Sistem Pemeliharaan Aktif
Platform sedang ditingkatkan. Anda bebas menjelajah & login, namun transaksi dinonaktifkan sementara.
Detail produk, resep, wishlist, konsultasi dokter, marketplace, dan rekomendasi tetap aktif tanpa menghapus fitur lama.
DUMIN 250 MG RECTAL TUBE adalah obat yang berbentuk seperti peluru, digunakan dengan cara dimasukkan ke dalam anus. Obat ini berfungsi untuk mengatasi nyeri dan penurun demam.
Tube
Menghilangkan nyeri pada sakit kepala, sakit gigi, dismenore (nyeri pada saat haid), nyeri otot dan sendi, masuk angin, flu
Mengatasi nyeri, penurun demam, sakit kepala, sakit gigi.
Dewasa : 3-4 kali sehari 0.5-1 g. Maksimal : 4 g/hari. Anak 7-12 tahun : 250 mg. Maksimal : 1 g/hari Anak 1-6 tahun : 125 mg. Maks: 750 mg/hari. Anak < 1 tahun : 60 mg. Diberikan 3-4 kali sehari
Gangguan fungsi hati. Hipersensitif terhadap paraaminofenol
Dimasukkan ke dalam anus.
Obat dalam rectal tube dimasukkan kedalam anus.
Reaksi hipersensitivitas. Gangguan hematologi, pankreatitis akut. Dosis tinggi atau terapi jangka lama dapat menyebabkan kerusakan hati
Tube Rektal 250 Mg/4 ml X 5 X 1
| Penjual | Apotek Farma Medis |
| Terjual | 0 |
| Rating | 5 |
| Ulasan | 0 |
| Berat Produk | 50 gram |
| Panjang Produk | 10 mm |
| Lebar Produk | 10 mm |
| Tinggi Produk | 10 mm |
| Manufaktur | Actavis |
| No. Registrasi Produk | DBL0105510758B1 |
dumin, obat bayi, obat anak, obat demam anak, obat demam bayi, obat sakit gigi, obat nyeri otot, obat flu, demam anak, demam bayi, sakit gigi, nyeri otot, flu.
Tanyakan detail pemakaian, ketersediaan, aturan konsumsi, atau informasi produk lain ke admin/apotek.
Bahan aktif ini berfungsi sebagai analgesik (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun demam). Bekerja dengan cara menghalangi produksi prostaglandin di sistem saraf pusat.
Maksimal 4000 mg per hari untuk orang dewasa. Penggunaan berlebih dapat menyebabkan kerusakan hati (hepatotoksisitas).
Hindari konsumsi alkohol selama penggunaan. Jangan digabungkan dengan obat lain yang juga mengandung bahan aktif serupa untuk menghindari risiko overdosis paracetamol tidak sengaja.