Download Farma Medis App
Home Artikel Hidup Sehat

Waspadai Gejala DBD pada Remaja

Baca informasi kesehatan dengan tampilan yang lebih nyaman, terstruktur, dan mudah dipahami. Untuk kondisi medis pribadi, tetap konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Waspadai Gejala DBD pada Remaja Hidup Sehat
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Bila keluhan berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Gejala demam berdarah ringan atau yang lebih parah menunjukkan beberapa perbedaan berdasarkan umur. Pada bayi misalnya, akan berbeda dengan gejala DBD pada remaja. Apa saja yang harus diperhatikan dari gejala demam berdarah supaya tidak telat ditangani? 

Peralihan ke musim penghujan merupakan waktu yang harus diwaspadai akan wabah demam berdarah. Nyamuk aedes aegypti biasanya berkembang di masa peralihan ini. Demam berdarah bisa menyerang siapa saja,  tak terkecuali remaja. 

World Health Organization (WHO)  merilis pegangan penanganan demam berdarah dalam situsnya pada Mei 2021 lalu. Virus yang menyebabkan demam berdarah disebut virus dengue (DENV). Ada empat serotipe DENV, artinya dimungkinkan untuk terinfeksi empat kali. Diperkirakan ada 100-400 juta infeksi setiap tahun.

Gejala biasanya berlangsung selama 2-7 hari, setelah masa inkubasi 4-10 hari setelah gigitan nyamuk yang terinfeksi .

WHO mengklasifikasikan demam berdarah menjadi 2 kategori utama.  Satu, demam berdarah ringan dengan atau  tanpa tanda-tanda peringatan.  Dua,  demam berdarah parah.

  1. Demam berdarah ringan

Demam berdarah harus dicurigai ketika demam tinggi (40 ° C/104 ° F) disertai dengan 2 gejala berikut selama fase demam:

  • sakit kepala parah

  • sakit di belakang mata

  • nyeri otot dan sendi

  • mual

  • muntah

  • kelenjar bengkak

  • ruam

Baca Juga: 3 Cara Mencegah Demam Berdarah

  1. Demam berdarah parah

Seorang pasien memasuki apa yang disebut fase kritis biasanya sekitar 3-7 hari setelah terkena penyakit. 

Tanda-tanda peringatan bermanifestasi saat demam turun ( di bawah 38°C/100°F) pada pasien.  Demam berdarah yang parah adalah komplikasi yang berpotensi fatal, karena kebocoran plasma, akumulasi cairan, gangguan pernapasan, perdarahan hebat, atau kerusakan organ. Tanda-tandanya meliputi:

  • sakit perut parah

  • muntah terus menerus

  • pernapasan cepat

  • gusi berdarah

  • kelelahan

  • kegelisahan

  • darah dalam muntah. 

Jika pasien menunjukkan gejala ini selama fase kritis, observasi ketat selama 24-48 jam berikutnya sangat penting sehingga perawatan medis yang tepat dapat diberikan, untuk menghindari komplikasi dan risiko kematian.

Demam berdarah yang parah adalah penyebab utama penyakit serius dan kematian di beberapa negara Asia dan Amerika Latin. 

Demam Berdarah pada Remaja

Ahli infeksi dan pediatri tropik RSCM, dr Mulya Rahma Karyanti pernah mengatakan kepada media bahwa banyak sekali remaja yang datang ke rumah sakit dalam fase kritis karena DBD. Bahkan beberapa pasien jatuh dalam kondisi syok hipovolemik. Ini adalah kondisi gawat darurat ketika tubuh kehilangan banyak darah dan cairan, sehingga jantung tidak mampu memompa cukup darah ke seluruh tubuh.

Mulya menjelaskan, para remaja kadang merasa sering muntah-muntah, sehingga tidak mau minum atau makan. Namun justru ini bikin tambah dehidrasi, lemas, tidur seharian. Apalagi jika remaja itu kos sendirian dan tidak ada yang mengingatkan.

Demam berdarah menunjukkan gejala selama satu minggu. Menurut Mulya,  yang paling diwaspadai adalah di hari ketiga sejak muncul gejala. Pada hari ketiga obat yang paling efektif hanyalah cairan. Ketika pasien kurang cairan, maka akan muncul tujuh tanda bahaya, yaitu sakit perut, lemas, perdarahan spontan, pembesaran hati, penumpukkan cairan, peningkatan hematrokrit secara bermakna, dan trombosit yang semakin menurun hingga di bawah 100.000 per ul.

Pantau Dehidrasi

Tidak ada obat untuk mengobati demam berdarah. Gejala demam berdarah bisa ringan atau berat. Gejala ringan dapat diobati di rumah.

Jika mendapati gejala demam berdarah ringan bisa dirawat di rumah dengan melakukan:

  • Beristirahat sebanyak mungkin

  • Kendalikan demam. Berikan asetaminofen (juga dikenal sebagai parasetamol) untuk mengontrol demam dan menghilangkan rasa sakit. Selalu ikuti petunjuk label produk. Jangan berikan ibuprofen, aspirin, atau obat yang mengandung aspirin.

  • Kompres kulit orang tersebut dengan air dingin untuk mengurangi demam.

  • Mencegah dehidrasi – Dehidrasi terjadi ketika seseorang kehilangan terlalu banyak cairan tubuh karena demam, muntah, atau tidak cukup minum. 

Baca Juga: Kenali Gejala dan Tanda DBD Pada Anak

Faktor penting untuk diperhatikan selama merawat anggota keluarga yang sakit demam berdarah adalah memantau tanda-tanda dehidrasi.

Berikut tanda-tanda dehidrasi:

  1. Dehidrasi ringan hingga sedang

  • Pada remaja/dewasa mulut kering dan lengket,  selalu haus.  Pada bayi akan lebih jarang buang air,  kurang dari 6 kali per hari. 

  • Fase berikutnya kencing pada remaja/dewasa akan jarang dan berwarna kuning tua. Pasa bayi mengalami mulut kering, lidah, bibir. 

  • Pada bagian kulit, remaja/ dewasa akan kering dan dingin.  Pasa bayi saat menangis tidak mengeluarkan air mata.

  • Remaja/ dewasa akan mengalami pusing. Pada bayi akan terlihat cekung di atas kepala. 

Atasi dengan banyak minum air putih atau jus, susu, atau minuman dengan tambahan elektrolit.

  1. Tanda-tanda dehidrasi parah

  • Tidak banyak kencing, kencing berwarna kuning tua pada remaja/dewasa. Pada bayi mengantuk, kurang energi, sangat rewel. 

  • Merasa pusing, mengantuk, tidak ada energi, bingung, atau mudah tersinggung pada remaja/dewasa.  Pada bayi mata cekung. 

  • Pada remaja/ dewasa detak jantung cepat, pernapasan mulai tersengal. Pada bayi tangan atau kaki yang dingin dan berubah warna. 

  • Pada remaja/dewasa mata cekung.  Pada bayi,  buang air kecil 1-2 kali per hari. 

Jika mengalami dehidrasi berat segera segera pergi ke dokter atau rumah sakit. 

Jika Bertambah Parah

Demam berdarah parah justru akan bertambah parah saat demam mulai turun. Tanda-tanda peringatan umumnya dimulai dalam 24-48 jam setelah demam hilang.

Sekitar 1 dari 20 orang yang terkena demam berdarah ringan akan mengalami  demam berdarah yang parah. Demam berdarah yang parah membutuhkan rawat inap dan dapat mengancam jiwa.

Jika anggota keluarga mengalami salah satu dari tanda-tanda peringatan berikut, segera pergi ke klinik perawatan darurat atau ruang gawat darurat:

  • Sakit perut atau perut nyeri saat ditekan

  • Muntah (minimal 3 kali dalam 24 jam)

  • Pendarahan dari hidung atau gusi

  • Muntah darah, atau darah dalam tinja

  • Merasa lelah, gelisah, atau mudah tersinggung

  • Kulit lembab dingin

  • Sulit bernafas

Membawa keluarga ke penanganan medis setempat sangat penting di saat krusial. Selain itu,  jangan lupa menangani anggota keluarga lainnya agar jangan ikut tertular. 

Waspadai Musim Penghujan 

Berdasarkan data terakhir yang dirilis Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes RI pada 28 Juni 2021, ada lima daerah dengan lonjakan kasus demam berdarah tertinggi.

  • Kota Bekasi (Jawa Barat), menduduki peringkat pertama kasus dengue, yakni 796 kasus, 

  • Kabupaten Buleleng (Bali) menempati posisi kedua 770 kasus, di posisi ketiga Kota Kupang (Nusa Tenggara Timur) sebanyak 511 kasus, 

  • Karawang (Jawa Barat) di posisi empat sebanyak 494 kasus, dan Kota Jakarta Timur (DKI Jakarta) di posisi lima sebanyak 464 kasus.

Baca Juga: Perbedaan Gejala DBD dengan COVID 19

Menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan, Didik Budijanto Budijanto, kasus demam dengue hingga pekan ke-25 tahun 2021 mencapai 19.156 kasus yang dilaporkan 405 dari total 477 kabupaten/kota di Indonesia. 160 pasien diantaranya dilaporkan meninggal dunia.

Didik mengingatkan, meski konsentrasi masyarakat saat ini mengarah pada situasi COVID-19, perlu diwaspadai potensi lonjakan demam dengue yang berisiko memuncak pada September hingga Desember 2021 dan Januari hingga Maret 2022.

Farma AI
Farma AI
Tanya Obat 24/7
Farma AI
Farma AI 24/7
Asisten Apoteker FarmaMedis
Halo! πŸ‘‹ Saya Farma AI. Ada yang bisa saya bantu terkait informasi obat, dosis, atau keluhan kesehatan Anda?