Download Farma Medis App
Home Artikel Hidup Sehat

Tiga Langkah Untuk Mengantisipasi Penyakit Demam Berdarah

Baca informasi kesehatan dengan tampilan yang lebih nyaman, terstruktur, dan mudah dipahami. Untuk kondisi medis pribadi, tetap konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Tiga Langkah Untuk Mengantisipasi Penyakit Demam Berdarah Hidup Sehat
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Bila keluhan berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Penyakit demam berdarah disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Penyebaran virus ini dapat dicegah dengan tiga langkah, atau “3M”.  Tiga langkah untuk mengantisipasi penyakit demam berdarah adalah sebagai berikut. 

1. Menguras 

Menguras bak mandi dan tempat-tempat penampungan air merupakan salah satu dari  tiga langkah untuk mengantisipasi penyakit demam berdarah. Kuraslah sampai kering setiap tempat penampungan air yang ada di rumah. Selain bak mandi, juga ember air, penampungan air minum, penampungan air pada kulkas pendingin, dan sebagainya. 

2. Menutup

Selanjutnya, langkah selanjutnya dari tiga langkah untuk mengantisipasi penyakit demam berdarah adalah menutup rapat tempat penampungan yang tersebut di atas. Tutup rapat juga toren air, kendi, drum, dan wadah penampung air lainnya. Jangan dibiarkan terbuka, karena nyamuk   Aedes aegypti dan Aedes albopictus akan masuk dan berkembang biak di dalam wadah air yang terbuka. 

3. Mengubur 

Langkah terakhir dari tiga langkah untuk mengantisipasi penyakit demam berdarah adalah mengubur barang-barang bekas ke dalam tanah. Barang-barang bekas yang dibiarkan begitu saja dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab demam berdarah dengue. Oleh karena itu, lakukan langkah mengubur setiap barang bekas yang disukai oleh nyamuk itu. 

Baca Juga: 3 Cara Mencegah Demam Berdarah

Langkah khusus mencegah DBD 

Apakah dengan langkah 3M sudah cukup dalam mengantisipasi penyakit demam berdarah ? Jawabannya tergantung dari situasi dan kondisi di lapangan. Bila daerah anda merupakan area endemik DBD, maka bisa ditambahkan langkah khusus selain tiga langkah untuk mengantisipasi penyakit demam berdarah. Langkah khusus tersebut, diantaranya adalah sebagai berikut. 

  • Taburkan Abate 

Bubuk larvasida mungkin bisa ditaburkan di bak penampungan air. Bubuk yang di Indonesia dikenal dengan nama mereknya, Abate, itu adalah obat anti larva yang mengandung temefos. Bentuknya seperti pasir coklat muda atau keabu-abuan.  

Temephos adalah bahan kimia berupa insektisida fosfat organik nonsistemik, tidak tidak mencemari lingkungan,  dan telah dijamin aman untuk manusia dan hewan.

  • Tanaman pengusir nyamuk

Selain itu, langkah khusus yang perlu dilakukan selain tiga langkah untuk mengantisipasi penyakit demam berdarah adalah menanam tanaman pengusir nyamuk. Misalnya tanaman lavender, daun sereh, basil, catnip, thyme, peppermint, cengkeh, dan sejenisnya. 

  • Pakai kelambu dan kasa nyamuk

Memasang kelambu di ranjang tidur anda juga bisa menjadi langkah tambahan dari Tiga langkah untuk mengantisipasi penyakit demam berdarah. Semua lubang ventilasi di ruangan dan jendela yang terbuka juga sebaiknya dipasang kasa nyamuk.  

  • Mengonsumsi vitamin C

Mengonsumsi vitamin C  merupakan langkah pencegahan selain dari tiga langkah atau “program 3M: untuk mengantisipasi penyakit demam berdarah. Perkuat daya tahan tubuh agar tidak mudah terinfeksi virus dengue dengan mengonsumsi vitamin C yang terdapat dalam buah dan sayuran. Misalnya, jambu biji, jeruk, kiwi, brokoli, stroberi, tomat, dan bayam atau mengonsumsi suplemen vitamin C.

  • Gaya hidup sehat

Gaya hidup sehat dengan istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan bernutrisi tinggi, berolahraga secara rutin, sangat dianjurkan untuk memperkuat daya tahan tubuh sehingga dapat menjadi langkah tambahan dari tiga  langkah untuk mengantisipasi penyakit demam berdarah.

Baca Juga: Waspadai Gejala DBD pada Remaja

Mengenal virus dengue 

Seperti telah disebutkan di awal artikel, penyakit demam berdarah disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. 

Virus Dengue terbagi menjadi empat tipe, yaitu DEN 1, DEN 2, DEN 3, dan DEN 4. Keempat tipe virus dengue tersebut hidup di Indonesia. Pertama kalinya virus dengue ditemukan di Indonesia tahun 1968. 

Dilansir dari Kompas.com, Kepala Unit Penelitian Dengue di Eijkman Institute of Molecular Biology Dr. Tedjo Sasmono menyebutkan bahwa setiap daerah di Indonesia memiliki epidemi virus dengue yang berbeda. Contohnya pada saat endemik di tahun 2018, jenis virus dengue yang mewabah di Batam adalah DEN-2. Sementara di Ambon adalah DEN-1.  Pada 2010 di Medan, DEN-3 menjadi jenis virus yang paling masif. Tahun 2013 di Surabaya, mayoritas warganya terjangkit virus DEN-1.

Keanekaragaman virus dengue di Indoensia dilatarbelakangi oleh berbagai faktor, seperti iklim, kekebalan populasi, dan sifat virus dengue yang sangat mudah bermutasi. 

Karakteristik dari 4 tipe virus dengue 

  • DEN-1. Ciri khasnya ketika masuk ke suatu daerah yang belum pernah terjangkit sebelumnya, virusnya sangat cepat menyebar. Namun, DEN 1 tidak menyebabkan penyakit parah meski kasus yang ditimbulkan banyak. 

  • DEN 2. Termasuk paling ganas, cenderung menyebabkan keparahan penyakit, 

  • DEN 3. Mirip dengan DEN 2 keganasannyanya. 

  • DEN 4. Virus ini jarang ditemukan di Indonesia maupun di dunia, dan tidak ganas, agak silent, tidak masif. 

Virus DEN-1 dapat bermutasi dengan sangat cepat, paling mudah ditularkan, bersifat lebih kuat dari tubuh nyamuk dan manusia. Sedangkan Virus DEN-2 sangat ganas, dan kecenderungannya adalah membunuh orang. 

Vaksin anti virus dengue hingga saat ini masih sulit dibuat, dikarenakan terdapat 4 tipe virus dan tidak saling menetralisir. 

Gejala DBD

Setelah terkena gigitan nyamuk Aedes aegypti, maka virus dengue masuk ke  dalam tubuh. Sekitar 4–7 hari setelah terinfeksi virus dengue, gejala yang dirasakan oleh penderita DBD adalah demam tinggi mencapai suhu 40°Celsius atau lebih, sakit kepala, mual, muntah, nyeri otot, sendi, atau tulang, muncul ruam merah di kulit, nyeri di bagian belakang mata, dan kelelahan. 

Gejala DBD tersebut dapat berlangsung selama 10 hari, lalu sembuh dengan sendirinya. Namun jika kasusnya parah, maka DBD akan menyebabkan penurunan trombosit secara drastis. Kondisi ini bisa berbahaya dan berpotensi menimbulkan komplikasi perdarahan dan syok (dengue shock syndrome).

Pengobatan DBD 

Pada umumnya pengobatan penyakit demam berdarah dengue difokuskan untuk mengatasi hilangnya cairan yang diakibatkan dari kebocoran plasma dan pendarahan. Obat-obatan simtomatik atau mengobati gejala disarankan untuk diberikan kepada pasien. Rasa haus dan keadaan kekurangan cairan yang timbul pada pasien, disebabkan karena demam tinggi dan muntah. Garam rehidrasi bisa diberikan untuk mengganti cairan yang hilang. 

Obat penghilang rasa sakit yang biasanya diberikan kepada pasien DBD adalah tylenol atau parasetamol. Obat ini membantu menurunkan demam dan rasa sakit. 

Baca Juga: Perbedaan Gejala DBD dengan COVID 19

Menerapkan tiga langkah untuk mengantisipasi penyakit demam berdarah adalah lebih baik daripada mengobatinya. Bagaimanapun tindakan pencegahan akan lebih mudah dilakukan ketimbang pengobatan. Apalagi jika serangan virus dengue yang masuk ke tubuh penderita DBD itu memburuk. 

Namun demikian jika akhirnya anda tertular virus dengue, jangan tunggu hingga keadaan memburuk. Konsultasi dengan dokter secara online bisa Anda lakukan melalui aplikasi farmamedisk. Fitur chat dan video call yang praktis akan menghubungkan Anda dengan dokter untuk mendapatkan konsultasi kesehatan yang anda butuhkan. 

Download aplikasi ini di Play Store dan lakukan registrasi terlebih dahulu sebelum mulai berkonsultasi dengan dokter.  farmamedisk membawa klinik ke rumah and

Farma AI
Farma AI
Tanya Obat 24/7
Farma AI
Farma AI 24/7
Asisten Apoteker FarmaMedis
Halo! πŸ‘‹ Saya Farma AI. Ada yang bisa saya bantu terkait informasi obat, dosis, atau keluhan kesehatan Anda?