Download Farma Medis App
Home Artikel Hidup Sehat

Waspadai Feses Berwarna Hitam pada Bayi

Baca informasi kesehatan dengan tampilan yang lebih nyaman, terstruktur, dan mudah dipahami. Untuk kondisi medis pribadi, tetap konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Waspadai Feses Berwarna Hitam pada Bayi Hidup Sehat
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Bila keluhan berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Tekstur dan warna feses bayi adalah salah satu parameter alami kondisi kesehatan bayi. Itulah sebabnya sangat penting bagi para orangtua memperhatikan jika terdapat perubahan pada kotoran bayi. Salah satu yang sering dan banyak membuat para orangtua menjadi khawatir dan cemas adalah jika bayi mengeluarkan kotoran yang berwana hitam. 

Perubahan warna feses bayi dapat disebabkan oleh berbagai hal, antara lain adalah faktor makanan dan minuman yang dikonsumsi, empedu yang diproduksi, dan kondisi kesehatan saluran pencernaan. Kendati demikian, warna kotoran yang berubah menjadi lebih gelap belum tentu menjadi pertanda akan adanya suatu penyakit.

Salah satu faktor pemicu terbesar penyebab perubahan warna kotoran bayi menjadi hitam adalah pemberian susu formula. Pada beberapa kondisi tertentu, memang tidak semua bayi mendapat ASI Eksklusif sehingga membuat sang ibu harus memberikan tambahan atau mengganti ASI dengan susu formula. Hal tersebut cukup berpengaruh pada perubahan warna feses bayi, karena Air Susu Ibu dan susu formula memiliki kandungan yang berbeda. 

Kotoran bayi akan berwarna semakin gelap jika sang buah hati tidak cocok dengan jenis susu formula tertentu, yang mengakibatkan sang ibu harus bergonta ganti produk susu formula hingga menemukan yang cocok untuk si bayi. Untuk mengatasi hal ini, sebaiknya ibu berpatokan pada satu jenis produk susu dan tidak menggantinya dalam kurun waktu yang singkat. 

Faktor lain yang menyebabkan feses bayi berwarna hitam adalah asupan nutrisi yang diberikan ibu kepada bayi. Hal ini akan berpengaruh pada anak yang sudah mengonsumsi makanan padat, lalu diberikan makanan berwarna gelap seperti bluberry dan suplemen zat besi sebagai pemenuhan kebutuhan hariannya.

Baca Juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Feses Berwarna Hitam

Kotoran bayi yang berwarna hitam merupakan hal yang normal dan wajar terjadi. Namun hal ini perlu dikhawatirkan jika terjadi beberapa kondisi seperti berikut ini:

  • Tekstur cenderung cair atau mencret, yang menjadi pertanda bahwa adanya infeksi

  • Terdapat darah pada feses 

  • Kotoran yang berwarna hitam sangat pekat, merupakan pertanda terjadi perdarahan saluran pencernaan

  • Terdapat lapisan putih atau putih pucat pada kotoran yang dikeluarkan

  • Muncul gejala lain seperti demam, bayi merasa kesakitan, dan perut yang keras

Jika terdapat salah satu atau beberapa tanda di atas, maka segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui kondisi saluran pencernaan sang buah hati. Sebab kondisi tertentu dapat menentukan mengapa kotoran tersebut menjadi berwarna hitam, terlebih jika terdapat darah pada fesesnya. Feses berwarna hitam yang disertai darah merah merupakan tanda adanya perdarahan pada usus bagian bawah. Sementara kotoran disertai darah yang sudah menghitam maka menjadi tanda bahwa adanya perdarahan di bagian atas seperti tenggorokan atau lambung. 

Namun jika bayi tidak mengonsumsi makanan jenis tertentu penyebab kotoran menjadi hitam, maka hal ini perlu diwaspadai karena ada kemungkinan bayi mengalami beberapa penyakit serius seperti berikut ini:

  • Tukak lambung, yang disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter Pylori atau akibat mengonsumsi makanan bercita rasa pedas yang dapat menjadikan kondisi ini semakin parah.

  • Gastritis, merupakan kondisi peradangan pada lambung yang disebabkan karena adanya infeksi bakteri atau akibat mengonsumsi jenis obat tertentu dalam jangka waktu yang cukup lama.

  • Varises Eusofagus, yakni perdarahan pada pembuluh darah di kerongkongan yang melebar. Darah dapat ikut serta dalam pencernaan dan bisa menjadi gejala sirosis hati pada anak.

  • Kanker perut atau dikenal dengan kanker lambung, yang ditandai dengan gejala lain seperti pembengkakan perut, kelelahan, muntah darah berat badan menurun, diare atau sembelit.

  • Sindrom Mallory-Weiss, yakni terdapat robekan di dalam lapisan jaringan esofagus bernama mukosa, yang biasanya terjadi di tempat antara esofagus dan perut. Kondisi ini sering disertai dengan beberapa gejala seperti mual, muntah darah, dan sakit perut.

  • Angiodysplasia, yakni kelompok pembuluh darah abnormal di selaput lendir saluran pencernaan yang dapat menyebabkan pendarahan dan adanya darah pasa feses. Angiodysplasia bisa menjadi penyebab pembengkakan pembuluh darah di usus, sehingga menyebabkan kehilangan darah dari saluran cerna.

Baca Juga: Obat Alami Diare Yang Bisa Dibuat Sendiri

Sebagai upaya pencegahan kondisi kesehatan yang buruk pada bayi karena penyebab kotoran berwarna hitam, ibu dapat melakukan beberapa hal seperti berikut ini:

  • Berikan ASI Ekslusif selagi bisa, karena Air Susu Ibu merupakan sumber asupan yang sangat lengkap hingga bayi berusia 6 bulan, dan mampu meningkatkan daya tahan tubuh sang bayi

  • Jika tidak menerapkan ASI Ekslusif karena beberapa faktor maka hindari berganti-ganti produk jenis susu formula, terlebih lagi jika sudah menemukan produk susu formula yang cocok untuk sang bayi

  • Selalu menjaga dan memastikan kebersihan setiap kali memberikan susu kepada bayi sehingga terbebas dari kontaminasi kuman, mulai dari proses penyeduhan air, peralatan yang dipakai, hingga tempat penyimpanan susu yang selalu terpakai untuk jangka waktu yang lama

  • Kebutuhan cairan bayi terpenuhi yang dapat diperolah dari Air Susu Ibu, susu formula, air putih, atau jus buah

  • Membatasi asupan makanan yang cenderung mempengaruhi warna feses

  • Membuat tekstur makanan menjadi lebih halus, kemudian peningkatan tekstur dapat dilakukan secara perlahan.

Kotoran berwarna hitam juga dialami pada bayi yang baru lahir. Melansir Blank Children’s Hospital, feses bayi akan sangat berbeda selama beberapa hari setelah lahir. Bayi yang baru lahir akan memiliki feses berwarna hitam kehijauan dan tekstur yang lengket. Kotoran pada bayi yang baru lahir ini disebut mekonium, yang terdiri dari cairan ketuban, lendir, sel kulit, dan benda lain yang tertelan ke dalam rahim.  

Selain feses yang berwarna hitam pada bayi, beberapa kondisi lain yang perlu diwaspadai oleh para orangtua antara lain adalah jika feses bayi berair dan berwarna hijau, kuning, atau coklat, karena bisa menjadi pertanda adanya infeksi atau alergi pada bayi yang jika diabaikan terlalu lama tanpa pengobatan dapat menyebabkan bayi dehidrasi. 

Kondisi lainnya yang perlu dikhawatirkan adalah jika kotoran bayi mengeras dan berbentuk seperti kerikil, yang kemungkinan bayi mengalami sembelit saat mulai dikenalkan dengan makanan padat. Hal ini juga dapat menjadi pertanda kepekaan terhadap susu atau kedelai, atau kurangnya toleransi tubuh terhadap sesuatu dalam Air Susu Ibu atau pun susu formula.

Begitu pula dengan feses yang terdapat darah merah yang dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti asupan makanan yang dikonsumsi, tanda alergi protein susu, dan adanya infeksi bakteri.

Baca Juga: Mengobati Penyebab Buang Air Besar Berdarah, Pencegahan

Segera lakukan pemeriksaan medis atau telekonsultasi yang dapat dilakukan melalui website atau aplikasi android farmamedisk, yang menghubungkan pasien dengan mitra atau rekanan penyedia jasa layanan kesehatan. farmamedisk bekerja sama dengan para medis yang sudah terlisensi resmi di masing-masing bidang, sehingga tak perlu khawatir karena akan mendapat penanganan yang tepat. farmamedisk dapat diakses kapan dan dimana saja hanya dalam genggaman, karena; It’s Oke, farmamedisk Is Here.

Farma AI
Farma AI
Tanya Obat 24/7
Farma AI
Farma AI 24/7
Asisten Apoteker FarmaMedis
Halo! πŸ‘‹ Saya Farma AI. Ada yang bisa saya bantu terkait informasi obat, dosis, atau keluhan kesehatan Anda?