sepele namun kondisi ini dapat mengganggu keseharian dan aktivitas seseorang. Bahkan bila tidak mendapatkan penanganan yang tepat, gangguan pencernaan sembelit bisa saja menyebabkan komplikasi yang serius.

Sembelit dapat ditangani dengan pengobatan medis dan beberapa cara yang bisa dilakukan sendiri di rumah, antara lain seperti :

  1. Perbanyak konsumsi serat

Tubuh yang kekurangan serat akan lebih mudah mengalami sembelit jika dibandingkan dengan tubuh yang tercukupi kebutuhan seratnya. Untuk itulah, solusi yang paling efektif adalah dengan memperbanyak konsumsi makanan yang mengandung serat tinggi. Serat yang terkandung pada makanan dapat membantu penyerapan air secara ekstra sehingga menjadikan feses lebih lunak. Dengan demikian serat akan memudahkan kontraksi usus untuk memindahkan feses ke rektum. Namun yang perlu diperhatikan adalah tidak semua jenis serat baik untuk sistem pencernaan.

Pilihlah jenis serat yang larut karena mampu menyerap air dan membantuk gel dalam usus untuk melunakkan feses. Beberapa jenis serat yang disarankan untuk mengatasi masalah sembelit bisa didapatkan dari sumber makanan seperti gandum, kacang-kacangan, apel, jeruk, barley, alpukat, dan brokoli. Sementara itu hindari jenis serat yang tidak larut dari jenis makanan seperti kembang kol, kacang buncis, dan kentang, karena justru dapat memperparah kondisi sembelit.

Baca Juga : Waspadai Penyebab Mimisan, Mulai Dari Hal Kecil Hingga Risiko Penyakit Lain

  1. Perbaiki pola makan

Pola makan yang kurang baik seperti kurangnya asupan vitamin B12 juga dapat menjadi penyebab sembelit, sehingga solusinya adalah dengan memenuhi kebutuhan vitamin B12 dari menu makanan yang disantap. Beberapa jenis makanan yang disarankan untuk mencukupi kebutuhan vitamin B12 antara lain adalah buah kiwi, jeruk, oatmeal, lidah buaya, dan nasi sebagai menu sarapan, makan siang, dan makan malam. 

Selain kekurangan vitamin B12, susah BAB juga dapat menjadi gejala dari Irritable Bowel Syndrome (IBS) atau sindrom iritasi usus besar. Adapun cara mengatasi sembelit yang disebabkan oleh IBS adalah dengan menerapkan diet rendah FODMAP (Fermentable Oligo, Disakarida, Monosakarida, dan Poliol). Ini berarti penderita susah BAB harus melakukan diet karbohidrat dengan cara menghindari jenis karbohidrat penyebab konstipasi.

  1. Penuhi kebutuhan cairan harian

Tubuh yang kekurangan cairan atau dehidrasi adalah salah satu penyebab masalah sembelit. Oleh karena itu, perbanyak minum air putih untuk mengatasinya. Cairan diperlukan usus besar untuk mengolah sisa makanan menjadi feses. Jika tubuh kekurangan air maka usus besar akan menyerap air dari sisa makanan yang dimakan. Akibatnya, feses menjadi kering dan keras sehingga susah untuk dikeluarkan. 

Untuk mengatasi sembelit karena kekurangan cairan, cobalah untuk meminum air sebanyak minimal 8 gelas setiap harinya. Cara lainnya adalah dengan mendapatkan asupan cairan dari jus buah atau makanan berkuah lainnya. Selain itu mengonsumsi soda tawar tanpa gula juga dapat mengatasi masalah BAB karena air soda berpotensi mencukupi cairan tubuh sekaligus mampu meredakan gejala sembelit.

  1. Rutin olahraga

Kebiasaan berolahraga tidak hanya bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan stamina tubuh namun juga dapat membantu melancarkan buang air besar. Hal ini dikarenakan olahraga dapat membantu tubuh menyerap makanan dengan lebih baik dan membuat usus tetap aktif bergerak. Semakin usus aktif bergerak maka pergerakan makanan dalam usus juga akan cepat. jika makanan lebih cepat melewati usus besar maka akan lebih sedikit air yang diserap tubuh dari feses. Kondisi tersebut akan menyebabkan tekstur feses menjadi lebih lunak sehingga mudah dikeluarkan. 

Hal tersebut telah berhasil dibuktikan melalui penelitian dari jurnal Diabetes, Metabolic Syndrome, and Obesity : Targets and Therapy. Dalam penelitiannya diungkapkan bahwa rutin berolahraga akan mengurangi masalah konstipasi, khususnya pada wanita yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Untuk menjalani kebiasaan ini, mulailah dari jenis olahraga yang ringan seperti berjalan kaki rutin selama 20 sampai 30 sehari, minimal 3 kali dalam seminggu.

Baca Juga : Inilah Empat Bakteri Penyebab Diare

  1. Mengelola stress

Tanpa disadari, stress juga dapat menjadi salah satu faktor penyebab sembelit karena tubuh yang mengalami stress dapat memicu pergerakan usus yang melambat hingga menyebabkan sembelit. Untuk itu penting mengelola stress dengan cara melakukan berbagai hal yang dapat meningkatkan kebahagiaan seperti membaca buku, menonton film, mengonsumsi makanan sehat, dan menjalani hobi lainnya yang postif.

  1. Tidak menahan BAB

Sembelit juga dapat disebabkan oleh kebiasaan menahan buang air besar. Sedangkan feses yang seharusnya dikeluarkan malah tertahan di usus. Semakin lama tertahan maka usus akan menyerap cairan pada feses lebih banyak dan akan membuatnya menjadi lebih kering. Jadi, jangan biasakan menunda atau menahan BAB karena hal ini dapat menyebabkan masalah pada sistem pencernaan.

  1. Konsumsi obat pencahar

Jika sembelit belum juga teratasi oleh cara-cara alami, maka cara lain yang dpat dilakukan adalah dengan mengonsumsi obat pencahar yang banyak tersedia di apotek. Hal ini merupakan langkah tepat dan efektif untuk mengatasi masalah susah BAB. Namun yang perlu diperhatikan bahwa setiap jenis obat pencahar memiliki fungsi yang berbeda-beda seperti :

Baca Juga : Pilek? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

  • Suplemen serat untuk melunakkan feses

  • Pencahar lubrikan untuk melumasi feses

  • Pencahar osmotic untuk menjaga kadar air dalam usus

  • Obat pencahar stimulant untuk memicu otot usus agar feses keluar

  • Obat pelunak tinja yang biasa digunakan setelah operasi atau melahirkan

  1. Konsumsi vitamin

Mengonsumsi jenis vitamin tertentu dapat mengatasi masalah sistem pencernaan seperti sembelit. Beberapa jenis vitamin yang disarankan untuk menyelesaikan susah BAB antara lain adalah vitamin C dan vitamin B9 (asam folat). Vitamin C dapat mengobati masalah konstipasi karena saat tubuh tercukupi oleh vitamin C maka sisa vitamin yang tidak terserap akan memberikan efek osmotic pada saluran pencernaan. Sementara itu vitamin B9 atau asam folat bekerja dengan menstimulasi pembentukan asam pada saluran pencernaan.

  1. Knsumsi makanan prebiotik dan probiotik 

Makanan probiotik adalah makanan dengan penambahan bakteri yang mirip dengan bakteri baik di usus. Sementadi prebiotic adalah zat baik untuk bakteri dalam usus. Bakteri probiotik akan mempercepat waktu yang dibutuhkan makanan untuk berjalan dari mulut ke saluran pencernaan hingga keluar menjadi feses. 

Lakukan pemeriksaan medis jika masalah sembelit terus berlanjut meski sudah mencoba menerapkan cara-cara di atas. Anda dapat melakukan telekonsultasi melalui website atau aplikasi farmamedisk, yang akan menghubungkan pasien dengan mitra atau rekanan penyedia jasa layanan kesehatan.

Farma AI
Farma AI
Tanya Obat 24/7
Farma AI
Farma AI 24/7
Asisten Apoteker FarmaMedis
Halo! πŸ‘‹ Saya Farma AI. Ada yang bisa saya bantu terkait informasi obat, dosis, atau keluhan kesehatan Anda?