Download Farma Medis App
Home Artikel Hidup Sehat

Waspadai Penyebab Mimisan, Mulai Dari Hal Kecil Hingga Risiko Penyakit Lain

Baca informasi kesehatan dengan tampilan yang lebih nyaman, terstruktur, dan mudah dipahami. Untuk kondisi medis pribadi, tetap konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Waspadai Penyebab Mimisan, Mulai Dari Hal Kecil Hingga Risiko Penyakit Lain Hidup Sehat
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Bila keluhan berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Mimisan merupakan suatu kondisi perdarahan yang mengalir dari bagian dalam hidung. Lapisan hidung terdiri dari banyak pembuluh darah kecil yang mudah pecah, sehingga sangat mudah terjadi perdarahan hidung atau mimisan. Penyebab mimisan dapat dari berbagai hal, mulai dari yang kecil sampai dengan kondisi yang berhubungan dengan kondisi kesehatan seseorang.

Mimisan dapat dialami oleh siapa saja dari berbagai usia, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Berdasarkan asal dari mana perdarahan tersebut, mimisan dibagi menjadi dua jenis, yaitu :

  1. Mimisan anterior

Merupakan jenis mimisan yang paling umum terjadi dan banyak dialami oleh anak kecil antara usia 2 sampai 10 tahun. Biasanya berasal dari perdarahan yang di pembuluh darah bagian depan hidung dan lebih mudah untuk dikontrol dalam penanganannya. Mimisan anterior juga dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti berikut ini :

  • Mengupil terlalu dalam dengan kuku yang cukup tajam

  • Membuang ingus dengan cara yang kasar atau terlalu keras

  • Akibat hidung tersumbat yang biasanya disebabkan oleh infeksi seperti flu dan pilek

  • Penyakit sinusitis

  • Rhinitis alergi

  • Udara kering

  • Berada di dataran tinggi

  • Penggunaan dekongestan hidung yang berlebihan

  • Cedera ringan pada hidung

  • Bentuk hidung yang bengkok karena terjadi sejak lahir atau karena cedera

  1. Mimisan posterior

Baca Juga : 7 Cara Mengatasi Hidung Tersumbat, Jangan Sepelekan!

Mimisan yang lebih sering terjadi pada orang lanjut usia dan membutuhkan penanganan khusus. Mimisan posterior terjadi karena perdarahan di pembuluh darah bagian belakang hidung dan biasanya berhubungan dengan tekanan darah tinggi. selain itu mimisan posterior juga dapat diakibatkan dari beberapa kondisi, yaitu :

  • Trauma pada hidung yang dapat disebabkan karena pukulan pada kepala, jatuh, atau hidung patah

  • Sehabis melakukan operasi hidung

  • Adanya tumor di rongga hidung

  • Aterosklerosis, yaitu suatu kondisi pengerasan arteri yang disebabkan oleh timbunan plak kolesterol

  • Konsumsi obat-obatan tertentu

  • Kelainan pembekuan darah seperti pada penyakit hemofilia atau penyakit Von Willebrand

  • Hereditary Haemorrhagic Telangiectasia (HHT), yaitu kondisi genetic yang diwariskan dan dapat memberi pengaruh pada pembuluh darah

  • Leukimia, yakni kanker darah akibat tubuh terlalu banyak memproduksi sel darah putih abnormal

  • Tekanan darah tinggi

Namun secara umum mimisan dapat disebabkan oleh beberapa faktor lainnya, dimana tiap-tiap orang akan mengalami gejala yang berbeda-beda. Berikut adalah penyebab umum mimisan yang banyak dialami :

  • Udara yang kering

Udara kering merupakan penyebab mimisan yang paling umum. Kondisi ini akan lebih sering terjadi pada iklim dingin, yaitu ketika banyak terjadi infeksi saluran pernapasan atas dan ketika suhu serta kelembaban naik turun secara drastic. Selain itu, perubahan suhu dari lingkungan luar yang dingin menuju ke suhu yang lebih hangat dan kering, akan membuat hidung lebih rentan terhadap perdarahan. Namun bukan hanya pada iklim dingin, mimisan juga dapat terjadi di iklim panas dan kering dengan kelembaban rendah atau perubahan musim, sehingga menyebabkan lapisan hidung kering hingga mudah retak dan berdarah.

  • Penggunaan obat pengencer darah

Mimisan juga sering terjadi akibat penggunaan obat-obat pengencer darah yang digunakan untuk kondisi penyakit tertentu yang berisiko menyebabkan pembekuan darah serta kondisi jantung tertentu seperti fibrilasi atrium. Beberapa orang pengencer darah yang dapat menyebabkan mimisan adalah aspirin, warfarin, clopidogrel bisulfate, dan obat antiinflamasi nonsteroid. Obat pengencer darah dapat mengubah kemampuan darah untuk menggumpal dan membeku. Akibatnya, perdarahan di hidung dapat dengan mudah terjadi dan sulit dihentikan hingga menyebabkan terjadinya mimisan. 

  • Mengalami cedera pada hidung

Cedera yang terjadi pada hidung secara sengaja atau tidak sengaja dapat menjadi penyebab kerusakan pada lubang hidung hingga berdarah. Kondisi seperti ini biasanya dialami oleh anak-anak yang mengalami mimisan secara tiba-tiba, karena anak-anak cenderung sering menggosok atau menggaruk hidung dengan keras. Terlebih lagi pembuluh darah di area hidung anak tergolong masih lemah sehingga berpotensi mengalami mimisan saat terjadi benturan keras atau pukulan yang cukup keras. Begitu pula dengan orang dewasa yang bisa mimisan usai mengalami cedera pada hidung akibat terbentur atau terpukul bendar keras. Hanya saja pembuluh darah di hidung orang dewasa lebih kuat sehingga jarang mengalami mimisan usai menggaruk dan menggesek hidung.

Baca Juga : 10 Cara Alami Menghilangkan Komedo Hitam di Hidung, Tanpa Memencet

  • Mengorek lubang hidung

Kebiasan mengorek hidung untuk mengambil dan membuang kotoran hidung juga dapat menjadi faktor penyebab mimisan. Terlebih lagi jika pada saat mengorek upil dilakukan terlalu dalam dan keras menggunakan kuku yang cukup panjang, sehingga menaikkan risiko perdarahan di hidung akibat pembuluh darah yang terluka di dalam hidung. Mengupil merupakan kebiasaan yang kurang baik bagi hidung, karena meskipun bertujuan untuk mengeluarkan kotoran, namun hal ini dapat memunculkan masalah baru di hidung karena kebersihan jari yang kurang terjaga, sehingga dapat membawa masuk kuman melalui lubang hidung. Akibat hal tersebut maka risiko infeksi kuman akan semakin tinggi dan menjadi penyebab sinusitis atau pilek yang malah membuat hidung lebih rentan mengalami perdarahan.

  • Masalah kesehatan tertentu

Kondisi kesehatan paling umum yang menyebabkan mimisan antara lain adalah flu, pilek, sinusitis atau peradangan rongga, polip hidung, dan deviasi septum atau tulang hidung bengkok. Beberapa kondisi kesehatan lain yang dapat memengaruhi mimisan adalah penyakit ginjal, hati, hingga masalah kesehatan lain yang menurunkan kemampuan tubuh untuk membekukan darah. selain itu, hipertensi dan gagal jantung kongestif, alergi rhinitis juga dapat menjadi pemicu sering mimisan, karena lapisan hidung yang mengalami iritasi. 

  • Stress

Mimisan juga dapat disebabkan oleh kondisi pikiran yang terbebani atau stress. Sebuah artikel dalam jurnal Rhinology melaporkan bahwa mimisan dapat terjadi saat tubuh mengalami stress dan kecemasan kronis. bahkan orang-orang dengan kadar stress yang tinggi dan cemas yang berlebih memiliki risiko lebih tinggi mengalami mimisan kronis yang bersifat kambuhan dan sering muncul secara tiba-tiba. Stress dan kecemasan tidak mengakibatkan mimisan secara langsung namun terdapat kondisi lain yang menyertai sehingga menyebabkan mimisan.

  • Kehamilan

Banyak ibu hamil yang mengalami mimisan. Hal ini tidak perlu dikhawatirkan karena pada masa kehamilan, mimisan ringan wajar terjadi dengan intensitas yang jarang terjadi dan tidak berbahaya baik bagi ibu hamil ataupun pada kondisi janin yang dikandungnya. Saat hamil, biasanya ibu akan mengalami kadar hormone tinggi, yang dapat meningkatkan aliran darah estrogen dan progesterone pada semua selaput lendir dalam darah tubuh ibu hamil termasuk pada hidung. Selaput ini kemudian akan membengkak dan melebar hingga menekan pembuluh darah di dalamnya. Akibatnya, pembuluh darah dapat dengan mudah pecah dan menyebabkan mimisan.

Lakukan pemeriksaan medis jika mimisan yang dialami tidak kunjung membaik dan terjadi terus-menerus. Anda juga dapat melakukan telekonsultasi melalui website dan aplikasi farmamedisk, yang akan menghubungkan pasien dengan mitra atau rekanan penyedia jasa layanan kesehatan, yang sudah terlisensi medis di masing-masing bidang.

 
Farma AI
Farma AI
Tanya Obat 24/7
Farma AI
Farma AI 24/7
Asisten Apoteker FarmaMedis
Halo! πŸ‘‹ Saya Farma AI. Ada yang bisa saya bantu terkait informasi obat, dosis, atau keluhan kesehatan Anda?