Foto : Freepik
Perawatan kesehatan merupakan salah satu industri terpenting, yang dapat membantu menyembuhkan berbagai jenis penyakit, bahkan penyakit langka. Pesatnya perkembangan teknologi di bidang medis, memungkinkan pemahaman yang lebih dalam tentang kemanusiaan.
Teknologi memainkan peran penting dengan memberikan lebih banyak wawasan ke dalam tubuh manusia. Namun, kemajuan tidak dapat terjadi tanpa mempertimbangkan hal-hal lain yang menghentikan jalan menuju masa depan yang lebih baik dan lebih sehat. Misalnya, antara lain adalah meningkatnya biaya perawatan kesehatan, meningkatnya ketidakadilan, dan perubahan iklim.
Kemunculan teknologi dalam aplikasi medis menciptakan peluang baru bagi para pasien dan tenaga medis untuk hidup di lingkungan yang lebih berkelanjutan dan memerangi penyakit yang sebelumnya tidak dapat disembuhkan. Teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), machine learning, virtual care, Internet of medical things, dan 5G hanyalah beberapa contoh yang meningkatkan fasilitas medis.
Berikut adalah beberapa contoh penggunaan teknologi yang dapat mengubah cara hidup sehat.
Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligent (AI)
Kecerdasan buatan berkembang di banyak industri seperti perawatan kesehatan. Dengan beberapa aplikasi tersedia layanan misalnya seperti memeriksa informasi pasien dan data lainnya, serta kemampuan untuk mengembangkan pengobatan baru dan meningkatkan efektivitas prosedur diagnostik. Maka dari itu, AI menjadi salah satu teknologi perawatan kesehatan yang paling penting.
Perkembangan mesin AI menjadi salah satu bentuk kemajuan yang berdampak besar pada sektor kesehatan. Baru-baru ini, teknologi AI sudah sangat membantu, misalnya, menganalisis CT scan untuk mengobati efek virus corona.
Selain itu, ada beberapa kegunaan lain dari kecerdasan buatan yang melampaui pengobatan pandemi. Salah satu contohnya AI meningkatkan diagnosis kanker.
Sejak dahulu, cara utama untuk mendiagnosis penyakit kanker adalah biopsi, tetapi tidak memberikan gambaran lengkap tentang jaringan organ. Sekarang pemindaian digital dari wilayah tertentu yang mungkin dipengaruhi oleh mutasi sel adalah komponen kunci dari teknik histopatologi kontemporer. Ahli patologi dapat melihat bagian tubuh manusia yang jauh lebih besar sekaligus menggunakan seluruh gambar slide atau WSI (whole-slide imaging).
Contoh lainnya adalah Microsoft yang menciptakan teknologi AI radiasi bernama Project InnerEye. Proyek ini menunjukkan bagaimana AI dapat meningkatkan kapasitas dokter untuk mengatur radioterapi 13 kali lebih cepat.
Mengintegrasikan Data dan Analisis Prediktif
Integrasi data dan analisis prediktif yang terhubung dengan AI dan teknologi lainnya membantu menggali wawasan yang relevan tentang kondisi pasien. Perangkat AI sangat bermanfaat dalam dunia medis. Misalnya seperti robot dapat me data terintegrasi dan analisis prediktif, staf medis dapat memiliki wawasan tentang rekam medis pasien, menghasilkan diagnosis yang lebih akurat, dan memutuskan perawatan apa yang paling cocok untuk pasien
Kehadiran robot berguna untuk mengumpulkan data dan memprediksi apa yang dibutuhkan pasien bahkan terkadang sebelum prediksi dokter. Namun, hal itu menimbulkan kekhawatiran tentang kehadiran robot, misalnya jika mereka benar-benar dapat menggantikan manusia dalam pekerjaannya. Pandangan seperti itu sudah umum dalam film fiksi ilmiah; misalnya robot 'Baymax', yang dikenal dari Big Hero 6, dapat mengukur intensitas rasa sakit pasien, menginformasikan dan bertindak ketika pasien dalam bahaya dan menunjukkan obat apa yang diperlukan.
Walaupun demikian, kenyataannya tidak persis sama dengan film. AI mungkin tidak menggantikan dokter tetapi membantu mereka menerima diagnosis yang disarankan, obat-obatan, dan rencana perawatan berdasarkan catatan medis spesifik pasien, riwayat, dan gejala saat ini. Staf layanan kesehatan akan dapat menggunakan hasil analisis data layanan kesehatan yang menyeluruh dan ini dapat membantu untuk meningkatkan hasil pasien, menurunkan biaya, dan meningkatkan kepuasan kerja staf.
Teknologi dalam Kesehatan Mental
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, dapat sepuluh tahun terakhir masalah kesehatan mental meningkat di seluruh dunia yaitu dengan terjadinya peningkatan 13% penyakit kesehatan mental dan gangguan penggunaan zat, terutama karena pergeseran demografis (2017). Belakangan ini, 1 dari 5 orang hidup dengan disabilitas karena masalah kesehatan mental. Dampak yang terjadi baru-baru ini terutama disebabkan oleh penggunaan media sosial dan pandemi COVID-19.
Selama beberapa tahun terakhir, sejumlah teknologi baru telah dikembangkan untuk dapat membantu memenuhi kebutuhan kesehatan mental pasien yang berkelanjutan. Karena maraknya sistem online di tengah masyarakat, banyak psikolog dan psikoterapi yang memberikan bantuan mereka melalui komunikator video. Banyak pula kehadiran terapi digital (DTx) , dan aplikasi tertentu yang mampu melengkapi kebutuhan pasien dan menawarkan diagnosis awal. Oleh karena itu, tenaga medis berusaha mencari solusi untuk membantu sebanyak mungkin orang.
AI dalam kesehatan mental tidak hanya umum di aplikasi, tetapi juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi penyakit dengan gejala termasuk berbagai gejala mental yang disebabkan oleh perubahan kimiawi di otak kita, contohnya penyakit demensia. Ada beberapa jenis penyakit demensia yang ada. Penyakit Alzheimer merupakan salah satu jenis yang paling umum yang gejalanya ditandai dengan adanya masalah penalaran, ingatan, dan komunikasi. Salah satu strategi terbaik untuk mengobati demensia adalah identifikasi dini.
Pemantauan Pasien Jarak Jauh & Perawatan Virtual
Internet of Thing (IoT) mengacu pada keseluruhan jaringan perangkat yang saling terhubung serta teknologi yang memungkinkan komunikasi antar perangkat dan antar pengguna. Internet of Medical Things yang dalam industri medis mencakup teknologi medis yang canggih seperti sensor yang dapat digunakan, perangkat berkemampuan 5G, dan pemantauan pasien jarak jauh.
Salah satu perkembangan IoT adalah pil pintar yang memberikan informasi kepada petugas medis dan dokter dari dalam tubuh pasien yang sering disebut juga sebagai Internet of Bodies. Menurut Gartner, pil pintar adalah sensor yang dapat ditelan yang dapat merekam berbagai pengukuran fisiologis. Pil ini juga dapat digunakan untuk mengukur efek obat dan memverifikasi bahwa pasien telah meminumnya sesuai petunjuk. Pil pintar pertama yang disetujui FDA dirilis pada tahun 2017.
Fitur lain dari perawatan virtual termasuk keamanan, layanan lokasi, telekonferensi, manajemen janji temu, perpesanan aman, evaluasi penyedia layanan kesehatan, riwayat kunjungan, dan konektivitas yang juga dapat digunakan. Selain itu, fasilitas dan klinik perawatan primer kini dapat berfungsi sebagai rumah sakit jarak jauh, misalnya melakukan pemeriksaan USG dasar pada ibu hamil dan berbagi data jarak jauh untuk kerja sama virtual.
Teknologi Perawatan Organ & Bioprinting
Pencetakan 3D dalam industri perawatan kesehatan memproduksi hal-hal seperti prostesis eksternal, implan kranial atau ortopedi, dan stent jalan napas yang dipersonalisasi. Tetapi, ini juga menunjukkan nilai dalam perencanaan pembedahan dan telah diterapkan pada prosedur jantung terbuka yang menantang, bahkan seluruh transplantasi wajah dilakukan melalui aplikasi.
Wexner Medical Center di Ohio State University sedang mengerjakan sebuah sistem yang mereka yakini akan memungkinkan sel hidup, tulang, dan akhirnya bahkan organ dicetak di dalam tubuh pasien dengan peralatan bedah robotik. Sesuatu yang bisa menyelamatkan nyawa orang yang melawan kanker. Dengan cara ini, kami telah mencapai sesuatu yang mengacu pada bioprinting, organ yang dicetak secara 3D. Meskipun kedengarannya tidak nyata, ide tersebut telah memasuki uji klinis. Organ yang diuji dalam pengaturan klinis untuk bioprinting 3D meliputi telinga, kornea, tulang, dan kulit.
____________________________
Referensi :
Aabo, G. Being Patient-Centric in a Digitizing World; McKinsey and Company: New York, NY, USA, 2016. [Google Scholar]
Lee, S.; Lee, D. Healthcare wearable devices: An analysis of key factors for continuous use intention. Serv. Bus. 2020, 14, 503–531. [Google Scholar] [CrossRef]
Lee, D. Strategies for Technology-driven Service Encounters for Patient Experience Satisfaction in Hospitals. Technol. Forecast. Soc. Chang. 2018, 137, 118–127. [Google Scholar] [CrossRef]
Lee, D. Effects of Key Value Co-creation Elements in the Healthcare System: Focusing on Technology Applications. Serv. Bus. 2019, 13, 389–417. [Google Scholar] [CrossRef]
Lee, S.; Lim, S. Living Innovation: From Value Creation to the Greater Good; Emerald Publishing Limited: Bingley, UK, 2018. [Google Scholar]
Aruba. IoT Heading for Mass Adoption by 2019 Driven by Better-than-Expected Business Results. 2017. Available online: https://news.arubanetworks.com/press-release/arubanetworks/iot-heading-mass-adoption-2019-driven-better-expected-business-results
Yoon, S.; Lee, D. Artificial Intelligence and Robots in Healthcare: What are the Success Factors for Technology-based Service Encounters? Int. J. Healthc. Manag. 2019, 12, 218–225. [Google Scholar] [CrossRef]
Ramesh, A.; Kambhampati, C.; Monson, J.; Drew, P. Artificial Intelligence in Medicine. Ann. R. Coll. Surg. Engl. 2004, 86, 334–338. [Google Scholar] [CrossRef][Green Version]
Safavi, K.; Kalis, B. How AI can Change the Future of Health Care. Harv. Bus. Rev. 2019. Available online: https://hbr.org/webinar/2019/02/how-ai-can-change-the-future-of-health-care.
RSNA Newsroom. 2018. Available Online: https://press.rsna.org/timssnet/media/rsna/newsroom2018.cfm

