Sifilis merupakan salah satu infeksi menular seksual atau IMS. Penyakit kelamin ini bisa menimbulkan komplikasi apabila tidak ditangani dengan cepat. Anda perlu mewaspadai, bakteri penyebab penyakit sifilis adalah ini!
Penyakit sifilis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri. Penularannya pada umumnya terjadi melalui hubungan seks. Selain itu, penularan juga bisa terjadi melalui cairan tubuh atau darah pengidap sifilis.
Bakteri penyebab penyakit sifilis adalah treponema pallidum. Bakteri tersebut dapat berpindah dari orang ke orang melalui hubungan kelamin. Hubungan seks berganti-ganti pasangan, seperti yang dilakukan oleh para pekerja seks komersial rentan terkena sifilis dan menularkan kepada pelanggan mereka.
Ingat, bakteri penyebab penyakit sifilis adalah bakteri yang dapat masuk dan menginfeksi manusia melalui luka pada vagina, penis, anus, bibir, dan mulut. Oleh karenanya, hindari perilaku seks oral dan seks anal. Selain itu, sifilis juga bisa ditularkan dari ibu ke bayi saat proses persalinan.
5 gejala penyakit sifilis
Selain mengetahui bakteri penyebab penyakit sifilis, adalah lebih penting lagi untuk mengetahui gejala penyakit sifilis. Berikut ini lima tahapan gejala penyakit yang juga disebut dengan nama raja singa.
-
Sifilis primer
Gejala sifilis primer umumnya berupa luka dangkal di daerah penis, vagina, atau mulut yang tidak nyeri. Ulkus ini akan hilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa minggu. Luka ini berlangsung dalam waktu 10 hingga 90 hari setelah bakteri masuk ke dalam tubuh. Pemulihannya memakan waktu sekitar 3 hingga 6 minggu.
Sering kali banyak penderita sifilis tidak menyadari gejala sifilis yang awal tersebut. Namun demikian, meski ulkus durum menghilang dengan sendirinya, bakteri Treponema pallidum tetap ada di dalam tubuh dan menyebabkan kerusakan organ secara bertahap.
-
Sifilis sekunder
Sifilis sekunder terjadi beberapa minggu setelah menghilangnya luka. Cirinya akan terlihat ruam di bagian tubuh, terutama pada telapak tangan dan kaki. Gejala ini disertai dengan flu, rasa lelah, sakit kepala, nyeri pada persendian dan demam. Agar tak terjadi infeksi atau meningkat ke tahap gejala selanjutnya, segeralah lakukan pengobatan ke dokter.
Dokter sering kali mengalami kesulitan mengenali sifilis tahap sekunder atau stadium sekunder ini dikarenakan gejalanya mirip dengan penyakit lain. Misalnya gejala sifilis tersebut berupa nyeri tenggorokan disertai demam, pembesaran kelenjar getah bening, dan nyeri otot. Namun, ciri yang cukup menonjol adalah berupa benjolan seperti jengger ayam di daerah alat kelamin. Penderitanya juga bisa mengalami penurunan berat badan.
Baca Juga: Ciri-Ciri Penyakit Kista Pada Wanita yang Belum Menikah
-
Sifilis laten
Sifilis laten adalah sifilis tanpa gejala. Namun demikian dalam 12 bulan pertama infeksi kemungkinan besar masih dapat menular ke pasangan. Bakteri penyebab penyakit sifilis laten akan terus berkembang biak dan menimbulkan kerusakan organ di dalam tubuh. Sifilis laten akan meningkat menjadi gejala sifilis tersier apabila tidak diobati dengan cepat.
-
Sifilis tersier
Sifilis tersier adalah sifilis paling berbahaya. Gejalanya tergantung pada area tubuh mana yang dimasuki oleh bakteri penyebab penyakit sifilis. Sifilis tersier akan menimbulkan pengaruh atau dampak terhadap mata, jantung, otak, pembuluh darah, tulang, persendian, dan juga hati. Komplikasi berupa kebutaan, penyakit jantung dan juga stroke dapat terjadi akibat dari bakteri penyebab penyakit sifilis ini menginfeksi tubuh.
Bakteri penyebab penyakit sifilis ini adalah bakteri yang masuk atau menular lewat hubungan seksual.
-
Sifilis kongenital
Sifilis kongenital menular dari proses persalinan dari ibu kepada bayinya. Ibu hamil yang terinfeksi sifilis dapat menularkan bakteri penyebab penyakit sifilis ke janin yang sedang dikandungnya.
Namun demikian, risiko penularan dapat dikurangi dengan pengobatan pada infeksi sifilis yang dilakukan sebelum masa kehamilan mencapai 4 bulan. Jangan terlambat dalam menangani dan mengobatinya, karena akan dapat menimbulkan komplikasi kepada ibu hamil tersebut.
Komplikasi yang dapat terjadi berupa bayi lahir prematur, keguguran, bayi lahir dengan sifilis, dan kematian bayi saat persalinan.
Komplikasi akibat bakteri penyebab penyakit sifilis
Komplikasi yang dapat timbul dari bakteri penyebab penyakit sifilis adalah ketika penderita sifilis memasuki tahap gejala tersier. Komplikasi sifilis yang dapat terjadi antara lain:
-
Timbulnya benjolan kecil atau gumma pada area kulit, tulang, hati, atau organ lainnya.
-
Infeksi HIV dapat terjadi pada penderita sifilis yang sering berganti pasangan. Penderita sifilis memiliki risiko terkena HIV dua kali lipat dari orang biasa.
-
Gangguan saraf berupa impotensi, gangguan kemih, gangguan penglihatan, kehilangan pendengaran, stroke, atau meningitis.
-
Gangguan jantung atau kelainan jantung juga bisa terjadi karena komplikasi sifilis. Yaitu berupa aneurisma aorta dan kerusakan katup jantung.
-
Komplikasi kehamilan pada ibu hamil hingga berakibat keguguran dan kematian janin.
Pengobatan bakteri penyebab penyakit sifilis
Pengobatan yang cepat dan tepat dari dokter merupakan cara penanganan terhadap penyebaran bakteri penyakit sifilis. Untuk penderita sifilis primer dan sekunder, obat antibiotik yang disuntik ke dalam tubuh dapat dilakukan selama kurang lebih 14 hari.
Sedangkan pada sifilis tersier dan sifilis pada wanita hamil, diperlukan waktu pengobatan yang lebih lama dan menggunakan antibiotik yang diberikan melalui infus. Penderita sifilis diharuskan untuk mengikuti tes darah untuk memastikan agar infeksi telah sembuh dengan total setelah pengobatan antibiotik diberikan.
Baca Juga: Waspadai 6 Cara Penularan HIV AID, Terutama Bagi Ibu Hamil
Pencegahan bakteri penyebab penyakit sifilis
Pencegahan masuknya bakteri penyebab penyakit sifilis adalah dengan cara sebagai berikut:
-
Hindari minuman beralkohol dan obat-obat terlarang
Kebiasaan minum alkohol dan mengonsumsi obat-obat terlarang dapat menimbulkan rangsangan untuk melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang berganti-ganti dan tidak aman. Sebaiknya hindari dan gantikan dengan pola hidup yang sehat.
-
Setia pada satu pasangan
Melakukan hubungan seks hanya dengan pasangan Anda seorang, tanpa berganti-ganti pasangan, adalah cara paling efektif dalam mencegah penularan bakteri penyebab penyakit sifilis. Selain itu, berhubungan seksual dengan menggunakan kondom juga merupakan salah satu langkah pencegahan yang manjur.
-
Pemeriksaan sifilis saat kehamilan
Dalam masa kehamilan sebaiknya ibu hamil memeriksakan ke dokter kandungan apakah dirinya bebas terhindar dari sifilis. Biasanya pemeriksaan ini dilakukan pada trimester pertama dan trimester akhir masa kehamilan.
-
Pemeriksaan sifilis pada kelompok pekerja seks komersial
Pemeriksaan sifilis juga perlu dilakukan secara rutin kepada kelompok yang memiliki risiko tinggi tertular sifilis. Yakni pada kelompok lelaki seks lelaki (LSL) atau pekerja seks komersial. Pemeriksaan rutin untuk mengecek sifilis pada kelompok risiko tinggi tertular sifilis dapat dilakukan setiap 3 bulan sekali.
Bakteri penyebab penyakit sifilis adalah bakteri treponema pallidum yang dapat berpindah ke tubuh manusia melalui hubungan seksual maupun kontak cairan darah. Dengan demikian, pencegahan penyakit sifilis yang terbaik adalah dengan membiasakan untuk setia kepada pasangan serta menjalani pola hidup sehat.
Baca Juga: Jauhi Penyebab HIV AIDS, Salah Satunya Perilaku Homoseks
Lakukan konsultasi dengan dokter melalui fitur chat dan video call pada farmamedisk, setelah Anda unduh aplikasi ini melalui Play Store dan lakukan registrasi. Dokter praktek yang berpengalaman akan memberikan konsultasi medis kepada Anda agar terhindar dari penyakit sifilis dan lainnya.

