Maag atau dalam istilah medis dikenal dengan sebutan dispepsia adalah rasa nyeri dan tidak nyaman pada lambung yang disebabkan oleh beberapa kondisi. Jadi, maag bukanlah sebuah penyakit melainkan gejala dari penyakit lainnya. Maag merupakan kondisi pada sistem pencernaan yang dapat dikatakan mudah untuk disembuhkan, namun dapat menjadi parah dan mengganggu penderitanya untuk melakukan aktivitas normal jika tidak mendapat penanganan sedari dini dengan baik.
Maag bisa dialami oleh siapa saja dan dapat muncul secara tiba-tiba sehingga menimbulkan beberapa keluhan pada penderitanya, khususnya pada sistem pencernaan. Selain rasa sakit pada bagian perut, berikut adalah berbagai gejala umum maag yang perlu diketahui:
-
Sakit perut
Jika terjadi sesuatu yang tidak beres pada ssistem pencernaan maka pada umumnya akan menimbulkan rasa perih atau sakit pada bagian perut. Sakit perut sebagai gejala maag dapat diakibatkan oleh beragam penyakit tertentu, antara lain adalah peradangan lambung atau gastritis, tukak lambung, IBS atau sindrom iritasi usus, dan infeksi.
Sakit perut akibat maag memiliki tingkat yang berbeda-beda pada setiap orang, bahkan setiap waktu. Sakit perut yang hebat akibat maag bahkan sampai membuat penderitanya tidak dapat melakukan aktifitas. Namun gejala ini akan mereda beberapa waktu kemudian, menjadi lebih ringan.
Baca Juga: Penyebab Penyakit Maag ; Medis Hingga Kebiasaan Buruk
-
Heartburn atau nyeri dan rasa terbakar pada ulu hati
Gejala maag yang disebabkan oleh tingginya jumlah asam lambung disebut dengan heartburn, yakni kondisi sensasi panas pada ulu hati, dada, atau kerongkongan. Jumlah asam lambung yang berlebihan dapat mengalir ke atas, dan terus mengalir hingga ke ulu hati, dada, lalu tenggorokan. Biasanya gejala sakit maag seperti ini terjadi pada orang yang memiliki GERD atau penyakit asam lambung. Gejala heartburn yang dialami tiap orang akan berbeda-beda mulai dari tingkat keparahan yang terasa ringan, biasa saja, atau sangat parah. Rasa nyeri pada dada ini dapat terjadi kapan saja dan umumnya semakin memburuk pada malam hari.
-
Perut kembung
Sebagian besar penderita maag sering merasakan gejala perut kembung atau begah saat gangguan pencernaan menyerang. Hal ini dikarenakan adanya penumpukan gas akibat akibat kenaikan cairan asam berlebih di dalam lambung. Penderita maag pada umumnya mengeluhkan rasa perut kembung seperti kekenyangan setelah terlalu banyak makan atau minum. Perut kembung kebanyakan dialami oleh orang yang memiliki tukak lambung atau gangguan pencernaan lain yang mengarah pada penyebab maag.
-
Mual dan muntah
Mual dan muntah adalah gejala maag yang dapat disebabkan oleh berbagai hal gangguan pencernaan, seperti gastritis atau peradangan lambung, tukak lambung, atau infeksi perut. Selain karena ketiga penyakit tersebut, maag juga dapat disebabkan oleh kebiasaan makan dalam jumlah berlebihan atau terlalu cepat. hal ini akan bertambah buruk dengan adanya asam lambung yang naik ke kerongkongan sehingga menyebabkan sakit perut dan nyeri pada dada.
Hal tersebut kemudian akan semakin memicu timbulnya rasa mual yang sering disertai dengan keinginan mual dan muntah. Meski mual dan muntah bukan gejala berbahaya, namun perlu diwaspadai jika terjadi terus menerus karena dapat menjadikan kekurangan cairan dan zat gizi.
-
Mulut terasa pahit atau asam
Selain masalah pada perut, gejala maag juga akan memunculkan rasa pahit atau asam pada mulut penderitanya, yang diakibatkan oleh asam lambung, makanan, dan minuman yang baru dikonsumsi justru bergerak naik menuju kerongkongan. Padahal seharusnya makanan, minuman, dan asam lambung tetap berada dalam sistem pencernaan. Saat isi lambung naik ke kerongkongan, maka asam lambung, makanan dan minuman yang telah cukup lumat akan masuk ke bagian belakang tenggorokan.
Hal itulah yang kemudian menjadikan mulut terasa asam atau pahit dan terasa aneh tidak seperti biasanya. Rasa aneh pada mulut ini akan dirasakan penderita maag pada bagian belakang lidah. Refluks asam lambung atau GERD adalah salah satu penyebab maag yang menjadikan mulut terasa pahit atau asam.
Baca Juga: Hindari 3 Penyebab Maag Yang Sering Dialami Ini!
-
Sering bersendawa
Telah dijelaskan sebelumnya bahwa peningkatan produksi cairan asam dapat memicu aliran balik asam menuju kerongkongan, terlebih lagi saat refluks asam lambung disertai dengan penumpukan gas. Reaksi inilah yang kemudian membuat orang bersendawa saat sedang merasakan gejala maag.
Sendawa merupakan cara alami tubuh untuk mengeluarkan udara serta gas hasil dari cairan asam yang menumpuk di lambung. Sendawa bermanfaat untuk melegakan perut dari rasa kembung yang cukup menyiksa. Namun, sendawa dalam kondisi tubuh yang sehat berbeda dengan sendawa pada gejala maag. Jika pada umumnya sendawa hanya terjadi sesekali setelah makan, namun tidak demikian bagi orang yang mengalami maag.
Sendawa yang merupakan gejala maag biasanya terjadi berulang kali secara otomatis, baik setelah atau sebelum makan. Sendawa yang terjadi berulang-ulang saat perut dalam kondisi perut kembung akan semakin mengalirkan lebih banyak udara ke perut sehingga menaikan risiko akan lebih banyak gas yang menumpuk di dalam perut. Sendawa pada kondisi maag juga tidak memberikan rasa lega namun justru menjadi pertanda adanya masalah dengan sistem pencernaan, terutama tukak lambung.
-
Mudah merasa kenyang
Saat gejala maag berlangsung, perut akan terasa sakit karena dipenuhi oleh produksi asam lambung dan gas yang berlebihan. Hal ini kemudian menyebabkan orang yang mengalaminya merasa seperti kenyang seperti habis makan dan minum. Padahal bisa jadi malah orang tersebut belum makan atau minum sama sekali, hal inilah yang menjadi penyebab orang dengan maag sering malas makan karena sering merasa kenyang tanpa alasan yang jelas. Begitu pula dengan porsi makan, biasanya orang dengan maag akan lebih cepat merasa lebih kenyang walau makan hanya dalam porsi yang sedikit dibanding biasanya.
-
Perut kencang dan keras usai makan
Merasa kenyang setelah makan dalam porsi yang lumayan banyak adalah hal yang wajar. Namun orang yang mengalami gejala maag akan merasakan perut dalam keadaan kenyang bahkan terasa penuh hingga begah, meski makanan yang dikonsumsi hanya dalam porsi yang sedikit. Hal ini disebabkan oleh gas yang menumpuk dalam lambung membuat perut cepat penuh sehingga lebih cepat merasa megah. Meski tidak berbahaya, namun kondisi ini seringkali mengganggu orang yang mengalaminya.
Itulah berbagai gejala maag yang umum dirasakan. Gejala maag ringan akan sembuh dengan sendirinya hanya dengan menghindari berbagai pemicu agar gejala tidak kambuh kembali. Beberapa hal yang menjadi pantangan untuk orang dengan maag antara lain adalah makanan pedas, minuman yang mengandung alkohol, serta berhenti dari kebiasaan buruk.
Baca Juga: Pantangan dan Pilihan Makanan Untuk Sakit Maag
Namun maag perlu dapat penanganan medis jika gejala yang dirasakan sudah sangat mengganggu bahkan membuat sulit untuk beraktifitas. Lakukan telekonsultasi melalui website atau aplikasi android farmamedisk, yang dapat menghubungkan pasien dengan dokter atau layanan jasa kesehatan lainnya yang sudah terlisensi medis di masing-masing bidang

